Muntah darah dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi.
Seseorang dikatakan muntah darah apabila jumlah darah yang keluar cukup banyak, dan berwarna merah terang.

Muntah darah atau yang dalam istilah kedokteran disebut hematemesis, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis, mulai dari yang ringan hingga berat. Jika Anda pernah mengalami muntah yang hanya disertai sedikit bercak darah, maka kondisi tersebut belum dapat disebut sebagai muntah darah.

Seseorang dikatakan muntah darah apabila jumlah darah yang keluar cukup banyak, dan berwarna merah terang. Darah yang keluar juga dapat disertai gumpalan-gumpalan kecil berwarna kehitaman, dengan tekstur dan warna yang serupa bubuk kopi. Hal ini menandakan bahwa darah tersebut telah berada di dalam perut dalam waktu yang lama.

Penanganan untuk kondisi ini akan disesuaikan dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, muntah darah bukan merupakan suatu kondisi yang berbahaya. Namun tidak jarang, muntah darah menjadi tanda suatu penyakit serius yang sebenarnya Anda derita.

Penyebab Muntah Darah yang Umum

Muntah darah dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi, mulai dari penyakit, cedera, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Berikut ini kondisi ringan yang dapat menyebabkan muntah darah.

1. Mimisan:

Saat mimisan, ada kemungkinan darah ikut mengalir masuk ke dalam tubuh secara tidak sengaja.

2. Iritasi:

Iritasi maupun robekan pada kerongkongan akibat batuk kronis maupun muntah, bisa menyebabkan muntah darah.

3. Benda asing:

Benda asing yang tidak sengaja tertelan, dapat mengakibatkan muntah darah.

Muntah darah juga dapat disebabkan oleh gangguan, seperti ulkus atau luka pada lambung, serta penyakit seperti radang lambung dan radang pankreas. Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi sebagai efek samping dari obat seperti aspirin atau obat golongan Non Steroidal Anti-Inflamatory Drugs (NSAID).

Pada kondisi yang lebih serius, muntah darah dapat terjadi karena:

Meski dapat disebabkan oleh kondisi yang ringan, Anda tetap disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter, apabila mengalami muntah darah. Muntah darah juga dapat menjadi kondisi darurat, terutama apabila disertai dengan pusing atau sesak napas, bahkan hingga pingsan.

Perawatan untuk Muntah Darah

Jika Anda mengalami muntah darah, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Selama pemeriksaan, dokter akan melihat tanda-tanda vital seperti tekanan darah. Apabila tekanan darah Anda rendah, dokter akan menstabilkannya, sebagai langkah awal perawatan.

Dokter juga akan mencari tahu kemungkinan adanya komplikasi lain, jika Anda kesulitan bernapas.Pada beberapa kasus, orang yang mengalami muntah darah juga memerlukan transfusi darah, alat bantu napas, obat tekanan darah, infus, obat untuk menurunkan kadar asam lambung, hingga operasi.

Setelah kondisi dianggap stabil, barulah dokter akan mencari penyebab pasti muntah darah yang dialami. Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, di antaranya:

  • Tes darah untuk melakukan pemeriksaan hitung darah lengkap, pemeriksaan kimia darah, dan fungsi penggumpalan darah
  • Pemeriksaan fungsi hati
  • Pemeriksaan rontgen
  • Pemeriksaan untuk melihat perdarahan pada saluran cerna
  • Pemeriksaan rektum (anus)
  • Memasukkan selang dari lubang hidung menuju lambung, untuk memeriksa penyebab perdarahan
  • Melakukan pemeriksaan EGD Esophagogastroduodenoscopy (EGD), untuk melihat sumber perdarahan di saluran cerna atas.

Setelah mengetahui penyebab pasti dari muntah darah yang Anda alami, dokter akan mulai menyusun rencana perawatan yang tepat, untuk mengatasi gejala dan kondisi lain yang menjadi penyebabnya.  

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vomiting-blood
Diakses pada 1 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314031.php
Diakses pada 1 April 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17708-vomiting-blood/care-and-treatment
Diakses pada 1 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed