Penyebab vape meledak adalah baterai yang rusak
Baterai yang rusak adalah penyeba vape meledak yang paling sering terjadi

Para pengguna vape atau rokok elektrik harus waspada. Sebab, meski diklaim lebih sehat dari rokok biasa, alat ini punya risiko lain yaitu bisa meledak. Sudah ada beberapa kejadian vape meledak dan menyebabkan cedera serius pada penggunanya. Hingga saat ini, penyebab vape meledak masih terus diteliti.

Meski begitu, banyak ahli yang percaya bahwa kejadian tersebut berhubungan dengan kerusakan pada baterai. Sama seperti telepon genggam, vape memang menggunakan baterai yang bisa diisi ulang dengan tenaga listrik. Jika kondisi baterai tidak dijaga, serta proses isi yang dilakukan tidak sesuai aturan, maka risiko vape meledak akan meningkat.

Dampak vape meledak bisa berbahaya

Sudah ada beberapa kejadian yang bisa menjadi contoh bahaya ledakan vape untuk kesehatan. Meski ukurannya kecil, alat ini bisa saja menyebabkan cedera serius jika ledakan terjadi tepat saat sedang digunakan.

Contohnya adalah kasus yang menimpa seorang remaja berusia 17 tahun di Amerika Serikat. Vape yang ia isap, meledak tepat saat sedang digunakan dan menyebabkan tulang rahang bawah patah dan beberapa gigi pun terlepas dari rahang.

Menurut dokter yang merawatnya, anak ini harus menjalani operasi untuk mengembalikan susunan rahangnya. Ia juga harus menggunakan plat besi khusus yang ditanamkan di rahang untuk menstabilkan bagian yang patah dan tidak boleh mengonsumsi makanan padat walam waktu enam minggu, selama masa penyembuhan.

Kasus lain juga terjadi dialami seorang pria berusia 24 tahun. Rokok elektriknya meledak ketika disimpan di kantong jaketnya. Akibat kejadian ini, ia mengalami luka bakar derajat 2 dan 3 di area dada dan perut.

Tips agar vape tidak meledak

Melihat parahnya cedera yang bisa timbul akibat vape yang meledak, para pengguna rokok elektrik ini harus benar-benar memperhatikan tips di bawah ini agar tetap aman.

1. Pilih vape yang punya fitur keamanan

Saat ini, sudah tersedia berbagai jenis vape yang bisa dipilih. Sehingga sebagai salah satu langkah ama,n pilihlah yang memiliki fitur seperti teknologi yang bisa mencegah overcharging, lubang ventilasi untuk baterai serta kunci khusus untuk mencegah vape terbakar.

2. Perhatikan cara menyimpan baterai

Apabila menyimpan baterai cadangan di dekat vape, pastikan untuk menjauhkannya dari benda-benda berbahan logam seperti koin atau kunci. Sebab, baterai yang berkontak dengan benda metal bisa memicu ledakan.

3. Jangan charge vape sembarangan

Setiap vape pasti dilengkapi dengan alat charging tersendiri. Jadi, Anda dianjurkan untuk selalu menggunakan alat pengisi baterai asli yang merupakan bawaan dari produk tersebut.

Meski penggunaan charger telepon genggam memang bisa mengisi energi vape, tapi risiko meledaknya vape saat diisi tenaganya jadi lebih besar.

4. Perhatikan durasi charging

Hanya charge vape saat diperlukan. Jika sudah selesai, segera lepas vape dari sambungan listrik tersebut. Jangan isi rokok elektrik ini semalam suntuk. Sebab, membiarkannya tersambung dengan daya listrik dalam waktu terlalu lama, akan meningkatkan risiko meledak.

5. Rutin cek kondisi baterai

Rutinlah mengecek kondisi baterai vape Anda dan segera ganti baterai apabila rusak atau basah. Jangan paksakan untuk menggunakan baterai yang kondisinya sudah tidak layak, karena risiko meledaknya lebih tinggi.

6. Jangan charge vape di atas kasur

Saat sedang mengisi baterai vape, pastikan Anda menaruh vape di permukaan yang datar dan jauh dari benda-benda yang mudah terbakar. Meletakkan vape yang sedang diisi baterainya di kasur atau sofa sebaiknya tidak dilakukan, karena lebih rentan terbakar.

7. Pelajari aturan penggunaan vape secara tepat

Terakhir, pastikan Anda sudah membaca rekomendasi perawatan vape serta beterainya yang dikeluarkan oleh setiap pabrikan. Jika baterai rusak, pastikan ganti dengan baterai asli dari merek yang sama dan jenis yang sesuai.

Ingatlah bahwa mengisap vape tidak serta-merta lebih sehat dan aman dari rokok secara keseluruhan. Mengisap rokok elektrik tetap berisiko menimbulkan masalah kesehatan, tertutama yang berkaitan dengan paru-paru. Sehingga, tetaplah memupuk niat untuk menghentikan kebiasaan rokok secara keseluruhan, baik rokok konvensional maupun elektrik.

WebMD. https://www.webmd.com/smoking-cessation/news/20190620/another-vaping-danger-e-cigarette-explodes-in-teens-face#1
Diakses pada 4 Maret 2020

FDA. https://www.fda.gov/tobacco-products/products-ingredients-components/tips-help-avoid-vape-battery-explosions
Diakses pada 4 Maret 2020

Live Science. https://www.livescience.com/vape-pen-explosion-burns-chest.html
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait