Bukan Selalu Kanker, Ini 5 Penyebab Umum Payudara Nyeri

Penyebab payudara nyeri tidak selalu kanker
Nyeri pada payudara dapat disebabkan oleh banyak hal

Bagi Anda yang berpikir tengah mengidap penyakit mematikan saat muncul nyeri pada payudara, kabar baik berikut akan meredakan rasa khawatir Anda. Ya, Yayasan Kanker Payudara Amerika Serikat menyatakan banyak hal dapat menjadi penyebab payudara nyeri, namun kebanyakan dari penyebab ini bukanlah kanker.

Payudara nyeri (mastalgia) adalah rasa tidak nyaman, sensitif, atau sakit pada bagian dada maupun di sekitar ketiak. Rasa nyeri pada payudara dapat terjadi pada salah satu ataupun kedua payudara Anda.

Meski bukan kanker, tidak ada salahnya Anda mengenal berbagai penyebab nyeri pada payudara. Pasalnya, beda penyebab, beda pula cara penanganan sakit tersebut.

Penyebab nyeri pada payudara

Ketika menderita nyeri pada payudara, Anda bukanlah satu-satunya wanita yang pernah merasakannya. Bahkan, rasa sakit ini adalah salah satu keluhan paling banyak yang dirasakan oleh kaum hawa dari semua kelompok umur, mulai dari nyeri yang terjadi secara terus-menerus maupun sesekali saja.

Seperti disebutkan di atas, banyak hal dapat menjadi penyebab payudara nyeri. Berikut beberapa penyebab yang biasanya terjadi pada wanita:

  • Pengaruh organ reproduksi

Ketika fungsi organ reproduksi Anda sedang dalam masa puncak (masa subur atau hamil), tidak jarang Anda merasakan nyeri pada payudara.

Gejalanya berupa: payudara terasa gatal dan berat, bengkak, dan terjadi di kedua payudara. Bagi Anda yang sedang tidak hamil, rasa nyeri akan makin intens pada 2 minggu sebelum menstruasi alias saat memasuki masa subur.

  • Hormon tidak seimbang

Ketika kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Anda tidak seimbang, payudara bisa terasa nyeri. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda mengalami pubertas, sindrom pramenstruasi (PMS), hamil (terutama di trimester pertama), sedang menyusui, atau menjelang menopause.

  • Ukuran payudara yang terlalu besar

Selain operasi pembesaran payudara, wanita juga dapat melakukan operasi pengecilan payudara bila ukuran buah dada mereka terlalu besar sehingga dapat menyebabkan nyeri pada payudara.

Bukan hanya payudara yang terasa nyeri, punggung, leher, dan bahu juga akan merasakan ketidaknyamanan yang sama jika kondisi ini menimpa Anda.

  • Faktor nonhormonal

Selain hormon, Anda dapat merasakan nyeri pada payudara karena penyebab lain. Faktor nonhormonal ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang seperti terbakar, kebas, atau dada sesak. Biasanya ini disebabkan oleh gangguan otot.

Rasa nyeri pada payudara juga terjadi terus-menerus di luar siklus menstruasi, hanya memengaruhi salah satu payudara, Anda tidak dalam kondisi hamil, menyusui, dan Anda pun telah melewati masa menopause.

  • Infeksi

Infeksi payudara yang paling terkenal adalah mastitis, yakni penyumbatan pada saluran air susu pada ibu menyusui.

Wanita yang tidak menyusui juga bisa terkena infeksi payudara jika ada kuman atau bakteri masuk ke payudara lewat puting yang tengah terluka, lalu terkena kontak dengan kuman tersebut lewat pakaian dalam yang kotor.

  • Payudara nyeri extramammary

Nyeri pada payudara ini bukan berasal dari payudara, namun bersumber dari area sekitarnya seperti dinding dada.

Nyeri ini biasanya hilang sendiri setelah Anda beristirahat, minum obat pereda nyeri, atau dalam kasus tertentu disuntik kortison.

Bagaimana cara mengatasi payudara nyeri?

Meredakan nyeri pada payudara dapat dilakukan dengan langkah sederhana, seperti menggunakan bra yang dapat menopang kedua payudara Anda dengan baik.

Anda juga dapat mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium atau meminum obat yang mengandung hormon maupun pereda nyeri, seperti ibuprofen dan asetaminofen.

Sementara, jika sakit pada payudara Anda disebabkan oleh hal-hal yang bersifat nonhormonal, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena obat yang harus diminum akan disesuaikan dengan keluhan Anda.

Usahakan jangan mengonsumsi obat sembarangan, apalagi jika Anda sedang menjalani perawatan penyembuhan penyakit tertentu atau dalam kondisi hamil maupun menyusui.

Jangan menunda waktu untuk periksa ke dokter bila Anda mengalami gejala payudara nyeri, seperti:

  • Salah satu atau kedua payudara Anda berubah ukuran
  • Bentuk puting juga berubah (misalnya jadi masuk ke dalam payudara)
  • Keluar cairan (bukan ASI) dari puting
  • Terdapat bintil di sekitar puting
  • Permukaan kulit payudara mengkerut
  • Anda merasakan ada benjolan atau bengkak di salah satu atau kedua bagian di bawah ketiak maupun di bagian payudara itu sendiri.

Jika rasa nyeri di payudara Anda tidak membaik atau malah memburuk setelah 2 minggu perawatan, segera periksakan diri Anda kembali.

National Breast Cancer Foundation. https://www.nationalbreastcancer.org/breast-pain/
Diakses pada 21 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-pain/symptoms-causes/syc-20350423
Diakses pada 21 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/why-do-my-breasts-hurt
Diakses pada 21 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/breast-pain
Diakses pada 21 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263566.php
Diakses pada 21 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed