11 Penyebab Telapak Kaki Panas yang Harus Anda Waspadai

Kaki terasa panas dapat menandakan penyakit tertentu
Kaki terasa panas bisa mengindikasikan penyakit tertentu

Apakah Anda sering merasakan telapak kaki panas, terutama di malam hari? Bila ya, jangan sepelekan karena bisa jadi hal itu merupakan pertanda adanya masalah kesehatan pada tubuh Anda, apalagi jika dibarengi dengan perasaan seperti tertusuk jarum (parestesia), kesemutan, atau bahkan keduanya.

Kaki terasa panas dapat terjadi dalam skala ringan hingga berat. Penyebab terjadinya telapak kaki panas ini pun sangat beragam, mulai dari jenis pekerjaan yang Anda jalani hingga pemilihan sepatu atau kaus kaki yang terbuat dari bahan sintetis hingga mengakibatkan kaki terasa panas saat beraktivitas atau setelahnya.

Kelelahan juga bisa membuat kaki terasa panas. Begitu pula dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari serangan kutu air hingga kerusakan saraf dan diabetes.

Berbagai penyebab kaki terasa panas

Banyak hal dapat menjadi penyebab kaki terasa panas. Beberapa di antaranya adalah:

  • Nefropati diabetik

Nefropati diabetik terjadi ketika kadar gula di dalam darah Anda tidak terkontrol selama bertahun-tahun sehingga pembuluh darah dan saraf Anda rusak. Penyebab telapak kaki panas yang satu ini kemungkinan besar menimpa orang yang terkena obesitas, memiliki tekanan darah tinggi, dan sering merokok maupun minum alkohol. 

Ketika nefropati diabetik menyebabkan munculnya rasa terbakar pada telapak kaki, maka ia disebut sebagai neuropati periferal. Selain kaki terasa panas, gejala lain yang Anda alami saat menderita neuropati periferal adalah rasa kebas di tangan atau kaki, rasa nyeri seperti tertusuk jarum, otot kaki terasa lemas, dan muncul keringat berlebih.

  • Nefropati alkohol

Terlalu sering mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan Anda terkena jenis nefropati lainnya, yakni nefripati alkohol. Selain telapak kaki terasa panas, gejala nefropati yang satu ini adalah kaku otot, gangguan buang air, pusing, dan kemampuan bicara yang terbata-bata.

Mengurangi konsumsi alkohol memang dapat mengurangi gejala nefropati. Tetapi, kerusakan saraf yang terjadi tidak dapat diperbaiki lagi.

  • Kekurangan nutrisi tertentu

Agar sistem saraf berfungsi optimal selamanya, tubuh harus mendapat cukup nutrisi, seperti folat, vitamin B6, maupun vitamin B12. Faktor gaya hidup juga dapat mengakibatkan tubuh sulit menyerap nutrisi tersebut, misalnya sering minum alkohol, pola makan berantakan, faktor usia, dan kehamilan.

  • Kehamilan dan menopause

Wanita hamil akan lebih rentan merasakan telapak kaki panas karena perubahan hormon yang mengakibatkan naiknya temperatur tubuh. Selain itu, wanita hamil juga kemungkinan besar mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, dan naiknya total jumlah cairan di dalam tubuh yang berperan dalam mengakibatkan munculnya sensasi terbakar pada kaki.

Perubahan hormon juga terjadi ketika Anda memasuki masa menopause. Saat Anda menopause, suhu tubuh juga akan naik sehingga tidak jarang juga menimbulkan rasa panas di kaki.

  • Infeksi jamur

Infeksi jamur seperti kutu air bukan hanya membuat kaki terasa gatal, namun juga sensasi terbakar.

  • Terpapar logam berat

Terlalu sering terpapar logam berat, seperti timbal atau merkuri, dapat membuat telapak kaki terasa panas. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, bukan tidak mungkin tubuh akan keracunan logam berat sehingga sistem saraf rusak sepenuhnya.

  • Kemoterapi

Perawatan ini memang dapat menghancurkan sel kanker dengan cepat. Namun efek sampingnya adalah telapak tangan atau telapak kaki terasa panas serta kesemutan.

  • Penyakit ginjal kronis

Penyakit ini membuat ginjal rusak dan tidak lagi bisa membuang racun dari dalam tubuh melalui urine. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, tubuh bisa keracunan dan menyebabkan neuropati atau rusaknya sistem saraf.

  • Hipotiroidisme

Hipotiroidisme atau kondisi di mana tubuh hanya memiliki jumlah hormon tiroid rendah dapat mengakibatkan telapak kaki terasa panas, kebas, dan kesemutan. Jumlah hormon tiroid yang terlalu sedikit dalam tubuh dapat merusak sistem saraf.

  • HIV/AIDS

Telapak kaki terasa panas juga dapat terjadi pada penderita HIV stadium akhir yang sudah mengalami kerusakan saraf. Hal ini juga diperparah dengan kandungan dalam obat HIV tertentu yang memang memiliki efek samping merusak sistem saraf.

  • Sindrom Guillain-Barre 

Sindrom Guillain-Barre adalah sindrom langka yang hanya menyerang 1 dari 100.000 orang. Ketika Anda terkena sindrom ini, bukan hanya telapak kaki yang terasa panas, namun juga lengan dan sekujur tubuh.

Selain 11 penyakit di atas, kondisi kesehatan lain yang biasanya ditandai dengan telapak kaki panas adalah chronic inflammatory demyelinagting polyneuropathy (CIPD), erithromelalgia, vaskulitis, dan sarkoidis. Selain itu, terlalu sering berjalan di bawah terik matahari juga dapat mengakibatkan telapak kaki terasa panas.

Mengetahui penyebab kaki terasa panas ini sangat penting karena juga menentukan langkah pengobatan yang harus Anda jalani. Bila Anda tidak yakin dengan penyebab tersebut, konsultasikan bersama dokter yang menangani Anda.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/burning-feet/basics/definition/sym-20050809
Diakses pada 16 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319911.php
Diakses pada 16 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/burning-feet-causes-treatments
Diakses pada 16 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/burning-in-feet
Diakses pada 16 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed