Pembengkakan testis disertai rasa nyeri dan terdapat banyak penyebabnya
Testis bengkak dapat mengindikasikan adanya hidrokel.

Pembengkakan testis sering menyebabkan rasa khawatir. Kondisi ini dapat disertai rasa nyeri ataupun tidak. Tidak hanya testis, kantong pembungkus testis, yang dikenal sebagai skrotum, ternyata juga dapat membengkak.

Terdapat banyak penyebab testis dan/atau skrotum membengkak, misalnya reaksi radang akibat infeksi, trauma, atau pertumbuhan sel abnormal tumor. Jika Anda mengalami testis bengkak, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Jika pembengkakan disertai rasa nyeri, Anda harus berkonsultasi segera untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Penyebab Testis Bengkak

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan testis bengkak:

1. Trauma

Sekitar 85% kasus trauma pada testis adalah trauma tumpul, seperti pada cedera olahraga, pukulan atau tendangan langsung, kecelakaan berkendara, atau terjepit. Trauma menyebabkan pembengkakan dan lebam pada testis dan skrotum. Cedera yang lebih berat membutuhkan penanganan segera.

2. Torsio Testis

Torsio testis adalah kegawatan yang membutuhkan tindakan operasi segera. Testis di dalam skrotum terpuntir sehingga menyumbat aliran darah. Jika dibiarkan, maka sel-sel testis dan skrotum tidak mendapatkan asupan darah dan berakhir pada kematian sel. Selain pembengkakan testis, kondisi ini juga menyebabkan nyeri hebat pada testis. Torsio testis dapat terjadi pada pria semua umur, tetapi paling sering pada bayi baru lahir dan anak laki-laki usia 12-18 tahun.

3. Tumor Testis

Pembesaran testis akibat tumor biasanya tidak disertai dengan nyeri. Pembengkakan ini biasanya terjadi pada salah satu testis saja. Namun, kondisi ini akan berangsur memburuk dengan gejala yaitu nyeri pada testis, dan punggung belakang, dan penurunan berat badan yang drastis.

4. Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah balik vena pada testis. Varikokel dikaitkan dengan penurunan kesuburan pria. Varikokel dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu varikokel kecil, sedang, dan besar. Varikokel berukuran besar yang secara nyata menyebabkan pembengkakan testis. Sekitar 80-90% varikokel terjadi pada testis kiri.

5. Orkitis

Radang pada testis paling sering disebabkan oleh infeksi. Orkitis dapat merupakan gejala penyakit menular seksual akibat infeksi gonorrhea, klamidia, dan sifilis. Pada anak laki-laki, orkitis dapat disebabkan oleh penyakit gondongan (mumps). Orkitis juga seringkali terjadi bersamaan dengan epididymitis atau infeksi saluran yang membawa sperma pada testis.

6. Hidrokel

Hidrokel adalah pembesaran skrotum akibat penumpukan cairan pada lapisan pembungkus testis. Kondisi ini biasanya dapat hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan nyeri.

7. Hernia

Hernia seringkali menyertai hidrokel. Hernia (inguinalis) adalah keadaan di mana sebagian usus halus turun dari rongga abdomen, masuk ke dalam skrotum. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan dan membutuhkan operasi karena usus berisiko terjepit.

8. Epididimitis

Epididimitis adalah struktur menyerupai pipa pada testis yang berfungsi sebagai jalur keluarnya sperma dari testis. Radang pada epididimitis dapat menyebabkan pembengkakan. Penyebab epididimitis antara lain: infeksi, kelainan bentuk saluran kencing dan alat kelamin, atau pembesaran prostat.

9. Gagal Jantung atau Gagal Ginjal

Dalam kondisi jantung tidak mampu memompa darah dengan baik (gagal jantung), aliran darah dalam tubuh terganggu sehingga terjadi penumpukan cairan. Gangguan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan penumpukan cairan karena terganggunya fungsi pembuangan cairan. Penumpukan cairan dapat terjadi, terutama pada bagian tubuh yang jaringannya bersifat longgar, seperti pada skrotum. Penumpukan cairan ini menyebabkan pembengkakan.

10. Abses Skrotum

Pembentukan abses (kantong berisi nanah) pada skrotum biasanya diawali dengan infeksi pada kulit skrotum, misalnya folikel rambut skrotum yang mengalami infeksi, atau dapat juga infeksi pada luka di kulit skrotum. Abses skrotum juga dapat diawali dengan penyakit menular seksual. Skrotum tampak membengkak dan kemerahan, dapat disertai gejala lain seperti frekuensi (keinginan untuk berkemih yang sering), urgensi (perasaan seperti ingin berkemih yang tidak dapat ditahan), nyeri ketika berkemih, dan keluarnya cairan dari penis

Medicinenet. https://www.medicinenet.com/swollen_testicles/symptoms.htm
Diakses pada April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/swelling-of-scrotum
Diakses pada April 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/438591-overview#a8
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/men/inflammation-testicle-orchitis#1-2
Diakses pada April 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1949750-overview
Diakses pada April 2019

 

Reviewed by dr. Karlina

Artikel Terkait

Banner Telemed