Jerawat di Dahi Bikin Risih? Ini Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pencegahannya


Jerawat di dahi bisa timbul karena ketidakseimbangan hormon, stres, dan kebiasaan tidak bersih yang dilakukan. Anda bisa menghilangkan jerawat di jidat dengan melakukan berbagai pengobatan dan perawatan khusus jerawat di kening yang tepat.

(0)
21 Apr 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cara mengatasi jerawat di dahi adalah menggunakan salep jerawatJerawat di dahi dapat membuat seseorang kurang percaya diri
Jerawat bisa tumbuh di bagian wajah manapun, termasuk dahi. Bagi Anda yang tengah bermasalah dengan jerawat di dahi, tak perlu panik karena ada cara mengatasi jerawat di jidat, baik secara alami maupun dengan obat resep dokter.Penyebab jerawat di dahi muncul ketika pori-pori kulit menjadi tersumbat oleh kotoran, minyak, dan infeksi bakteri. Jerawat di kening bisa terlihat kemerahan dan keras (papula) atau muncul lentingan berisi nanah (pustula).Kabar baiknya, arti jerawat di dahi bukanlah pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Namun, munculnya jerawat di kening yang kadang terasa nyeri ini kerap berjumlah banyak sehingga dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Jadi, penting untuk Anda mencoba banyak cara untuk mengenyahkannya.

Apa penyebab jerawat di dahi?

Seperti jerawat di bagian wajah lainnya, jerawat di dahi muncul ketika kelenjar sebasea yang memproduksi minyak wajah (sebum) tersumbat. Sumbatan ini dapat disebabkan oleh tumpukan sebum itu sendiri, maupun sel kulit mati dan bakteri yang tidak sering dibersihkan.Dalam kondisi tertentu, produksi sebum lebih tinggi dari biasanya sehingga jerawat kecil di dahi lebih rentan untuk tumbuh. Adapun faktor risiko yang menjadi penyebab jerawat di dahi muncul adalah sebagai berikut. 

1. Perubahan hormon

Jerawat di dahi dapat disebabkan oleh tumpukan sebum, sel kulit mati, dan bakteri
Produksi sebum tinggi membuat area dahi rentan ditumbuhi jerawat
Arti jerawat di jidat seringkali dikaitkan dengan perubahan hormon. Jerawat akibat hormon yang tidak stabil biasanya terjadi karena peningkatan hormon androgen secara berlebihan dalam tubuh. Akibatnya, kelenjar sebum memproduksi lebih banyak minyak yang dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat. Kondisi tersebut seringkali dialami oleh para perempuan jelang menstruasi, atau saat peralihan dari alat kontrasepsi satu ke alat KB lainnya. Remaja yang sedang dalam masa pubertas juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami jerawat kecil di dahi atau jerawat di jidat, maupun di bagian wajah mana pun karena hormon mereka mudah naik-turun pada periode ini.

2. Stres

Arti jerawat di dahi biasanya menandakan kondisi kulit yang berminyak disertai efek stres. Ketika Anda stres, jerawat akan lebih mudah untuk tumbuh. Terlebih, area wajah yang dikenal dengan T-zone (dahi, hidung, dagu) memiliki kadar kelenjar minyak lebih banyak dari area lainnya.Kendati demikian, keterkaitan stres dengan penyebab jerawat di dahi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Pasalnya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Acta Dermato-Venereologica menyebutkan bahwa efek stres memang tidak dapat memengaruhi produksi minyak. Walaupun tidak ada keterkaitannya, kondisi mental ini dapat memperburuk keadaan jerawat kecil di dahi Anda.

3. Kondisi rambut yang kotor

Iritasi kulit bisa jadi penyebab jerawat di dahi muncul
Penggunaan topi dan ikat kepala bisa menyebabkan iritasi di area dahi
Salah satu penyebab jerawat di dahi bisa muncul akibat kondisi rambut yang kotor. Jika Anda memiliki rambut dan atau poni yang kotor, berminyak, dan jarang dicuci, maka penumpukan minyak dan kotoran tersebut dapat menempel pada area dahi. Akibatnya, pori-pori kulit bisa tersumbat sehingga munculnya jerawat di kening tidak dapat dihindari. Begitu pula dengan orang yang jarang membersihkan wajah. Minyak, kotoran, maupun bakteri yang menumpuk di permukaan kulit bisa menyumbat pori-pori sehingga meradang dan membuat jerawat di kening muncul kembali.

4. Penggunaan produk rambut tertentu

Tahukah Anda kalau selain produk perawatan kulit atau kosmetik, penggunaan produk perawatan rambut tertentu ternyata bisa jadi penyebab jerawat di dahi?Ya, American Academy of Dermatology mengungkapkan bahwa penggunaan produk perawatan rambut yang mengandung minyak, seperti minyak atau gel rambut, pomade, wax, dan lainnya, bisa menyebabkan jerawat di jidat, atau dikenal dengan pomade acne.Produk-produk tersebut umumnya mengandung minyak kelapa yang bisa membuat kulit kepala dan jidat Anda semakin berminyak sehingga rentan mengalami jerawat.

5. Sering menyentuh area dahi

Jerawat di dahi dapat diatasi dengan tidak memencetnya
Hindari memencet jerawat di dahi karena dapat membuatnya infeksi
Tanda jerawat di jidat bisa jadi karena kebiasaan Anda yang sering menyentuh area dahi baik sengaja maupun tidak, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Padahal, jari-jari tangan Anda mungkin menyimpan minyak dan bakteri yang bisa masuk ke dalam pori-pori saat Anda menyentuh area kening. Inilah yang menjadi faktor pemicu penyebab jerawat di jidat muncul. 

6. Efek samping obat-obatan tertentu

Obat-obatan yang Anda oles di wajah atau diminum bisa meningkatkan faktor risiko penyebab jerawat di dahi muncul. Beberapa jenis obat yang memiliki efek samping berupa kemunculan jerawat adalah steroid, antikonvulsan, barbiturat, atau lithium.

7. Iritasi kulit

Tanda jerawat di dahi lainnya termasuk penggunaan topi, ikat kepala, atau helm yang tidak dibersihkan dengan benar, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Iritasi kulit yang terjadi bisa memicu munculnya jerawat di jidat Anda. Baca Juga: Arti Letak Jerawat di Dahi dan Area Wajah Lainnya

Bagaimana cara menghilangkan jerawat di jidat?

Cara menghilangkan jerawat di jidat tergantung jenis jerawat dan tingkat keparahannya. Adapun beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jerawat di jidat adalah sebagai berikut. 

1. Jangan memencet jerawat

Meski diklaim sebagai cara menghilangkan jerawat di jidat dengan cepat, memencet jerawat justru dikhawatirkan dapat membuat kulit iritasi, serta memperparah kondisi jerawat yang Anda alami. Selain itu, Anda tidak dianjurkan sering menyentuh jerawat di kening karena bisa berisiko memecah jerawat sehingga meninggalkan bekas luka di kemudian hari.

2. Gunakan bahan-bahan alami

Jerawat di dahi bisa diatasi dengan penggunaan tea tree oil
Tea tree oil diyakini dapat membantu mengobati jerawat secara alami
Cara menghilangkan jerawat dahi bisa dengan penggunaan bahan-bahan alami. Namun perlu diingat, bahwa penggunaan bahan-bahan alami boleh digunakan untuk mengobati jerawat kecil di dahi atau jenis jerawat di jidat yang tidak terlalu parah. Beberapa obat jerawat alami yang bisa digunakan, antara lain lidah buaya, ekstrak teh hijau, tea tree oil, sari cuka apel, dan sari lemon atau jeruk nipis. Obat alami jerawat tersebut diyakini memiliki sifat antiradang, antioksidan, dan antibakteri yang dapat membantu mengatasi jerawat kecil di dahi. 

3. Lakukan kompres hangat

Mengompres area dahi yang berjerawat dengan air hangat bisa menjadi cara mengobati jerawat di jidat. Langkah ini bisa membantu meredakan rasa nyeri dan tidak nyaman karena muncul jerawat di kening.Anda bisa menggunakan handuk atau kain bersih yang telah dibasahi air hangat. Lalu, tempelkan pada area dahi yang terdapat jerawat selama 15-20 menit, sebanyak tiga kali sehari.

4. Oleskan salep jerawat 

Cara menghilangkan jerawat di dahi dengan cepat adalah menggunakan salep jerawat. Jika jerawat kecil di dahi tidak begitu parah, Anda bisa membeli salep jerawat di apotek tanpa resep dokter yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilatUmumnya, penggunaan salep jerawat tersebut bisa mengobati kondisi jerawat di kening dalam 6-8 minggu pemakaian. 

5. Konsumsi antibiotik

Jika dokter kulit mendiagnosis jerawat di area dahi Anda cukup parah dan tak kunjung membaik setelah menggunakan salep jerawat tanpa resep dokter, segera periksakan masalah kulit ini dengan dokter spesialis kulit. Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan kombinasi obat-obatan tertentu. Misalnya, penggunaan benzoil peroksida dan krim  retinoid dengan krim antibiotik untuk jerawat, seperti erythromycin atau clindamycinJika belum sembuh juga, dokter mungkin akan mengubah jenis antibiotik atau komposisi obat yang digunakan. 
Penggunaan obat minum mungkin diperlukan untuk mengobati jerawat di dahi
Untuk jenis jerawat yang tergolong parah, konsumsi antibiotik mungkin diperlukan
Dokter juga mungkin akan menambah jenis obat minum, misalnya menggunakan isotretinoin.Penggunaan isotretinoin harus di bawah pengawasan dokter karena berpotensi menimbulkan efek samping yang serius, seperti mulut dan kulit yang kering, mimisan, pembengkakan pada kelopak mata dan bibir, sakit perut, hingga rambut rontok. Pastikan Anda mengonsumsi obat jerawat resep dokter sesuai dengan petunjuk yang diberikan.

6. Tindakan medis

Dokter mungkin akan menyarankan tindakan medis tertentu bila perlu sebagai cara menghilangkan jerawat di dahi dengan cepat. Jenis perawatan yang dipilih akan disesuaikan dengan keparahan kondisi jerawat di jidat Anda.Beberapa tindakan medis yang mungkin dilakukan adalah terapi laser dan chemical peeling (pengelupasan kulit). Untuk jenis jerawat yang besar dan jerawat batu, mungkin perlu dilakukan tindakan drainase atau mengeluarkan isi jerawat.

Bagaimana cara mencegah jerawat kecil di dahi agar tidak muncul kembali?

Setelah menerapkan berbagai cara menghilangkan jerawat di jidat, Anda disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan agar jerawat di jidat tidak muncul kembali di kemudian hari. Beberapa cara mencegah jerawat di jidat yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut. 

1. Konsisten menggunakan produk perawatan jerawat 

Mencoba berbagai produk jerawat baru setiap beberapa hari mungkin tampak bermanfaat. Namun, langkah ini justru dapat memperburuk jerawat. Pada dasarnya, produk perawatan jerawat membutuhkan waktu untuk bekerja. Penggunaan produk yang berbeda setiap beberapa hari dapat mengiritasi kulit Anda sehingga menyebabkan munculnya jerawat di dahi yang baru. Jadi, usahakan untuk menggunakan produk perawatan jerawat setidaknya selama 4 minggu agar mendapatkan hasil yang maksimal. Segera hentikan penggunaan jika produk perawatan jerawat menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, atau iritasi kulit.Meski menggunakan produk perawatan jerawat terlihat sangat mudah, Anda tetap perlu memahami dan mengikuti petunjuk penggunaan sebelum memakainya. Jika Anda memilih produk perawatan jerawat dari dokter kulit, maka ikuti instruksi dokter dan lakukan dengan rutin sesuai dosis yang direkomendasikan.

2. Cuci muka dua kali sehari 

Cuci muka secara rutin untuk mencegah kemunculan jerawat di dahi
Rutin mencuci muka dua kali sehari untuk mencegah kemunculan jerawat di dahi
Mencuci muka lebih dari dua kali sehari dapat mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat. Untuk hasil terbaik, dokter kulit menyarankan Anda untuk mencuci muka dua kali sehari, saat pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum tidur, serta setelah wajah berkeringat. Cuci muka secara rutin menggunakan sabun pembersih wajah yang kandungannya ringan.

3. Berhenti lakukan scrub wajah 

Jika kulit Anda terasa berminyak, berdebu atau kotor, Anda mungkin tergoda untuk melakukan scrub wajah hingga bersih. Sayang, mengeksfoliasi wajah justru dapat mengiritasi kulit yang rentan berjerawat sehingga memperparah kondisi jerawat.Hindari menggosok kulit serta memencet atau menyentuh jerawat jika Anda tidak ingin kondisi jerawat semakin parah.

4. Gunakan produk perawatan berlabel bebas minyak dan noncomedogenic

Gunakan produk bebas minyak agar terhindar dari jerawat di dahi
Oleskan produk pelembap bebas minyak
Cara mencegah jerawat di dahi adalah dengan menggunakan produk perawatan kulit dan kosmetik berlabel bebas minyak dan noncomedogenic (tidak rentan menyumbat pori-pori). Selain itu, penting pula menggunakan produk perawatan kulit dan kosmetik berlabel non-acnegenic atau tidak rentan menyebabkan jerawat. Batasi pula penggunaan produk rambut, seperti pomade atau gel rambut. Bila Anda menggunakannya, bersihkan area dahi dengan kain yang sudah dibasahi air.

5. Rutin cuci sarung bantal, topi, dan benda lain yang menyentuh kulit 

Sarung bantal dan topi merupakan dua dari sekian banyak produk yang sering bersentuhan langsung dengan wajah, terutama area dahi. Akibatnya, sel kulit mati, bakteri, dan kotoran akan mudah menumpuk di permukaannya sehingga dapat menyumbat pori.Maka dari itu, sebaiknya rutin mencuci dan mengganti sarung bantal Anda setidaknya seminggu sekali untuk mencegah penumpukan bakteri penyebab jerawat. 

6. Selalu jaga kebersihan area dahi

Anda perlu menjaga kebersihan area dahi secara rutin untuk mencegah munculnya jerawat di kening. Caranya, keramas rambut secara rutin. Jika Anda memiliki rambut berminyak, gunakan sampo yang berfungsi mengatasi rambut agar tidak berminyak.Gunakan jepit atau bandana rambut agar poni tidak menempel di kulit kening. Anda juga bisa memotong poni rambut bila terlalu panjang. Hindari pula penggunaan ikat kepala atau topi yang menutupi dahi. Jangan menyentuh wajah, termasuk area dahi, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Jika kulit Anda belum juga membaik setelah melakukan perawatan dan langkah pencegahan di atas, sebaiknya segera temui dokter kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Catatan dari SehatQ

Apabila mengalami jerawat di dahi yang sangat mengganggu dan menyakitkan, segera periksakan ke dokter spesialis kulit. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan pengobatan jerawat di kening sesuai dengan penyebabnya.Anda juga bisa konsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk bertanya lebih lanjut seputar arti jerawat di dahi dan cara mengatasinya. Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
jerawatpengobatan jerawatmasalah kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/forehead-acne
Diakses pada 7 April 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322130
Diakses pada 7 April 2020
AAD. https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/types-breakouts
Diakses pada 7 April 2020
AAFP. https://www.aafp.org/afp/2017/0601/p740.html
Diakses pada 7 April 2020
AAD. https://www.aad.org/public/diseases/acne/causes/hair-products
Diakses pada 9 Oktober 2020
AAD. https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/wont-clear
Diakses pada 9 Oktober 2020
Acta Dermato Venereologica. https://www.medicaljournals.se/acta/content/html/10.2340/00015555-0231
Diakses pada 2 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait