Penyebab Telinga Gatal, Bukan Hanya karena Kotoran Menumpuk

(0)
29 May 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Keringnya kulit telinga dapat menyebabkan telinga gatalTelinga gatal bisa disebabkan oleh infeksi telinga
Telinga gatal bisa membuat Anda merasa tidak nyaman sehingga tak jarang ingin terus menggaruknya. Lama kelamaan, telinga pun akan mengalami iritasi jika terus digaruk. Kondisi ini seringkali dianggap hal biasa. Padahal bisa juga menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius. Lantas, apa saja penyebab telinga gatal?

Penyebab telinga gatal

Telinga penuh dengan saraf yang sensitif. Ketika terjadi gangguan, maka bisa timbul reaksi tertentu seperti halnya gatal. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat lebih mudah mengatasi kondisi tersebut. Adapun penyebab telinga gatal yang mungkin terjadi, di antaranya:

1. Kulit kering

Telinga akan menghasilkan minyak dan kotoran telinga untuk menjaganya tetap bersih dan sehat. Ketika telinga tidak menghasilkan cukup kotoran telinga, maka kulit telinga Anda bisa menjadi kering. Hal ini juga bisa menyebabkan telinga Anda menjadi gatal yang sangat mengganggu. Bahkan Anda juga mungkin melihat adanya serpihan kulit kering yang mengelupas di sekitar telinga.

2. Infeksi telinga

Gatal telinga dapat disebabkan oleh infeksi atau tanda bahwa infeksi sedang berkembang. Infeksi telinga biasanya terjadi karena adanya bakteri atau virus yang terjadi secara bersamaan dengan flu, adanya air yang terperangkap di telinga, atau terjadinya penumpukan kotoran. Selain gatal, infeksi juga bisa menyebabkan telinga terasa sakit, kemerahan, dan bengkak. 

3. Penumpukan kotoran telinga

Kotoran telinga dihasilkan untuk melindungi telinga bagian dalam dari infeksi. Secara alami, kotoran tersebut bergerak keluar dari telinga membawa sel-sel kulit mati dan serpihan yang kemudian mengering. Sayangnya, kotoran telinga yang menumpuk bisa menjadi penyebab telinga gatal, bahkan memengaruhi pendengaran Anda. Ini umumnya terjadi karena seseorang memasukkan sesuatu ke dalam saluran telinganya, seperti jari, kapas, atau cotton bud sehingga mendorong kotoran telinga lebih masuk ke dalam.

4. Dermatitis saluran telinga

Dermatitis saluran telinga terjadi ketika kulit di dalam dan sekitar saluran telinga mengalami peradangan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap produk tertentu atau penggunaan aksesori tertentu. Dermatitis saluran telinga bisa membuat telinga terasa gatal dan kemerahan.

5. Penggunaan alat bantu dengar

Telinga juga dapat terasa gatal karena penggunaan alat bantu dengar. Alat bantu tersebut bisa menyebabkan terperangkapnya air dalam telinga atau memicu terjadinya reaksi alergi terhadap alat itu sendiri. Bukan hanya itu, alat bantu dengar yang tidak pas juga bisa memberikan tekanan pada area tertentu di telinga sehingga menimbulkan rasa gatal.

6. Alergi makanan

Apakah gatal telinga yang Anda rasakan terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu? Jika iya, bisa saja Anda mengalami alergi makanan. Alergi makanan yang umum terjadi, yaitu alergi terhadap kacang, susu, ikan, kerang, gandum, dan kedelai. Tak hanya di telinga, gatal juga bisa menyebar pada bagian wajah lainnya. Pada kasus yang parah, rasa gatal bisa disertai dengan sesak napas.

7. Rhinitis alergi

Rhinitis alergi terjadi ketika seseorang menunjukkan reaksi alergi terhadap partikel yang ditemukan di udara, seperti serbuk sari, tungau debu atau bulu binatang. Kondisi ini dapat menyebabkan telinga, mata, dan tenggorokan Anda gatal-gatal. Selain itu, gejala lain yang mungkin terjadi yaitu mata berair, sakit kepala, pilek, bersin, batuk, dan lainnya. 

8. Psoriasis

Psoriasis adalah peradangan kulit yang dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk telinga. Ini bisa menyebabkan kulit telinga Anda gatal, kemerahan, bersisik, dan mengelupas. Namun, kondisi ini lebih umum terjadi di area lutut, siku, kulit kepala, dan punggung bagian bawah.

Cara mengatasi telinga gatal

Biasanya telinga yang gatal memang bukan sesuatu yang serius, dan bisa sembuh dengan sendirinya setelah telinga dibersihkan. Namun, jika tak kunjung membaik atau semakin mengganggu, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter. Dokter akan merekomendasikan perawatan berikut:
  • Salep antibiotik
  • Baby oil untuk melembapkan kulit telinga yang kering
  • Salep topikal steroid untuk mengurangi peradangan
  • Obat tetes telinga 
Tanpa saran dokter, jangan memasukkan obat tetes atau salep ke dalam telinga Anda. Dikhawatirkan hal tersebut malah akan membuat telinga Anda teriritasi dan keadaan semakin memburuk. Dokter juga mungkin akan meresepkan antibiotik oral jika telinga gatal disebabkan oleh infeksi. Di samping itu, jadwalkanlah temu rutin dengan dokter THT untuk membersihkan kotoran telinga sehingga telinga Anda pun akan lebih sehat dan terawat.Disarankan tidak memasukan benda ke liang telinga untuk tujuan menggaruk misalnya memasukan cotton bud, pembersih telinga dari besi ataupun pilinan tissue karena bisa berisiko luka ataupun tisu tertinggal dalam telinga. Sementara untuk kasus telinga gatal yang disebabkan alergi, hindari makanan pemicu gatal serta Anda membutuhkan antihistamin dalam mengatasi kondisi tersebut. Selain itu, selalu hindari paparan alergen untuk menghindari munculnya gejala kembali.
kebersihan telingainfeksi telingapenyakit telingatelinga
Healthline. https://www.healthline.com/health/itchy-ear#treatment
Diakses pada 09 Maret 2020.
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324671#treatments-and-home-remedies
Diakses pada 09 Maret 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait