Mengenal Penyebab Trombosit Turun Drastis dan Cara Menanganinya


Penyebab trombosit turun drastis sangat beragam, mulai dari pengaruh kehamilan hingga kanker.

(0)
14 Oct 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab trombosit turun drastis bermacam-macamBanyak hal yang menyebabkan trombosit turun drastis
Penurunan jumlah trombosit di dalam tubuh kerap dihubungkan dengan penyakit, salah satunya demam berdarah dengue. Padahal sebetulnya, terdapat banyak hal yang menjadi penyebab trombosit turun drastis, mulai dari kehamilan hingga kanker yang menyerang sistem imun, seperti kanker sel darah putih (leukemia) dan kanker kelenjar getah bening (limfoma).Dalam dunia medis, sedikitnya kadar trombosit di dalam tubuh disebut sebagai trombositopenia. Kondisi ini terjadi ketika jumlah keping darah Anda kurang dari 150 ribu per mikroliter, sedangkan jumlah keping darah yang normal adalah 150.000 hingga 450.000 per mikroliter.Jika Anda hanya mengalami kekurangan trombosit yang tidak terlalu jauh dari angka 150.000 tersebut, Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apa pun. Namun saat jumlah trombosit sangat kurang, Anda berpotensi mengalami kegawatdaruratan medis, misalnya terjadi pendarahan di dalam tubuh (internal bleeding).

Trombosit turun karena apa?

Jumlah trombosit di dalam tubuh Anda menjadi sedikit ketika sumsum tulang kurang aktif dalam memproduksi keping darah. Selain itu, tubuh juga dapat kekurangan trombosit ketika keping darah itu sendiri terlalu cepat hancur dari waktu normal siklus keping darah sekitar 10 hari.Penurunan produksi trombosit dapat terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Pada orang dewasa, penyebab trombosit turun drastis sangat bervariasi dan dapat dilihat dari penyebab besarnya, yakni apakah sumsum tulang memproduksi terlalu sedikit keping darah ataukah trombosit itu sendiri yang hancur terlalu cepat.Penyebab trombosit turun drastis yang terjadi akibat masalah produksi pada sumsum tulang, antara lain:
  • Anemia aplastik (kelainan darah)
  • Adanya infeksi virus, misalnya HIV, Eipstein-Barr, cacar air, maupun virus demam berdarah
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kekurangan folat
  • Kekurangan zat besi
  • Efek dari kemoterapi, radiasi, atau papatan zat-zat kimia berbahaya
  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol
  • Sirosis
  • Kanker yang merusak sumsum tulang, misalnya leukemia atau limfoma
  • Myelodisplasia
Sementara, penyebab trombosit turun drastis akibat terlalu cepat hancur biasanya adalah efek samping dari obat-obatan tertentu yang Anda konsumsi, misalnya obat yang bersifat diuretik dan obat antikejang. Selain itu, penyebab trombosit turun pada orang dewasa ini bisa jadi merupakan penyakit tertentu, misalnya:
  • Kehamilan
  • Leukimia (kanker darah, sel darah putih menghancurkan trombosit)
  • Penyakit autoimun, seperti lupus dan purpura trombositopenik idiopatik, yakni ketika sistem imun menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh
  • Pembesaran limpa (hipersplenisme)
  • Adanya bakteri dalam darah
  • Purpura trombositopenik trombotik
  • Sindrom uremik hemolitik
  • Penggumpalan intravaskular diseminasi (penyumbatan pembuluh darah akibat pengentalan darah)
Untuk menemukan penyebab trombosit turun pada orang dewasa, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, misalnya melihat apakah Anda mengalami bintik merah atau lebam pada kulit. Selain itu, Anda juga akan diminta melakukan tes darah untuk menghitung jumlah trombosit.

Gejala trombosit turun yang harus diwaspadai

Saat trombosit turun, tubuh akan mengalami gejala-gejala yang dapat mengganggu aktivitas keseharian, di antaranya:
  • Munculnya memar berwarna merah atau ungu (purpura)
  • Ruam dengan bintik-bintik merah atau ungu
  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Perdarahan luka yang berdurasi lama atau tidak berhenti
  • Darah menstruasi yang banyak
  • Perdarahan dari rektum
  • Darah pada feses dan urine.
Dalam kasus yang lebih parah, perdarahan internal dapat terjadi. Gejalanya meliputi darah pada feses dan urine, hingga muntah darah.Jika gejala-gejala trombosit turun di atas Anda rasakan, segeralah datang ke dokter untuk meminta perawatan medis.

Apa yang harus dilakukan jika trombosit turun?

Cara menaikkan jumlah trombosit akan sangat bergantung pada penyebab trombosit turun yang Anda alami. Jika trombosit hanya berkurang sedikit dari jumlah normal, dokter biasanya hanya akan merekomendasikan Anda melakukan berbagai langkah pencegahan agar kondisi tidak bertambah parah, misalnya:
  • Tidak melakukan aktivitas berat yang berisiko menyebabkan Anda mengalami memar atau pendarahan.
  • Menunda kegiatan olahraga, terutama yang rentan cedera.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu, misalnya aspirin dan ibuprofen, yang dapat memengaruhi jumlah keping darah di dalam tubuh.
Untuk membantu menaikkan kembali jumlah trombosit yang menurun, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan folat, vitamin B12, C, D, dan K, serta makan yang mengandung zat besi. Nutrisi tersebut juga bisa Anda dapatkan dalam bentuk suplemen.Sebaliknya, hindari juga makanan atau minuman tertentu, misalnya makanan/minuman yang mengandung alkohol serta pemanis buatan. Mengonsumsi atau menghindari makanan/minuman ini juga dapat dilakukan untuk mencegah jumlah trombosit di dalam tubuh Anda berada di bawah normal.Jika penyebab trombosit turun drastis yang Anda alami adalah penyakit tertentu, dokter akan melakukan sejumlah langkah penanganan, seperti misalnya transfusi darah.Selain itu, Anda bisa saja diberi obat berupa kortikosteroid untuk menangkis antibodi yang menyerang keping darah atau melakukan operasi pengangkatan sumsum tulang sebagai langkah terakhir.
trombosittrombositopenia
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thrombocytopenia/symptoms-causes/syc-20378293
Diakses pada 11 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/thrombocytopenia-causes-treatment
Diakses pada 11 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/thrombocytopenia
Diakses pada 11 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314123.php
Diakses pada 11 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322937.php
Diakses pada 11 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait