Tumit Bengkak Dapat Disebabkan oleh Banyak Hal, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tumit bengkak adalah salah satu keluhan pada kaki yang sering dirasakan
Penyebab tumit bengkak bermacam-macam

Sebagai bagian tubuh manusia yang letaknya paling bawah, kaki menanggung berat yang sangat besar. Terlalu banyak beban, misalnya hentakan kaki di permukaan yang keras, menggunakan sepatu yang tidak nyaman, atau berlari terlalu sering, dapat menyebabkan tumit bengkak. Pada umumnya, tumit yang bengkak jika diistirahatkan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi jika tetap dipaksakan untuk beraktivitas, nyeri atau bengkak pada tumit bisa menjadi kronis.

Penyebab Tumit Bengkak

Tumit bengkak jarang disebabkan oleh satu kejadian trauma saja, tetapi lebih sering disebabkan oleh stres berulang pada tumit, misalnya jika Anda terus memakai alas kaki yang tidak nyaman. Berikut adalah beberapa kondisi penyebab tumit bengkak pada bagian tumit yang berbeda:

1. Bengkak Dirasakan pada Tumit Bagian Bawah

  • Memar

Saat secara tidak sengaja Anda menginjak benda yang keras atau tajam, misalnya batu, bisa timbul memar pada lapisan lemak tumit. Biasanya memar dapat hilang dengan sendirinya jika diistirahatkan.

  • Plantar Fasciitis

Fasia adalah jaringan seperti pita yang menghubungkan tulang tumit dengan dasar ibu jari. Radang pada fasia (fasiitis) dapat terjadi akibat terlalu banyak berlari atau melompat. Plantar fasciitis juga dapat terjadi akibat bentuk lengkung telapak kaki yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga menyebabkan regangan pada jaringan lunak sekitarnya. Nyeri dirasakan pada tengah-tengah tumit, dan bisa bertambah intensitasnya setelah bangun tidur. Obat antiradang dapat membantu mengurangi bengkak. Penggunaan bantalan tumit di dalam sepatu dapat membantu mengurangi nyeri tumit.

  • Tonjolan Tumit (Spur)

Jika fasiitis terus dibiarkan, tumpukan kalsium dapat terbentuk pada bagian di mana fasia menempel pada tulang tumit, yang membentuk tonjolan (spur) pada tumit. Gesekan dengan tonjolan ini dapat menyebabkan tumit bengkak. Istirahatkan tumit yang bengkak dan gunakan sepatu dengan bantalan tumit khusus.

Tonjolan tumit juga dapat terbentuk pada remaja, yaitu ketika tulang tumit masih bertumbuh. Gesekan terus-menerus merangsang pertumbuhan tulang berlebih. Kondisi ini biasanya dihubungkan dengan kaki datar (flat foot). Sering diperparah oleh penggunaan sepatu hak tinggi sebelum tulang berhenti tumbuh.

2. Bengkak Dirasakan pada Tumit Bagian Belakang

  • Radang Tendon Achilles

Di bagian belakang tumit, melekat tendon Achilles. Jika pada tempat perlekatan tendon ini mengalami radang, tumit dapat menjadi bengkak. Biasanya disebabkan oleh berlari terlalu sering atau menggunakan alas kaki yang menggesek tumit bagian belakang. Secara perlahan, kulit berubah menjadi lebih tebal, disertai dengan kemerahan dan pembengkakan tumit. Anda juga dapat merasakan adanya tonjolan di belakang tumit yang terasa sakit saat dipegang. Nyeri bertambah berat saat kaki pertama digunakan setelah bangun tidur, dan Anda mungkin tidak dapat menggunakan sepatu.

  • Tarsal tunnel syndrome

Pada bagian belakang tumit, berjalan saraf yang berukuran besar. Jika saraf ini terjepit dan membengkak, maka dapat menyebabkan nyeri.

Penanganan dan Pencegahan Tumit Bengkak

Selalu berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasakan tumit Anda sakit atau bengkak. Anda juga dapat melakukan sendiri penanganan awal jika tumit Anda bengkak, yaitu:

  • Hindari berjalan terlalu jauh, berdiri terlalu lama, berjalan dengan hentakan kaki yang terlalu keras.
  • Kompres dingin. Bungkus es batu dengan handuk tipis atau kain, lalu tempelkan pada tumit yang sakit selama kurang lebih 15 menit.
  • Alas kaki. Pilih alas kaki dengan ukuran sesuai dan dengan alas yang baik untuk menopang kaki.
  • Penopang kaki. Beberapa jenis penopang tumit yang dijual bebas dapat digunakan.

Sementara itu, upaya pencegahan yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Menggunakan alas kaki jika berjalan di permukaan yang keras.
  • Menjaga berat badan yang ideal.
  • Memilih alas kaki yang tidak menyebabkan stress pada kaki.
  • Pastikan ukuran alas kaki pas. Perhatikan alas sepatu/sendal, jika sudah menipis sebaiknya diganti.
  • Istirahatkan kaki, hindari berdiri terlalu lama.
  • Tidak memaksakan memakai alas kaki yang tidak nyaman.
  • Gunakan sepatu olahraga yang sesuai dengan jenis olahraga yang Anda lakukan.

American Academy of Orthopaedic Surgeons. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/heel-pain
Diakses pada Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/181453.php
Diakses pada Mei 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/heel-pain/basics/causes/sym-20050788
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed