Telinga Sakit Bisa Jadi Tanda Penyakit, Begini Cara Mengatasinya


Meski umum terjadi pada anak-anak, telinga sakit juga dapat dialami orang dewasa. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan keluhan ini, di antaranya otitis media, gendang telinga pecah, hingga sakit gigi.

0,0
21 Dec 2019|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Telinga sakit bisa disebabkan oleh penyakit telinga maupun efek dari kondisi lainnyaMeski kebanyakan terjadi pada anak-anak, telinga sakit juga bisa menyerang orang dewasa
Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami sakit pada telinga. Pada umumnya, keluhan ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.Meski demikian, penyebab telinga sakit tetap perlu diketahui agar pengobatan yang tepat bisa diperoleh dan tidak kambuh di kemudian hari.

Penyebab telinga sakit yang perlu dikenali

Membersihkan telinga dengan cotton bud bisa membuat telinga sakit karena kotoran yang menumpuk
Membersihkan telinga menggunakan cotton bud bisa memicu telinga sakit
Sekilas, sakit pada telinga memang tampak sepele. Tapi pada kondisi tertentu, gejala ini bisa sangat mengganggu dan harus ditangani dengan bantuan dokter. Oleh sebab itu, penyebabnya mesti diketahui dengan saksama.Berikut beberapa penyebab telinga sakit yang paling umum:

1. Penumpukan kotoran telinga

Salah satu penyebab paling umum dari kondisi ini adalah menumpuknya kotoran telinga. Kotoran dapat menumpuk jika Anda jarang membersihkan telinga. Membersihkan telinga menggunakan cotton bud juga bisa membuat kotoran justru semakin menumpuk.Pasalnya, cotton bud hanya akan mendorong serumen masuk lebih jauh ke saluran telinga dan bisa menimbulkan penyumbatan. Jika terjadi penyumbatan, sakit pada telinga dan gatal dapat Anda rasakan. Infeksi maupun kehilangan pendengaran untuk sementara pun bisa muncul.Jika Anda mencurigai sakit pada telinga disebabkan oleh penumpukan seruman dan penggunaan cotton bud, segera temui dokter. Bila penyebabnya memang penyumbatan akibat kotoran telinga, dokter akan mengeluarkannya dan membersihkan saluran telingat dengan alat khusus.

2. Perubahan tekanan udara

Salah satu tugas telinga adalah menjaga tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga agar tetap seimbang. Saat Anda berada dalam kondisi tertentu, perubahan tekanan udara yang tiba-tiba mungkin saja terjadi. Misalnya, naik lift atau pesawat. Sebagai akibatnya, sakit pada telinga atau sulit mendengar bisa saja Anda alami.Apabila telinga yang sakit terjadi karena perubahan tekanan udara saat naik pesawat, Anda dapat mencegahnya dengan:
  • Menguap atau menelan ludah saat pesawat lepas landas dan mendarat.
  • Mengunyah permen karet atau mengemut permen.
  • Menarik napas dalam-dalam, menahan napas dengan memencet cuping hidung, lalu menghembuskan udara keluar melalui hidung.
  • Jangan naik pesawat saat sedang pilek, alergi, atau mengalami infeksi sinus. Jika terpaksa kunyah permen karet dapat membantu.

3. Otitis eksterna

Otitis eksterna adalah infeksi pada telinga bagian luar, yaitu lubang hingga saluran telinga sebelum gendang telinga. Kondisi ini paling sering terjadi karena air yang terperangkap di dalam saluran telinga, misalnya setelah Anda mandi atau berenang.Air yang terjebak akan membuat telinga bagian dalam menjadi lembap, sehingga kuman-kuman mudah berkembang biak. Gejala otitis eksterna umumnya meliputi:
  • Telinga sakit ketika Anda tidak sengaja menarik daun telinga.
  • Telinga yang tampak memerah.
  • Telinga yang bengkak, gatal.
  • Penurunan kemampuan dengar.
  • Keluar cairan dari telinga. Cairan bisa bening maupun nanah.
Otitis eksterna yang tergolong ringan bisa hilang tanpa penanganan khusus. Tetapi jika keluan tak kunjung sembuh, obat tetes telinga yang mengandung antibiotik untuk mengatasinya. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

4. Otitis media

Alergi, flu, dan infeksi sinus bisa memicu terjadinya otitis media atau infeksi telinga bagian tengah. Pasalnya, ketiga penyakit ini dapat menyumbat berbagai organ di telinga tengah, salah satunya tuba Eustachius karena penumpukan cairan.Penanganan otitis media tergantung dari penyebabnya. Jika dipicu oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Apabila penyebabnya bukan bakteri, dokter mungkin memberikan obat dekongestan yang dikombinasikan dengan antihistamin dan obat semprot hidung.Gejalanya adalah nyeri telinga, benjolan di belakang telinga, demam, dan keluar cairan kuning dari telinga. Bila gejala tidak juga berkurang atau malah semakin parah, Anda perlu kembali ke dokter untuk memeriksakannya.

5. Gendang telinga pecah

Telinga sakit juga bisa disebabkan oleh pecahnya gendang telinga. Selain rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba, biasanya gendang telinga pecah juga bisa menyebabkan gejala lain, seperti hilangnya pendengaran, suara berdengung di telinga, vertigo, mual, hingga muntah.

Penyebab telinga sakit lainnya

Sakit gigi juga bisa menjadi penyebab telinga sakit
Sakit gigi juga bisa memicu telinga sakit
Ada sederet gangguan medis lain yang bisa menyebabkan gejala telinga sakit. Beberapa di antaranya meliputi saluran:
  • Sakit gigi

Ya, sakit gigi dapat berkaitan dengan telinga Anda yang sakit. Pasalnya, saraf-saraf pada wajah dan leher terhubung dengan telinga bagian dalam. 
  • Tonsilitis dan faringitis

Tosilitis adalah peradangan pada tonsil. Orang Indonesia mungkin lebih mengenalnya dengan istilah radang amandel. Sementara faringitis adalah peradangan pada faring, yakni bagian tenggorokan yang menghubungkan bagian belakang mulut dengan rongga belakang hidung.Selain sakit tenggorokan yang parah, kedua penyakit tersebut juga dapat menyebabkan sakit pada telinga.
  • Gangguan pada sendi temporomandibular

Sendi temporomandibular menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Kebiasaan menggeretakkan gigi atau kondisi arthritis bisa menyebabkan gangguan pada sendi ini.Rasa sakit di telinga akibat gangguan sendi temporomandibular atau sering disingkat TMJ ini, biasanya muncul setelah Anda mengunyah, berbicara, atau menguap.Untuk mengetahui penyebab di balik telinga sakit yang Anda rasakan, periksakanlah telinga Anda ke dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat guna sekaligus mengajarkan Anda agar tidak kembali mengalaminya.

Cara mengatasi telinga sakit di rumah

Mengunyah permen karet bisa kurangi tekanan di telinga yang sakit
Mengunyah permen karet bisa redakan telinga sakit sementara waktu
Penyebab telinga sakit yang sangat beragam membuat penanganan untuk kondisi ini pun bisa berbeda-beda. Tentu, langkah yang paling tepat adalah dengan memeriksakannya ke dokter THT. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan rasa sakit yang muncul sementara.Berikut ini beberapa langkah sederhana yang dapat digunakan untuk mengurangi sakit pada telinga hingga Anda memiliki waktu untuk memeriksakan diri ke dokter.
  • Kompres telinga dengan kain dingin
  • Sebisa mungkin hindari telinga basah 
  • Duduk tegak untuk mengurangi tekanan di telinga
  • Gunakan obat tetes telinga untuk mengurangi rasa nyeri
  • Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol
  • Mengunyah permen karet untuk mengurangi tekanan pada telinga.
Sebagian orang percaya bahwa menggunakan bawang putih dapat membantu mengatasi sakit telinga. Namun, tentu saja cara ini tidak dapat dijadikan sebagai pengobatan utama.

Kapan telinga sakit harus segera diperiksakan ke dokter?

Kondisi sakit pada telinga baiknya langsung segera diperiksakan ke dokter guna mengetahui penyebabnya sebelum kondisi bertambah parah. Namun, ada beberapa gejala yang membuat pemeriksaan kondisi ini benar-benar tidak bisa ditunda dan harus dilakukan segera, yaitu:
  • Demam
  • Sakit telinga yang parah namun tiba-tiba berhenti dengan sendirinya
  • Pusing yang parah
  • Pembengkakan di sekitar telinga
  • Otot-otot wajah seketika kendur atau terlihat menurun
  • Keluar darah atau nanah dari telinga

Cara mencegah telinga sakit

Beberapa penyebab nyeri pada telinga sebenarnya bisa dicegah. Untuk menghindari sakit pada telinga, berikut hal yang bisa Anda lakukan:
  • Bagi Anda yang memiliki gangguan sinus, hindari merokok atau terpapar asap rokok.
  • Jika alergi adalah pemicu telinga sakit, ketahui apa pemicu alergi Anda dan jauhi sebisa mungkin.
  • Hindari menyetel musik keras-keras, terutama saat Anda mengggunakan earphone atau headphone.
  • Bagi Anda yang bekerja di lingkungan berisik, pertimbangkan untuk memakai sumbat telinga (earplug) atau headphone peredam suara.
  • Jangan membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat pengorek lainnya.
  • Bila ingin membersihkan telinga, pergilah ke dokter THT. Telinga umumnya tidak perlu dibersihkan, kecuali jika jumlah serumen sangat banyak dan memicu penyumbatan.
  • Bila Anda ingin berenang, jangan lupa untuk menggunakan ear plug atau topi renang yang menutup hingga ke telinga.
  • Segera keringkan telinga Anda setelah berenang, mandi, atau berendam. Anda bisa melakukannya dengan cara menggoyang cuping telinga sambil memiringkan kepala ke bawah ke arah bahu.
Mengalami sakit pada telinga tentu membuat Anda tidak nyaman. Meski keluhan ini bisa hilang dengan sendirinya, Anda tetap harus waspada dan memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit tidak kunjung reda.Dokter akan membantu Anda untuk mendeteksi penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda. Jadi jangan menunggu sampai sakit bertambah parah untuk memeriksakannya ke dokter THT.
infeksi telingaradang telingaradang telinga tengahpenyakit telingaotitis eksternaotitis media
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/why-does-ear-hurt#1
Diakses pada 21 Desember 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/ear-pain/guide/
Diakses pada 21 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/earache#symptoms
Diakses pada 28 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/syc-20351879#:~:text=Signs%20and%20symptoms%20of%20a,Hearing%20loss
Diakses pada 25 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait