Kenali Penyebab TBC Serta Faktor Risikonya


Penyebab TBC adalah infeksi bakteri. Orang yang rentan terinfeksi bakteri penyebab TBC adalah yang….

0,0
Penyebab TBC adalah infeksi bakteriInfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis adalah penyebab TBC
Penyebab TBC (tuberkulosis) perlu Anda ketahui dan waspadai agar dapat terhindar dari penyakit ini. Sebab, WHO menetapkan TBC sebagai penyakit menular yang paling mematikan di dunia. Setiap tahun diperkirakan ada 1,5 juta orang di dunia meninggal akibat terjangkit penyakit tuberkulosis.WHO juga menunjukkan, Asia Tenggara (termasuk Indonesia) menjadi area penyumbang 44% dari seluruh kasus baru TB di dunia pada tahun 2018.Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Pusdatin Kemenkes), jumlah kasus baru TB di Indonesia mencapai 420.994 jiwa. Tercatat dari seluruh kasus TBC di Indonesia, jumlah pengidap TBC di Indonesia pada tahun 2014 bisa mencapai sebanyak 297 kasus per 100 ribu penduduk.Memberantas penyebab TBC mampu mencapai target dunia yang tertuang pada Sustainability Development Goals (SDGs).

Penyebab TBC

penyebab TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis
Baik WHO, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), maupun Kementerian Kesehatan sepakat, penyebab TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi pada paru-paru.Meski demikian, bakteri ini bisa juga menjangkiti organ tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, hingga otak. Menurut penelitian yang terbit pada jurnal National Center for Biotechnology Information, bakteri ini juga bisa ditemukan pada kulit, saluran pencernaan, sistem alat gerak manusia, liver, hingga sistem reproduksi.

Cara penularan bakteri penyebab TBC

Penderita TBC yang batuk melepaskan bakteri ke udara
Bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis, menular melalui udara. Saat penderita TBC paru-paru batuk, bersin, atau meludah, bakteri akan ikut terdorong dari paru-paru dan keluar bersama cipratan droplet air.Jalur penularan TB bukan cuma itu. Bakteri TBC mampu menyebar lewat partikel udara ketika pengidap TBC yang sedang berbicara, tertawa, atau bernyanyi di dekat seseorang yang sehat.Bakteri TBC mampu bertahan hidup di udara bebas selama beberapa jam.Maka ketika orang yang sehat menghirup udara berisikan bakteri melalui mulut atau hidung, bakteri dapat ikut masuk ke paru-paru bersama udara dan menginfeksi alveolus. Alveolus adalah gelembung paru-paru tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.Namun meski dapat menyebar di udara, bakteri penyebab TBC tidak menular lewat sentuhan langsung dengan permukaan yang terkontaminasi.

Proses bakteri penyebab TB menginfeksi manusia

Saat bakteri sudah di alveolus, itulah tanda terinfeksi TBC
Infeksi TB terjadi ketika bakteri penyebab TBC sudah menjangkit alveolus. Sebenarnya, ketika bakteri sudah mencapai alveolus, beberapa bakteri bisa terbunuh. Namun, sebagian lagi berkembang biak dan masuk ke kelenjar getah bening dan aliran darah untuk kemudian menyebar ke seluruh tubuh.Dalam 2-8 minggu setelah paparan, sistem imun bekerja memperlambat penyebaran bakteri di alveolus dan mengendalikan perkembangannya. Kondisi ini bernama TB laten.Orang yang memiliki TB laten tidak menunjukkan gejala sakit seperti orang yang mengidap TBC aktif. Oleh karena itu, mereka tidak menularkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menjadi penyebab TBC.Namun jika sistem imun tidak mampu membendung infeksi, bakteri yang ada di dalam tubuh orang pengidap TB laten dapat menjadi aktif. Hal ini menyebabkan seseorang mengidap penyakit TBC dan rentan menularkannya pada orang lain.Penyakit TBC bisa muncul segera ataupun dalam 1-2 tahun setelah terinfeksi.Apabila tidak tertangani dengan baik, TBC dapat menyebabkan kematian.

Faktor risiko penyebab TB

Pengidap HIV 100 kali lebih rentan terkena TBC
Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang berisiko terkena penyakit TBC.Faktor risiko penyebab tuberkulosis adalah sebagai berikut:Sistem imun yang lemah atau memiliki kondisi yang melemahkan imun membuat seseorang rentan terhadap TBC.Itulah mengapa TBC juga menjadi salah satu komplikasi yang banyak diidap oleh orang dengan HIV/AIDS. Bahkan, risiko infeksi bakteri penyebab TBC berkembang menjadi TBC mencapai 100 kali lebih tinggi daripada orang tanpa HIV.Berdasarkan penelitian yang terbit pada jurnal Pulmonary Medicine, orang malnutrisi juga rentan mengalami TBC, dan infeksi ini dapat makin memperparah masalah gizinya. Sebab, penyakit TBC membuat nafsu makan berkurang sehingga asupan gizi juga makin berkurang.Selain itu, ada pula faktor eksternal yang memengaruhi seseorang berisiko terpapar bakteri penyebab TBC, yaitu:
Karbon monoksida pada asap membuat alveolus rusak
berdasarkan riset pada jurnal Pulmonary Medicine, 80 persen negara berkembang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak di dapur. Karbon monoksida yang berasal dari asap kayu bakar akan mengendap di alveolus. Alveolus pun rusak sehingga rentan terpapar bakteri penyebab tuberkulosis.

Catatan dari SehatQ

Bakteri penyebab penyakit TBC rentan menular melalui udara. Jika pengidap TBC batuk, bersin, atau meludah, bakteri tersebut akan terlepas dan beterbangan di udara.Orang yang rentan tertular penyakit TBC biasanya memiliki masalah dengan kekebalan tubuh. Faktor eksternal pun turut memengaruhi seseorang berisiko terpapar bakteri penyebab tuberkulosis, seperti berada di ruangan sempit tertutup dengan sirkulasi udara buruk.Jika Anda memiliki gejala penyakit TBC paru, seperti batuk berdahak selama dua minggu atau lebih dengan atau tanpa darah, serta sesak nafas, nafsu makan serta berat badan menurun, berkeringat malam, dan meriang selama lebih dari satu bulan, segera hubungi dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store. untuk mendapatkan pertolongan segera.
tbctuberkulosisgangguan pernapasan
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait