Penyebab Vitiligo, Bercak Putih yang Memicu Kulit Belang

(0)
21 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Berhentinya produksi melanin merupakan penyebab vitiligoVitiligo akan membuat kulit penderita belang
Penyebab vitiligo berhubungan dengan hilangnya melanin, yakni pigmen yang memberikan warna pada kulit. Akibatnya, sebagian kulit tampak lebih terang dari area di sekelilingnya.Kelainan kulit jangka panjang ini yang ditandai dengan bercak-bercak putih timbul pada kulit. Bercak ini dapat membesar atau melebar seiring berjalannya waktu.Vitiligo bisa terjadi di area kulit manapun meski lebih umum ditemukan pada area wajah, jari-jari dan pergelangan tangan, ketiak, serta selangkangan. Penyakit kulit ini memang tidak menyebabkan iritasi maupun kulit kering, tapi rasa gatal bisa saja muncul.

Apa penyebab vitiligo?

Vitiligo terjadi akibat melanosit mati atau berhenti berproduksi. Melanosit adalah sel yang bertugas memproduksi melanin, yakni pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata manusia.Gangguan pada melanosit tersebut akhirnya menyebabkan timbulnya bercak pada kulit yang berwarna lebih cerah dari area di sekelilingnya. Warna bercak-bercak ini juga bisa menjadi putih seiring waktu.Tak cuma itu, bercak vitiligo juga akan lebih sensitif terhadap sinar matahari dibanding area kulit lain yang tidak mengalaminya.Sampai sekarang, belum diketahui secara pasti alasan mengapa produksi melanin terhenti. Namun para pakar menduga beberapa faktor tertentu dapat menjadi penyebab vitiligo lebih rentan dialami oleh seseorang. Apa sajakah faktor risiko tersebut?
  • Menderita gangguan sistem imun atau penyakit autoimun, di mana antibodi mengira melanosit sebagai benda asing yang perlu dihancurkan. Salah satu penyakit autoimun yang berkaitan dengan vitiligo adalah hipertiroidisme.
  • Memiliki keluarga dengan kondisi serupa atau menderita penyakit autoimun.
  • Mengidap kanker kulit melanoma atau kanker pada sistem limfatik (seperti limfoma non-Hodgkin).
  • Memiliki gen tertentu yang dikaitkan dengan munculnya vitiligo, yaitu NLRP1 dan PTPN22.
  • Mengalami kondisi pemicu, seperti stres berat.
  • Mengalami luka bakar atau cedera lain pada kulit, seperti tersiram air keras, terpapar racun tertentu, maupun kulit terbakar karena paparan sinar matahari (sunburn).
Harap diingat bahwa vitiligo tidak disebabkan oleh infeksi tertentu dan kondisi ini tidak menular.

Komplikasi vitiligo bila terus dibiarkan

Bercak-bercak putih vitiligo umumnya bersifat permanen. Karena itu, penderita lebih berisiko mengalami sejumlah hal di bawah ini:
  • Stres secara sosial dan psikologis karena penampilannya
  • Luka bakar akibat paparan sinar matahari
  • Gangguan pada mata
  • Kehilangan kemampuan pendengaran

Cara mengatasi vitiligo oleh dokter

Vitiligo bisa mengganggu penampilan dan mungkin saja menyebabkan sejumlah komplikasi bila dibiarkan. Penanganan yang diberikan umumnya bertujuan meringankan hingga mengatasi kondisi ini. Apa sajakah itu?

1. Pemberian obat-obatan

Meski penyebab vitiligo belum diketahui secara jelas, dokter dapat memberikan beberapa jenis obat guna mengembalikan rona kulit yang terkena vitiligo agar serupa dengan area kulit di sekelilingnya. Obatan-obatan ini meliputi:
  • Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengembalikan pigmen kulit. Obat ini tersedia dalam bentuk krim, pil, ataupun obat suntik.Namun penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang dapat menyebabkan stretch mark dan penipisan kulit.
  • Obat pengendali sistem imun

Obat pengendali sistem imun digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh yang menjadi penyebab vitiligo. Salah satu contoh obatnya adalah tacrolimus.Tacrolimus mampu mengembalikan rona kulit yang hilang secara efektif, terutama pada area wajah dan leher. Meski demikian, obat ini berisiko menyebabkan kanker kulit.

2. Terapi

Beberapa jenis terapi berikut dapat menjadi pilihan penanganan vitiligo:
  • Fototerapi

Fototerapi atau terapi cahaya dilaksanakan dengan bantuan sinar ultraviolet B (UVB) untuk memperlambat hingga menghentikan perkembangan vitiligo. Terapi ini perlu dilakukan 2-3 kali seminggu selama sekitar enam bulan untuk hasil optimal.
  • Terapi psoralen dan ultraviolet A (UVA)

Pada terapi ini, dokter akan meminta pasien untuk mengonsumsi atau mengoleskan obat psoralen pada kulit yang mengalami vitiligo terlebih dulu. Kemudian, sinar UVA dipaparkan ke kulit tersebut untuk mengaktifkan psoralen. Kombinasi penanganan ini dapat membantu mengembalikan warna kulit yang hilang.
  • Depigmentasi

Karena penyebab vitiligo adalah hilangnya pigmen kulit, dokter dapat menganjurkan prosedur depigmentasi.Depigmentasi dilakukan dengan cara mengoleskan obat depigmen (penghilang pigmen) ke area kulit yang tidak terkena vitiligo. Seiring waktu, warna area kulit ini akan menjadi lebih cerah sehingga serupa dengan kulit yang mengalami vitiligo. Penanganan ini biasa dipilih bila area vitiligo cukup luas.

3. Operasi

Langkah operasi dapat dipilih bila cara mengatasi vitiligo yang lain tidak memberi hasil optimal. Pembedahan bisa dilakukan dengan cara:
  • Skin graft, yakni memindahkan area kulit yang sehat ke area kulit vitiligo
  • Transplantasi melanosit, yaitu mengambil melanosit dari area kulit sehat, mengembangkannya hingga menjadi sel matang di laboratorium, lalu menyuntikkannya ke area vitiligo
Kedua operasi tersebut bertujuan mengembalikan warna kulit yang menghilang pada area vitilgo.Selain dengan obat-obatan, terapi, maupun operasi, penderita vitiligo juga disarankan untuk melakukan penanganan mandiri. Misalnya, rutin mengoleskan tabir surya dengan kadar SPF tinggi dan memakai kosmetik untuk menyamarkan area vitiligoDi samping itu, mengelola stres dengan baik juga bisa dilakukan. Pasalnya, stres merupakan salah satu faktor risiko dan penyebab vitiligo.Untuk menemukan penyebab vitiligo yang Anda alami, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter kulit. Dengan ini, dokter juga bisa membantu Anda untuk menentukan penanganan yang sesuai.
vitiligo
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/vitiligo-pictures
Diakses pada 21 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitiligo/diagnosis-treatment/drc-20355916
Diakses pada 21 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/245081
Diakses pada 21 Juli 2020
National Health Service UK. https://www.nhs.uk/conditions/vitiligo/
Diakses pada 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait