4 Penyebab Usus Lengket yang Sebaiknya Tidak Diabaikan

(0)
27 Jan 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab usus lengket bisa terjadi akibat operasi perutPerlengketan usus lebih sering terjadi setelah operasi perut
Perlengketan usus adalah kondisi di mana jaringan usus menempel pada dinding perut atau saling menempel akibat terbentuknya luka. Kondisi ini terjadi karena permukaan luka yang lengket menyebabkan jaringan usus mudah menempel. Usus lengket sering kali dipicu oleh infeksi, pembedahan, atau radiasi. Sebagian besar penderita masalah ini tidak mengalami gejala, tapi bisa juga menimbulkan ketidaknyamanan dan nyeri perut yang berkepanjangan. Mari kita kenali lebih berbagai penyebab usus lengket supaya bisa mengantisipasinya.

Penyebab usus lengket

Berikut adalah sejumlah penyebab usus lengket yang harus Anda waspadai:
  • Operasi perut

Perlengketan usus lebih sering terjadi setelah operasi perut. Kondisi ini bahkan memengaruhi 9 dari 10 orang yang menjalaninya. Selain itu, penderita usus lengket juga lebih berisiko mengalami gejala dan komplikasi. Meski begitu, orang yang tidak menjalani operasi juga bisa mengalami masalah ini walaupun kasusnya lebih jarang terjadi.
  • Peradangan atau infeksi di perut

Peradangan atau infeksi usus bisa sebabkan usus lengket
Beberapa kondisi yang menyebabkan peradangan atau infeksi di perut, seperti TBC usus, penyakit Crohn, divertikulitis, atau peritonitis, juga dapat memicu terjadinya perlengketan usus. Penyakit Crohn adalah radang usus kronis yang menyebabkan peradangan pada lapisan saluran pencernaan. Sedangkan, divertikulitis adalah peradangan atau infeksi pada kantung-kantung di saluran pencernaan, terutama usus besar. Sementara itu, peritonitis adalah peradangan pada lapisan tipis yang melapisi dinding perut.
  • Pengobatan tertentu

Prosedur dialisis peritoneal (cuci darah lewat perut) untuk mengobati gagal ginjal dan terapi radiasi abdominopelvis (perut dan panggul) untuk mengobati kanker, juga bisa memicu usus lengket.
  • Bawaan lahir

Perlengketan usus bisa terjadi sejak bayi dilahirkan
Dalam beberapa kasus, perlengketan usus termasuk kondisi bawaan lahir. Diskusikan penanganan yang tepat dengan dokter kandungan Anda bila hal ini terjadi pada anak.Perlengketan usus dapat menimbulkan sejumlah gejala bagi penderitanya, di antaranya sakit perut, perut kembung, kram perut, sembelit atau diare, hingga nyeri saat BAB.Jika tidak mendapat penanganan dengan tepat, perlengketan usus dapat menimbulkan komplikasi berupa obstruksi usus. Obstruksi usus adalah penyumbatan di dalam usus halus atau usus besar yang membuat makanan, cairan, udara, dan feses tidak bisa melewatinya. Kondisi ini juga dapat menyebabkan aliran darah ke usus terhambat sehingga memicu kematian jaringan usus yang mengancam jiwa. 

Pengobatan perlengketan usus

Perlengketan usus umumnya tidak memerlukan perawatan khusus kalau tidak menimbulkan gejala. Jika gejala muncul, dokter akan melepaskan usus yang lengket dengan laparoskopi atau operasi terbuka. Sayangnya, pembedahan ini juga bisa menyebabkan terbentuknya luka baru. Oleh sebab itu, konsultasikan pada dokter mengenai kemungkinan risiko yang dapat terjadi.Sedangkan, jika perlengketan usus menyebabkan obstruksi, Anda harus segera mendapatkan bantuan medis. Biasanya akan dilakukan tes untuk menentukan apakah diperlukan operasi darurat atau tidak.
Pembedahan dilakukan untuk melepaskan usus yang lengket
Dalam operasi darurat, dokter bedah akan melepaskan perlengketan dan menghilangkan penyumbatan di usus. Namun, jika tidak memerlukan pembedahan, dokter akan menghilangkan penyumbatan terlebih dahulu..Kalau Anda merasakan gejala-gejalanya, terutama sakit perut yang berkepanjangan setelah operasi perut, mengalami peradangan atau infeksi perut, maupun menjalani pengobatan tertentu, periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat.Kondisi ini bisa bervariasi antar individu. Jadi selalu konsultasikan pada dokter mengenai perawatan terbaik untuk keluhan Anda. Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut mengenai perlengketan usus, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah pencernaanususinfeksi ususobstruksi usus
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470544/
Diakses pada 13 Januari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5295619/
Diakses pada 13 Januari 2021
NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/abdominal-adhesions
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait