Vagina Lecet Membuat Aktivitas Terganggu, Apa Penyebabnya?

Vagina lecet bisa disebabkan oleh kulit yang kering

Serupa dengan bagian kulit lainnya, organ intim bisa mengalami lecet atau luka. Biasanya luka yang tidak berbahaya dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, luka di vagina dapat menimbulkan ketidaknyamanan karena diiringi dengan rasa pedih, sakit, atau pendarahan, terutama ketika Anda sedang buang air kecil. Aktivitas keseharian Anda pun bisa terganggu karenanya.

Apa penyebab vagina lecet?

Vagina lecet bisa diakibatkan oleh berbagai hal, tetapi kebanyakan penyebabnya bukanlah sesuatu yang berbahaya. Berikut adalah beberapa penyebab dari vagina lecet:

  • Berhubungan seksual

Berhubungan seksual merupakan salah satu penyebab dari vagina lecet yang umum terjadi. Organ intim wanita memiliki kulit yang halus dan tipis, karenanya rentan mengalami luka akibat gesekan alat kelamin, jari, ataupun objek lainnya.

Luka di area tesebut bisa terjadi jika organ intim kering, terdapat luka sebelumnya, atau karena menggesek atau mendorong alat kelamin atau objek lain terlalu keras pada organ intim.

Kondisi medis tertentu, seperti vulvovaginal atrophy dapat membuat organ intim wanita lebih tipis, kurang lentur, dan kering yang meningkatkan risiko mengalami luka di vagina.

Kondisi kulit seperti psoriasis, eksim, dan lichen planus berkontribusi dalam meningkatkan kemungkinan mengalami vagina lecet.

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, berupa korticosteroid juga membuat organ intim kering dan memperbesar peluang lecet saat berhubungan seksual.

  • Melahirkan

Selain berhubungan seksual, melahirkan adalah salah satu penyebab miss V Anda lecet yang diakibatkan oleh gesekan dinding vagina dengan tubuh bayi.

Luka di vagina setelah melahirkan akan terasa sangat sakit dan bisa berdarah, bahkan sampai dapat membuat Anda kesulitan untuk duduk atau berjalan selama beberapa hari.

Tidak hanya vagina lecet, setelah melahirkan, Anda juga bisa mengalami rasa nyeri dan bengkak di daerah antara dubur dan vagina atau bagian perineum.

  • Mencukur bulu kemaluan

Mencukur bulu kemaluan juga merupakan faktor yang dapat menimbulkan luka pada organ intim Anda. Alat cukur yang tajam bisa saja melukai kulit ketika Anda sedang mencukur pubis. Tetapi peluang luka saat mencukur bulu kemaluan Anda semakin besar jika Anda memiliki kulit yang kering.

Apakah vagina lecet berbahaya?

Tentunya ini merupakan pertanyaan pertama yang terlintas ketika terdapat luka di vagina. Umumnya, vagina lecet disebabkan oleh berhubungan seksual. Luka seperti itu dapat sembuh dengan sendirinya, kecuali jika terjadi infeksi.

Akan tetapi, jika luka berlangsung lama dan menimbulkan rasa nyeri yang tidak normal Anda bisa memeriksa luka tersebut. Cobalah cek seberapa dalam luka di vagina dan apakah terdapat gejala lainnya, seperti bisul, dan sebagainya.

Anda dapat mengeceknya dengan menggunakan cermin tangan sambil duduk di kursi atau dengan berbaring di tempat tidur. Anda juga bisa menyentuh luka di vagina secara perlahan.

Selalu pastikan bahwa Anda sudah mencuci tangan sebelum menyentuh vagina yang luka, karena tangan yang kotor bisa menyebarkan bakteri menginfeksi luka di vagina.

Apa yang harus dilakukan ketika vagina lecet?

Saat vagina lecet, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah bertambah parahnya atau terinfeksinya luka di vagina dengan cara-cara berikut:

  • Memastikan organ intim kering sebelum menggunakan pakaian.
  • Hindari menggunakan sabun yang beraroma atau yang keras pada alat kelamin.
  • Gunakan celana dalam yang berbahan katun dengan bagian bawah yang longgar sampai luka di vagina sembuh.
  • Cuci kemaluan dengan air hangat sebanyak sekali atau dua kali per harinya.

Bila luka di vagina terasa terlalu sakit atau membuat tidak nyaman, Anda bisa mengonsumsi obat antinyeri di apotek, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Jangan olesi krim antibiotik tanpa arahan dari dokter.

Selalu awasi perkembangan luka di vagina Anda, karena terkadang vagina lecet bisa menjadi indikasi dari adanya infeksi dari penyakit menular secara seksual tertentu.

Jika luka di vagina tidak kunjung sembuh atau malah bertambah parah dan menimbulkan gejala lain, seperti cairan amis dari vagina, bisul, dan sebagainya, segera kunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/genital-sores-female
Diakses pada 11 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/vaginal-cuts
Diakses pada 11 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325100.php
Diakses pada 11 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed