Penyebab Telinga Sakit Tak Cuma Penyakit Telinga, Ini Penjelasannya

Telinga sakit bisa disebabkan oleh penyakit telinga maupun efek dari kondisi lainnya
Meski kebanyakan terjadi pada anak-anak, telinga sakit juga bisa menyerang orang dewasa

Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa terkena telinga sakit. Pada umumnya, keluhan ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Meski demikian, penyebab pasti dari sakit pada telinga tetap perlu diketahui agar pengobatan yang tepat bisa diperoleh dan tidak kambuh di kemudian hari.

Apa saja penyebab telinga sakit?

Sekilas, telinga sakit memang tampak sepele. Tapi pada kondisi tertentu, gejala ini bisa sangat mengganggu dan harus ditangani dengan bantuan dokter. Oleh sebab itu, penyebabnya mesti diketahui dengan saksama.

Berikut beberapa penyebab telinga sakit yang paling umum:

  • Penumpukan kotoran telinga

Tahukah Anda, kotoran telinga atau serumen berfungsi melindungi telinga dari masuknya debu dan partikel-partikel kecil lainnya? Anda mungkin selalu tergoda untuk membersihkannya dengan cotton bud, padahal langkah ini sangat tidak disarankan.

Mengorek kotoran telinga dengan cotton bud hanya akan mendorong serumen masuk lebih jauh ke saluran telinga dan bisa menimbulkan penyumbatan. Jika terjadi penyumbatan, telinga sakit dan gatal dapat Anda rasakan. Infeksi maupun kehilangan pendengaran untuk sementara pun bisa muncul.

Jika Anda mencurigai telinga sakit disebabkan oleh penumpukan seruman dan penggunaan cotton bud, segera temui dokter. Bila penyebabnya memang penyumbatan akibat kotoran telinga, dokter akan mengeluarkannya dan membersihkan saluran telingat dengan alat khusus.

  • Perubahan tekanan udara

Salah satu tugas telinga adalah menjaga tekanan udara pada kedua sisi gendang telinga agar tetap seimbang. 

Saat Anda berada dalam kondisi tertentu, perubahan tekanan udara yang tiba-tiba mungkin saja terjadi. Misalnya, naik lift atau pesawat. Sebagai akibatnya, telinga sakit atau sulit mendengar bisa saja Anda alami.

Apabila telinga sakit terjadi karena perubahan tekanan udara saat naik pesawat, Anda dapat mencegahnya dengan:

  • Menguap atau menelan ludah saat pesawat lepas landas dan mendarat.
  • Mengunyah permen karet atau mengemut permen.
  • Menarik napas dalam-dalam, menahan napas dengan memencet cuping hidung, lalu menghembuskan udara keluar melalui hidung.
  • Jangan naik pesawat saat sedang pilek, alergi, atau mengalami infeksi sinus. Jika terpaksa kunyah permen karet dapat membantu.
  • Otitis eksterna

Otitis eksterna adalah infeksi pada telinga bagian luar, yaitu lubang hingga saluran telinga sebelum gendang telinga. Kondisi ini paling sering terjadi karena air yang terperangkap di dalam saluran telinga, misalnya setelah Anda mandi atau berenang.

Air yang terjebak akan membuat telinga bagian dalam menjadi lembap, sehingga kuman-kuman mudah berkembang biak. Gejala otitis eksterna umumnya meliputi:

  • Telinga sakit ketika Anda tidak sengaja menarik daun telinga.
  • Telinga yang tampak memerah.
  • Telinga yang bengkak, gatal.
  • Penurunan kemampuan dengar.
  • Keluar cairan dari telinga. Cairan bisa bening maupun nanah.

Otitis eksterna yang tergolong ringan bisa hilang tanpa penanganan khusus. Tetapi jika keluan tak kunjung sembuh, obat tetes telinga yang mengandung antibiotik untuk mengatasinya. Obat ini hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

  • Otitis media

Alergi, flu, dan infeksi sinus bisa memicu terjadinya otitis media atau infeksi telinga bagian tengah. Pasalnya, ketiga penyakit ini dapat menyumbat berbagai organ di telinga tengah.

Penanganan otitis media tergantung dari penyebabnya. Jika dipicu oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Apabila penyebabnya bukan bekteri, dokter mungkin memberikan obat dekongestan yang dikombinasikan dengan antihistamin dan obat semprot hidung.

Gejalanya adalah nyeri telinga, demam, dan keluar cairan kuning dari telinga. Bila gejala tidak juga berkurang atau malah semakin parah, Anda perlu kembali ke dokter untuk memeriksakannya.

Telinga sakit tak hanya karena penyakit telinga

Ada sederet gangguan medis lain yang bisa menyebabkan gejala telinga sakit. Beberapa di antaranya meliputi saluran:

  • Sakit gigi

Ya, sakit gigi dapat berkaitan dengan telinga Anda yang sakit. Pasalnya, saraf-saraf pada wajah dan leher terhubung dengan telinga bagian dalam. 

  • Tonsilitis dan faringitis

Tosilitis adalah peradangan pada tonsil. Orang Indonesia mungkin lebih mengenalnya dengan istilah radang amandel. Sementara faringitis adalah peradangan pada faring, yakni bagian tenggorokan yang menghubungkan bagian belakang mulut dengan rongga belakang hidung.

Selain sakit tenggorokan yang parah, kedua penyakit tersebut juga dapat menyebabkan telinga sakit.

  • Gangguan pada sendi temporomandibular

Sendi temporomandibular menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Kebiasaan menggeretakkan gigi atau kondisi arthritis bisa menyebabkan gangguan pada sendi ini.

Rasa sakit di telinga akibat gangguan sendi temporomandibular atau sering disingkat TMJ ini, biasanya muncul setelah Anda mengunyah, berbicara, atau menguap.

Untuk mengetahui penyebab di balik telinga sakit yang Anda rasakan, periksakanlah telinga Anda ke dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan). Dokter bisa memberikan pengobatan yang tepat guna sekaligus mengajarkan Anda agar tidak kembali mengalaminya.

Bagaimana cara mencegah telinga sakit?

Beberapa penyebab nyeri pada telinga sebenarnya bisa dicegah. Berikut contohnya:

  • Bagi Anda yang memiliki gangguan sinus, hindari merokok atau terpapar asap rokok.
  • Jika alergi adalah pemicu telinga sakit, ketahui apa pemicu alergi Anda dan jauhi sebisa mungkin.
  • Hindari menyetel musik keras-keras, terutama saat Anda mengggunakan earphone atau headphone.
  • Bagi Anda yang bekerja di lingkungan berisik, pertimbangkan untuk memakai sumbat telinga (earplug) atau headphone peredam suara.
  • Jangan membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat pengorek lainnya.
  • Bila ingin membersihkan telinga, pergilah ke dokter THT. Telinga umumnya tidak perlu dibersihkan, kecuali jika jumlah serumen sangat banyak dan memicu penyumbatan.
  • Bila Anda ingin berenang, jangan lupa untuk menggunakan ear plug atau topi renang yang menutup hingga ke telinga.
  • Segera keringkan telinga Anda setelah berenang, mandi, atau berendam. Anda bisa melakukannya dengan cara menggoyang cuping telinga sambil memiringkan kepala ke bawah ke arah bahu.

Mengalami telinga sakit tentu membuat Anda tidak nyaman. Meski keluhan ini bisa hilang dengan sendirinya, Anda tetap harus waspada dan memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit tidak kunjung reda.

Dokter akan membantu Anda untuk mendeteksi penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai dengan penyakit Anda. Jadi jangan menunggu sampai sakit bertambah parah untuk memeriksakannya ke dokter THT.

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ear-infection/why-does-ear-hurt#1
Diakses pada 21 Desember 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/ear-pain/guide/
Diakses pada 21 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed