logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Wanita, Ini 12 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

open-summary

Penyebab vagina gatal antara lain infeksi bakteri, infeksi jamur, alergi, kutu kelamin, keringat berlebih, penyakit menular seksual, dan menopause. Untuk menghilangkannya bisa dengan obat antijamu, antibiotik, hingga menjalani gaya hidup bersih dan sehat.


close-summary

2.97

(58)

9 Feb 2022

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Vagina gatal bisa disebabkan oleh infeksi, kebersihan yang buruk, hingga menopause

Vagina gatal bisa disebabkan oleh infeksi, kebersihan yang buruk, hingga menopause

Table of Content

  • Penyebab vagina gatal
  • Cara mengatasi vagina gatal dari rumah
  • Kapan vagina gatal perlu diperiksakan ke dokter?

Vagina gatal bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, dari yang ringan hingga berat. Untuk mengatasinya, diperlukan perawatan sesuai penyebab sehingga tidak bisa disamakan antara satu wanita dengan yang lain.

Advertisement

Beberapa kondisi gatal pada miss v ini bisa bisa hilang dengan sendirinya. Namun pada kondisi yang lebih parah, diperlukan penanganan intensif dari dokter.  

Penyebab vagina gatal

Penyebab vagina gatal antara lain infeksi dan penyakit menular seksua
Vagina gatal bisa disebabkan oleh berbagai hal

Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan vagina gatal yang perlu diketahui:

1. Alergi

Tidak semua penyebab vagina gatal disebabkan oleh penyakit atau organisme tertentu. Alergi akan suatu hal juga dapat memicu rasa gatal di sekitar kemaluan.

Sabun, kondom, deterjen, pelembut pakaian, tisu, dan sebagainya dapat mengiritasi vagina jika tidak cocok digunakan. Iritasi tersebutlah yang menyebabkan miss v gatal.

Anda bisa mengatasinya dengan mengetahui penyebab alergi Anda. Setelah mengetahuinya, hindari benda yang menimbulkan alergi tersebut.

2. Terlalu banyak berkeringat

Keringat juga bisa muncul di area vagina dan jika Anda tidak membersihkannya secara teratur, maka vagina bisa jadi tempat berkembang biak bakteri secara berlebihan. Bakteri ini bisa memicu rasa gatal dan iritasi pada vagina.

Keringat berlebih di area vagina biasanya disebabkan oleh bahan pakaian dalam yang tidak menyerap keringat, olahraga, dan kelebihan berat badan.

Wanita yang mencukur habis rambut kemaluannya juga berisiko lebih tinggi merasakan vagina gatal saat berkeringat karena tidak ada rambut yang menjadi pembatas antara keringat dan kulit.

3. Luka karena bercukur

Jika Anda sering mencukur rambut kemaluan, maka akan ada risiko luka atau iritasi akibat proses ini. Biasanya, rasa gatal, perih, atau bahkan bengkak setelah mencukur bulu kemaluan disebut sebagai razor burn. Razor burn bisa terjadi saat Anda tidak mencukur dengan cara yang bersih dan benar.

4. Infeksi jamur

Dilansir dari laman Mayo Clinic, vagina gatal dapat disebabkan karena adanya infeksi jamur di vagina. Biasanya, jamur yang menginfeksi vagina adalah C.albicans. Selain rasa gatal, vagina yang terinfeksi jamur juga bisa mengeluarkan cairan kental yang berwarna putih kekuningan

C.albicans tidak hanya bisa menginfeksi alat kelamin, tetapi juga dapat menginfeksi bagian tubuh yang lembab, seperti lipatan kulit, mulut, dan sebagainya.

Pengobatan penyebab vagina gatal ini bisa dengan pemberian obat antijamur yang dikonsumsi secara oral ataupun krim oleh dokter, tergantung dari tingkat keparahannya.

5. Infeksi bakteri

Selain jamur, bakteri juga bisa memicu infeksi yang menyebabkan vagina terasa gatal. Kondisi infeksi bakteri pada vagina disebut sebagai vaginosis dan bisa terjadi karena ketidakseimbangan pertumbuhan bakteri di area kewanitaan ini.

Pada kondisi normal, vagina memang memiliki bakteri yang bisa membantu berbagai proses biologis yang terjadi di area tersebut. Namun terkadang, bakteri tersebut tumbuh berlebihan hingga menyebabkan infeksi dan membuat vagina terasa gatal.

Selain rasa gatal pada miss v, vaginosis bisa memicu sensasi panas atau terbakar, peradangan, dan keluarnya keputihan yang berbau amis. Infeksi bakteri ini bisa diobati dengan antibiotik yang dikonsumsi secara oral ataupun krim dari dokter.

6. Trikomoniasis

Parasit yang bernama Trichomonas vaginalis dapat menjadi penyebab vagina gatal. Parasit ini dapat ditularkan secara seksual dan biasanya menginfeksi pria maupun wanita.

Pada pria, gejala infeksi trikomoniasis mungkin tidak terlihat, tetapi pada wanita, gejala infeksi mungkin akan muncul, salah satunya adalah rasa gatal pada vagina dan iritasi.

Trikomoniasis dapat diobat dengan medikasi tinidazole atau metronidazole melalui resep dokter.

7. Penyakit menular seksual

Selain trikomoniasis, penyakit menular seksual lainnya juga dapat menjadi penyebab vagina gatal.

Beberapa contoh penyakit menular seksual yang bisa memicu miss v gatal adalah, gonore, klamidia, herpes kelamin, hingga kutil kelamin.

Pengobatan dari penyakit menular seksual harus disesuaikan dengan jenis penyakit yang memicu gatal di kemaluan, karena itu Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

8. Menopause

Menopause tidak hanya ditandai dengan berhentinya menstruasi, tetapi juga menurunnya hormon estrogen pada wanita. Penurunan estrogen dapat membuat dinding vagina mengering dan menipis sehingga vagina lebih rentan terasa gatal.

Gatal di sekitar kemaluan akibat menopause tidak dapat disembuhkan. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan krim steroid, krim anestesi, dan antihistamin.

Alternatif lainnya adalah dengan menjalani terapi hormon. Akan tetapi, terdapat efek samping dari terapi hormon, karenanya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menjalani terapi hormon.

9. Stres

Jangan salah, gangguan mental seperti stres juga bisa menjadi penyebab vagina gatal. Sebab, saat stres melanda, sistem imun tubuh pun melemah. Akhirnya, infeksi datang dan menyebabkan gatal-gatal pada vagina. Namun tenang, vagina gatal akibat stres jarang terjadi.

10. Kutu kelamin

Kutu kelamin juga bisa menjadi penyebab vagina terasa gatal. Serangga ini bisa berdiam di rambut kemaluan dan memicu gejala yang sama seperti kutuan di rambut bagian lain. Kondisi ini tidak berbahaya dan bisa hilang dengan perawatan sederhana seperti salep atau krim.

11. Lichen sclerosus

Lichen sclerosus dapat menyebabkan peradangan yang disertai dengan bercak-bercak putih dan rasa gatal pada vagina. Kondisi kulit ini sangat langka dan biasanya muncul pada wanita yang sudah menopause.

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan tetapi bisa diredakan gejalanya dengan penggunaan krim steroid. Penderita lichen sclerosus perlu menggunakan krim tersebut secara teratur selama beberapa bulan sampai gejala mereda.

12. Kanker vulva

Meskipun jarang terjadi, vagina gatal juga bisa jadi salah satu gejala kanker vulva. Ini adalah salah satu kanker yang menggerogoti bagian luar alat kelamin wanita, seperti bagian pinggiran vagina atau klitoris.

Kanker vulva biasanya tidak menujukkan gejala yang jelas. Tetapi selain rasa gatal di sekitar kemaluan, Anda bisa mengalami rasa nyeri di bagian luar vagina dan perdarahan.

Pengobatan kanker vulva akan lebih efektif bila diperiksa dan ditangani secepatnya. Oleh karenanya, jika Anda mengalami miss v gatal yang disertai tanda-tanda di atas, sebaiknya periksakan ke dokter.

BACA JUGA: Ini Penyebab Vagina Gatal Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasi vagina gatal dari rumah

Cara mengatasi vagina gatal dengan mandi soda kue dan makan yogurt
Meredakan vagina gatal bisa dengan bahan-bahan alami

Saat Anda mengalami vagina gatal, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sendiri dari rumah dengan mengubah pola hidup yang lebih sehat dan mengetahui produk yang biasa Anda gunakan.

Berikut adalah cara mengatasi vagina gatal dari rumah yang perlu Anda ketahui:

1. Menambahkan soda kue ke dalam bak mandi

Menambahkan soda kue ke dalam bak mandi diketahui dapat mengatasi infeksi jamur dan masalah kulit gatal tertentu. The National Eczema Foundation merekomendasikan untuk menambahkan 1/4 cangkir soda kue ke dalam bak mandi Anda, atau membuatnya menjadi pasta dan mengoleskannya ke kulit Anda untuk mengobati eksim.

2. Mengonsumsi greek yoghurt

Greek yoghurt adalah makanan rumahan yang paling dikenal untuk mengatasi infeksi jamur. Kaya akan kandungan probiotik, greek yoghurt diketahui dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada vagina. Bakteri baik ini dapat membunuh sebagian jamur penyebab gatal dan menjaga vagina agar tetap sehat.

3. Menggunakan pakaian dalam yang menyerap keringat

Jamur penyebab gatal yang muncul pada vagina juga sering kali disebabkan oleh penggunaan pakaian dalam yang tidak menyerap keringat. Suhu lembab merupakan area yang rentan akan pertumbuhan jamur. Gunakan pakaian dalam dengan bahan 100% katun dan tidak terlalu ketat.

4. Jalani gaya hidup bersih dan sehat

Untuk mengobati dan mencegah vagina terasa gatal, Anda juga perlu menjalani gaya hidup bersih dan sehat. Contohnya adalah:

  • Rutin membersihkan area vagina dengan air hangat, terutama setelah melakukan kegiatan yang memicu keringat
  • Segera ganti pakaian dalam jika terasa basah atau lembap
  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual agar terhindar dari penyakit menular seksual
  • Selalu membersihkan area vagina dengan baik setelah buang air.

Baca Juga

  • Penyebab Bisul di Vagina dan Cara Mengobatinya
  • Vagina Perih dan 7 Penyebabnya yang Harus Diwaspadai
  • Kenali Ciri Keputihan Normal dari Segi Warna, Bau, dan Konsistensi

Kapan vagina gatal perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan vagina gatal ke dokter jika tidak mereda
Vagina gatal juga perlu diperiksakan ke dokter

Tidak semua penyebab vagina gatal berbahaya dan perlu diperiksa ke dokter. Akan tetapi, Anda sangat disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika:

  • Cairan vagina berbau dan menyebabkan rasa gatal di kemaluan.
  • Muncul benjolan atau bisul di sekitar area vagina
  • Rasa gatal pada vagina disertai dengan kemerahan dan pembengkakan
  • Terasa sakit saat buang air kecil
  • Terasa nyeri saat berhubungan seks
  • Punya riwayat berhubungan seksual dengan banyak orang.
  • Pernah mengalami infeksi vagina.
  • Mengalami demam, menggigil atau rasa sakit di panggul.
  • Gejala yang dialami tidak kunjung membaik meskipun telah menggunakan obat anti-jamur yang dijual secara bebas.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar penyebab vagina gatal, konsultasikan secara langsung ke dokter lewat fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.

Advertisement

vagina gatalvaginitis

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved