Selain Menstruasi, Kenali 8 Penyebab Susah Tidur Lainnya

Rasa senang dan stres dapat menjadi penyebab susah tidur
Memahami penyebab susah tidur akan membantu Anda untuk dapat mencari cara mengatasinya.

Ada berbagai macam gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan, narkolepsi, dan sebagainya. Kebanyakan orang mengalami gangguan tidur berupa sulit untuk tertidur.

Kesulitan untuk tidur atau insomnia dapat dialami oleh siapa saja dan memiliki durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalami insomnia selama beberapa hari atau minggu (akut) dan ada pula yang mengalami insomnia sampai berbulan-bulan (kronis).

Penyebab susah tidur terdiri dari banyak faktor dan dengan mengenali penyebabnya. Anda dapat mencoba untuk mencari penanganannya. Jika Anda merasa kesulitan tidur sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter.

8 penyebab susah tidur yang tidak disadari

Setelah beraktivitas seharian, Anda tentunya ingin segera membaringkan tubuh di kasur dan beristirahat, tetapi ketika sudah di ranjang, Anda bahkan tidak dapat memenjamkan mata dengan tenang. Susah tidur dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari dan membuat beberapa orang frustrasi.

Terdapat berbagai macam penyebab susah tidur yang mungkin tidak Anda sadari, seperti:

1. Masalah ritme sirkadian (circadian rhythm disorder)

Tubuh memiliki jam tidur alami atau yang disebut dengan ritme circadian. Ritme circadian mengatur kapan seseorang tidur dan terbangun. Di kondisi tertentu, jam tidur alami ini dapat terganggu dan dapat menjadi penyebab susah tidur.

Kondisi tertentu yang menyebabkan gangguan ini adalah jet lag, pergantian jam kerja dari waktu kerja malam menjadi siang, dan sebagainya.

2. Kondisi sebelum dan saat Tidur

Jika Anda sering melakukan aktivitas yang menstimulasi otak, seperti menonton televisi, bermain game, dan sebagainya, maka hal tersebut dapat menjadi penyebab susah tidur. Penyebab susah tidur juga dapat dikarenakan kondisi ruang tidur yang tidak nyaman.

Emosi tertentu, seperti rasa senang (excitement), dapat membuat Anda tetap terjaga dan sulit untuk tidur. Selain itu, kondisi emosi, stres dan kejadian traumatis tertentu juga dapat menjadi penyebab susah tidur.

Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dapat membuat Anda merasa tidak nyaman saat berbaring dan membuat Anda sulit tidur.

3. Konsumsi stimulan dan medikasi tertentu

Obat-obatan tertentu dapat mengganggu tidur Anda, contohnya antidepresan, obat flu dan batuk, asma, dan sebagainya. Selain obat-obatan, konsumsi stimulan, seperti kafein dan nikotin pada sore atau menjelang malam dapat menjadi penyebab susah tidur.

Meskipun alkohol dapat membuat Anda cepat tertidur, tetapi alkohol dapat mengganggu proses tidur dan membuat Anda terbangun saat sedang tidur.

4. Nightmare dan night terror

Kedua gangguan tidur ini dapat menjadi penyebab susah tidur karena penderitanya akan terbangun di tengah-tengah tidurnya. Penderita dapat mengalami mimpi buruk atau bahkan terbangun sambil berteriak. Biasanya gangguan ini terjadi pada anak-anak.

5. Sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome)

Sindrom kaki gelisah membuat penderitanya ingin menggerak-gerakkan kakinya mengusir rasa ketidaknyamanan pada kaki. Gangguan ini biasa terjadi menjelang malam.

Penderita menggoyang-goyangkan kaki secara berlebihan, berpola, atau dengan ritme tertentu dan akhirnya menjadi penyebab susah tidur pada penderita.

6. Menstruasi dan kehamilan

Pada wanita, penyebab susah tidur dapat disebabkan oleh perubahan hormon saat menstruasi. Pada masa kehamilan, para wanita dapat mengalami kesulitan tidur pada trimester pertama dan ketiga kehamilan.

7. Sleep apnea dan mendengkur

Mendengkur dapat menjadi salah satu tanda dari sleep apnea atau terhalangnya pernapasan saat tidur. Terkadang, kondisi ini dapat membangunkan penderitanya dan menjadi penyebab susah tidur.

8. Kondisi medis dan mental tertentu

Kondisi medis tertentu dapat mempengaruhi tidur dan menjadi penyebab susah tidur. Beberapa kondisi medis yang dapat mengganggu tidur adalah, asma, penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, kanker, dan sebagainya.

Selain kondisi medis, gangguan mental juga dapat membuat seseorang terjaga, misalnya gangguan kecemasan, depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), dan sebagainya.

Penanganan penyebab susah tidur

Apabila susah tidur yang dialami sangat mengganggu dan membuat Anda sama sekali tidak beristirahat dengan tenang, konsultasikanlah ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Umunya, dokter akan memberikan obat-obatan tertentu yang dapat membantu Anda untuk terlelap.

Selain obat-obatan, Anda dapat mengganti gaya hidup dengan mengurangi konsumsi alkohol dan stimulan, seperti kafein, menghindari tidur siang, membuat kamar tidur sejuk dan gelap, menerapkan jadwal tidur yang teratur, serta melakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti berendam di air hangat, dan sebagainya.

Bila penyebab susah tidur dikarenakan suatu kondisi medis tertentu, maka dokter akan mengatasi kondisi medis tersebut.

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/difficulty-sleeping
Diakses pada 12 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/sleeping-difficulty
Diakses pada 17 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/insomnia/symptoms-causes/syc-20355167
Diakses pada 12 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9155.php
Diakses pada 12 April 2019

WebMD.
https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/understanding-sleep-problems-basics#1
Diakses pada 12 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed