logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Trombosit Tinggi, Ketahui Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

open-summary

Penyebab trombosit tinggi bisa berupa infeksi, perdarahan akut, hingga mutasi genetik yang memicu produksi berlebihan di sumsum tulang. Cari tahu lengkapnya di sini.


close-summary

30 Sep 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

penyebab trombosit tinggi

Ada berbagai macam penyebab trombosit tinggi yang perlu Anda waspadai

Table of Content

  • Apa itu trombosit tinggi (trombositosis)?
  • Apa saja penyebab trombosit tinggi?
  • Bagaimana cara mendiagnosis penyebab trombosit tinggi?
  • Cara menurunkan trombosit tinggi
  • Komplikasi yang mungkin terjadi

Memiliki kadar trombosit normal di dalam tubuh adalah hal yang penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Pasalnya jika trombosit tinggi, risiko darah kental atau menggumpal jadi lebih tinggi. Troombosit yang terlalu tinggi dapat membuat Anda berisiko lebih besar mengalami stroke, serangan jantung, maupun penggumpalan darah di pembuluh arteri dan vena. 

Advertisement

Apa saja penyebab trombosit tinggi? Bagaimana pula cara menurunkannya? Simak selengkapnya dalam artikel ini. 

Apa itu trombosit tinggi (trombositosis)?

Trombosit tinggi, alias trombositosis, adalah kondisi ketika jumlah trombosit di dalam tubuh di atas normal. Umumnya, trombosit normal berkisar antara 100.000-400.000 keping darah.

Trombosit adalah sel darah yang berfungsi untuk proses pembekuan darah. Biasanya, proses ini terjadi ketika tubuh sedang mengalami luka, sehingga trombosit membekukan darah agar tidak terjadi perdarahan.

Akan tetapi, jumlah trombosit yang terlalu tinggi justru dapat meningkatkan risiko pengentalan atau penggumpalan darah.

Apa saja penyebab trombosit tinggi?

no caption
Hati-hati, infeksi bisa timbulkan trombosit tinggi.

Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Ketika produksi trombosit di sumsum tulang berlebihan, Anda akan mengalami trombositosis.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab trombosit tinggi (trombositosis), antara lain:

1. Perdarahan akut

Penyebab kadar trombosit tinggi yang pertama adalah perdarahan akut. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Dengan demikian, perdarahan bisa segera berhenti.

Sumsum tulang normalnya memang akan memproduksi lebih banyak trombosit dari biasanya ketika Anda tengah mengalami pendarahan akut atau kehilangan darah dalam jumlah banyak dalam waktu cepat. Ini dapat terjadi di perdarahan dalam ataupun perdarahan luar.

2. Anemia hemolitik

Anemia hemolitik juga bisa menjadi penyebab trombositosis. Anemia hemolitik terjadi saat tubuh menghancurkan sel darah merah lebih cepat daripada kemampuan sumsum tulang belakang dalam memproduksinya.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kelainan darah atau penyakit autoimun.

3. Peradangan

Peradangan yang dapat membuat Anda mengalami trombosit tinggi antara lain arthritis reumatoid, sarkoidosis, atau penyakit peradangan usus. Trombosit biasanya akan kembali normal jika peradangan ini ditangani hingga sembuh.

4. Infeksi

Infeksi adalah salah satu penyebab trombosit tinggi pada anak-anak maupun orang dewasa. Kenaikan jumlah trombosit akibat infeksi pun bisa sangat ekstrem, yakni hingga 1 juta sel per mikroliter.

Kendati demikian, kebanyakan orang tidak mengalami gejala apapun (asimtomatis) saat mengalaminya. Kenaikan jumlah trombosit pun bisa berangsur normal kembali, dalam waktu yang relatif lama hingga beberapa minggu.

5. Defisiensi zat besi

no caption
Trombosit tinggi sering terjadi pada pengidap anemia.

Trombositosis juga kerap ditemukan pada penderita anemia defisiensi zat besi, meskipun penyebab pastinya belum diketahui. Untungnya, kadar trombosit bisa kembali normal jika pasien anemia ini mengonsumsi suplemen zat besi.

6. Kelainan atau kehilangan limpa

Trombosit juga disimpan di limpa. Ketika limpa mengalami kerusakan (asplenia fungsional) atau rusak kemudian diangkat melalui operasi splenektomi, maka tidak ada lagi organ yang menampung sebagian trombosit di dalam tubuh.

Maka dari itu, operasi pengangkatan limpa juga bisa menjadi penyebab terjadinya trombosit tinggi.

Sebagian besar pasien hanya mengalami efek ringan hingga sedang. Namun 5% pasien mengalami komplikasi berat yang sampai mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah akibat naiknya kadar trombosit ini.

7. Kanker

Trombositosis juga bisa menjadi efek sekunder ketika sel kanker berkembang di tubuh atau disebut trombositosis paraneoplastik. Kondisi ini lebih sering terjadi pada tumor padat, seperti kanker paru-paru, karsinoma hepatoseluler (hati), kanker ovarium, dan kanker kolorektal, serta pada pasien leukemia myelogenous kronis (CML).

8. Kelainan genetik

Dalam kasus yang langka, penyebab trombosit tinggi lainnya terjadi karena kelainan genetik di dalam pembentukan trombosit itu sendiri. Kondisi ini dinamakan trombositemia primer, trombositemia esensial atau trombositosis primer.

Trombositemia primer biasanya terjadi pada usia di atas 50 tahun atau beberapa wanita dengan umur lebih muda.

Kondisi trombosit tinggi ini bukam faktor keturunan, melainkan adanya mutasi gen (somatik) yang membuat sumsum tulang memproduksi trombosit dalam jumlah banyak dan berlebihan.

Kadang kala, tidak ditemukan mutasi genetik pada penderita trombositemia primer.

Namun di beberapa kasus, kondisi ini juga bisa diturunkan kepada anak atau disebut trombositemia esensial familial dengan peluang 50% pada setiap anak yang menjadi keturunannya.

Baca Juga

  • Jumlah Trombosit Normal dan Dampaknya Jika Terlalu Tinggi atau Rendah
  • Perbedaan Perut Kembung Masuk Angin dan Hamil, Ini Cara Mengetahuinya!
  • Langkah Pertolongan Pertama Sesak Napas, untuk Diri Sendiri dan Orang Lain

Bagaimana cara mendiagnosis penyebab trombosit tinggi?

no caption
Tes darah lengkap penting untuk ketahui pemicu trombosit tinggi.

Dokter melakukan diagnosis awal trombositosis lewat tes fisik berupa pemeriksaan limpa. Jika limpa membesar atau bengkak, apalagi disertai gejala lain seperti memar dan mimisan, bisa jadi Anda sedang mengalami trombosit tinggi.

Untuk memastikannya, dokter akan meminta Anda menjalani tes darah lengkap untuk menghitung jumlah trombosit.

Jika nilainya tinggi, Anda akan diminta untuk mengulangi tes tersebut beberapa hari kemudian, demi melihat potensi penyebab naiknya trombosit yang membahayakan kesehatan.

Sementara itu, untuk memastikan keberadaan trombositosis primer atau sekunder, dokter bisa merekomendasikan biopsi maupun tes genetik.

Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan pemeriksaan terhadap penyebab trombosit tinggi yang tepat.

Cara menurunkan trombosit tinggi

Mayo Clinic menjelaskan, cara menurunkan trombosit yang tinggi akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi trombositosis:

  • Jika Anda mengalami kehilangan darah akibat operasi atau cedera, jumlah trombosit tinggi akan menurun dengan sendirinya, seiring dengan perdarahan dihentikan.
  • Trombosit tinggi akibat peradangan atau infeksi kronis, kemungkinan akan tetap tinggi sampai kondisi terkendali. Sel darah akan kembali normal setelah penyebabnya teratasi.
  • Apabila telah melakukan splenektomi, Anda mungkin akan mengalami trombositosis seumur hidup. Namun, kondisi ini kemungkinan besar tidak memerlukan perawatan.

Perawatan trombositemia esensial

Selain karena kondisi di atas, ada kondisi trombosit tinggi yang disebut sebagai trombositemia esensial. Trombositemia esensial umumnya tidak memunculkan gejala, sehingga tidak perlu perawatan selama kondisinya stabil.

Untuk menurunkan risiko kesehatan akibat trombosit yang tinggi, dokter mungkin akan menyarankan Anda mengonsumsi aspirin dosis rendah (atau obat pengencer darah) setiap harinya. Sebab, trombosit tinggi memperbesar risiko Anda mengalami pembekuan darah. Jangan minum aspirin tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, Anda mungkin perlu minum obat atau menjalani prosedur untuk menurunkan jumlah trombosit, apabila:

  • Memiliki riwayat penggumpalan darah atau perdarahan
  • Mempunyai faktor risiko penyakit jantung
  • Usia di atas 60 tahun
  • Jumlah trombosit lebih dari 1 juta

Untuk mengatasi trombositemia esensial, obat-obatan seperti hidroksiurea atau anagrelide berfungsi menekan produksi trombosit oleh sumsum tulang. Biasanya, Anda perlu mengonsumsinya tanpa batas waktu yang ditentukan.

Komplikasi yang mungkin terjadi

Sering kali, trombosit tinggi tidak menimbulkan komplikasi. Namun, salah satu akibat dari kadar trombosit di atas normal adalah risiko pembekuan darah yang meningkat.

Pembekuan darah ini dapat menciptakan gumpalan darah. Gumpalan darah ini dapat terbentuk pada bagian lengan, kaki, atau bahkan otak sehingga menyebabkan stroke. Kondisi ini dapat menurunkan aliran darah, sehingga mengakibatkan:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Stroke
  • Mati rasa
  • Kejang

Saat Anda mengalami peningkatan kadar trombosit dan khawatir akan komplikasi dari pembekukan darah, konsultasikan segera dengan dokter.

Ketahui lebih lanjut mengenai penyebab serta cara menurunkan trombosit tinggi. Anda juga bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

trombosissel darahtrombositemia dan trombositosistrombositsel darah merahpenyakit

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved