6 Penyebab Susah Hamil Anak Kedua, Orang Tua Wajib Tahu


Penyebab susah hamil anak kedua berasal dari kualitas sel sperma dan sel telur yang buruk akibat usia hingga gaya hidup.

(0)
Penyebab susah hamil anak kedua adalah adanya gangguan sel telur dan spermaPenyebab susah hamil anak kedua adalah berasal dari perempuan maupun laki-laki
Penyebab susah hamil anak kedua atau yang kerap disebut dengan infertilitas sekunder perlu diketahui jika Anda berencana untuk tambah momongan.Infertilitas sekunder adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah memiliki momongan apabila Anda telah berhubungan seksual tanpa kontrasepsi dalam jangka waktu 1 tahun pada usia di bawah 35 tahun.Apabila Anda sedang menjalankan program hamil anak kedua, ketahui penyebab susah hamil anak kedua berikut ini:

Penyebab susah hamil anak kedua

Ada beberapa faktor penyebab susah hamil anak kedua. Tidak hanya dari wanita, faktor penyebab susah hamil ini pun juga bisa berasal dari pria.Inilah beberapa penyebab Anda dan pasangan susah hamil lagi:

1. Ibu mengalami polycystic ovarian syndrome (PCOS)

Gangguan PCOS gagalkan pembuahan sehingga susah hamil anak kedua
Jika Anda memiliki PCOS dan mengalami kesulitan hamil anak pertama, kondisi tersebut juga bisa menjadi penyebab susah hamil anak kedua.Penderita PCOS memiliki folikel ovarium yang belum matang. Hal ini mengakibatkan ovarium tidak mampu melepaskan sel telur saat pembuahan (anovulasi). Apabila tidak ada pelepasan sel telur, pembuahan tidak akan terjadi sehingga kehamilan pun tidak pula terjadi.Berdasarkan riset dari The Journal of Reproductive Medicine, penyebab terganggunya pematangan folikel pada ovarium adalah kadar hormon androgen yang berlebih pada tubuh (hiperandrogenisme).

2. Mencoba hamil lagi di usia 35 tahun ke atas

Usia 30 ke atas memengaruhi kualitas sperma dan sel telur
Berdasarkan riset yang terbit pada National Center for Biotechnology Information, risiko masalah kesuburan (infertilitas) pada wanita cenderung meningkat sebesar 25-30 persen di usia 35 tahun ke atas.Hal ini disebabkan oleh produksi jumlah sel telur yang berkurang drastis secara alami karena proses penuaan sejak pertengahan usia 30.Terlebih seiring bertambahnya umur, wanita lebih berisiko mengalami penyakit yang menjadi penyebab susah hamil, seperti fibroid rahim dan endometriosis. Kedua gangguan kesehatan tersebut juga merupakan penyebab susah hamil anak kedua.Begitu pula dari sisi pria. Berdasarkan riset dari Reproductive Biology and Endocrinology, proses penuaan yang dimulai pada usia 40 tahun ke atas cenderung menyebabkan kerusakan DNA pada sperma.Kerusakan DNA dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma, dari pergerakan dan umur hidup sperma. Kualitas sperma yang tidak optimal tentu dapat mempersulit terjadinya pembuahan sehingga kemungkinan kehamilan anak kedua pun bisa menurun.

3. Kualitas sperma buruk

Gerak sperma yang abnormal serta jumlah yang sedikit sebabkan susah hamil anak kedua
Agar bisa terjadi kehamilan, Anda sebetulnya hanya memerlukan satu sel sperma yang membuahi sel telur. Namun, seperti yang telah disebut di atas, baik-buruknya kualitas sperma juga menjadi penyebab susah hamil anak kedua. Sel telur haruslah dibuahi oleh sperma yang sehat, baik dari segi kecepatan gerak, bentuknya, maupun kekuatan umur hidupnya.Penelitian dari Embo Reports menyatakan apabila sperma bergerak lambat, tentu pembuahan akan terjadi lebih lama karena sperma tidak juga bertemu dengan sel telur. Terlebih, ada kemungkinan pula jika sperma tidak bergerak lurus ke atas sehingga semakin membutuhkan waktu lebih lama untuk membuahi sel telur. Bahkan, ada pula kemungkinan pembuahan justru gagal terjadi akibat sel telur terlanjur luruh. Temuan yang dipublikasikan jurnal Asian Journal of Andrology juga melaporkan bahwa banyaknya jumlah sperma dalam air mani juga menentukan kemampuan pria untuk bereproduksi. Dari riset tersebut, diketahui bahwa jumlah sel sperma yang kurang dari 40 juta dalam 1 ml air mani dapat mempersulit kemungkinan pembuahan yang sukses. Sebab, semakin sedikit jumlah sperma secara keseluruhan, semakin rendah juga peluang mereka untuk berenang sampai tujuan. Oleh karena itu, program hamil anak kedua pun susah dilakukan.

4. Masalah berat badan

Obesitas mampu mengganggu sperma dan sel telur sehingga sulit pembuahan
Bagi pasangan yang sedang menjalankan program hamil anak kedua, ada baiknya untuk lebih memerhatikan berat badannya. Terutama jika Anda dan pasangan tergolong kelebihan berat badan maupun obesitas,Riset dari Journal of the Turkish-German Gynecological Association menyatakan, perempuan obesitas cenderung butuh waktu lebih lama untuk hamil. Bahkan, wanita obesitas memiliki risiko infertilitas tiga kali lebih besar daripada wanita dengan berat badan normal.Sebab, obesitas menyebabkan tubuh mengalami resisten insulin akibat jaringan lemak yang berlebih. Resisten insulin mampu meningkatkan hormon androgen. Kelebihan hormon androgen membuat folikel tidak bisa matang sehingga sel telur tidak dilepaskan.Di sisi lain, wanita yang menjadi terlalu kurus setelah melahirkan anak pertama juga kemungkinan mengalami sulit hamil anak kedua. Tubuh yang terlalu kurus berhenti memproduksi estrogen, hormon yang mengatur siklus haid dan pelepasan sel telur.Sementara pada pria, riset dari Central European Journal of Urology menunjukkan pria dengan berat badan berlebih memiliki hormon leptin yang tinggi. Hormon leptin ini mampu merusak sel sperma.Selain itu, pria obesitas juga cenderung memiliki penumpukan lemak berlebih di daerah paha dalam dan panggul.Gumpalan ini dapat menyebabkan peradangan pada area kelamin yang berguna untuk membawa dan menyimpan sperma (epididimitis).Epididimitis akan menyebabkan saluran epididimis tersumbat akibat kemunculan kista, sehingga menghambat pematangan dan pengeluaran sperma.

5. Pria mengalami varikokel

Varikokel menyebabkan suhu testis naik dan hambat pembentukan sperma
Varikokel merupakan penyakit yang membuat aliran darah pada saluran sperma mundur. Hal ini tentu mengganggu program hamil anak kedua.Berdasarkan penelitian pada jurnal Nature Reviews Urology, varikokel menyebabkan suhu kantung pembungkus testis (skrotum) naik sehingga mengganggu produksi sperma.Padahal, pembentukan pembentukan sperma normal terjadi pada suhu 2 derajat Celcius di bawah suhu inti tubuh.Selain itu, kenaikan suhu pada testis menyebabkan munculnya stres oksidatif. Efeknya, testis pun mengalami peradangan sehingga menurunkan kadar testosteron yang berguna untuk pembentukan sperma.

6.  Merokok dan minum alkohol

Menghentikan kebiasaan merokok mampu jaga kualitas sperma dan rahim
Anda mungkin tergoda untuk kembali merokok dan minum alkohol setelah sukses program hamil anak pertama. Namun, kebiasaan ini tetap dapat menjadi penyebab susah hamil anak kedua.Terbukti, dari temuan terbitan Reproductive Biology and Endocrinology, konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok mampu menurunkan jumlah sperma, penurunan massa otot pada testis (atrofi testis), hingga penurunan libido.Di sisi lain, kesuburan dari perempuan yang mengonsumsi alkohol berlebihan juga terbukti mengalami penurunan. Alkohol mampu mengganggu proses ovulasi sehingga menyebabkan sel telur gagal diproduksi dan matang sehingga tidak mampu dibuahi sperma.Selain itu, merokok juga menyebabkan infertilitas dengan menurunkan fungsi ovarium dan menyebabkan perubahan abnormal pada tuba falopi serta rahim. Akibatnya, proses pembuahan dan implantasi untuk kehamilan lebih susah terjadi.

7. Jarang berhubungan seks

Jarang berhubungan seks akan melewatkan masa subur sehingga susah punya anak kedua
Pembuahan terjadi ketika pasangan melakukan hubungan intim. Namun di sisi lain, bukan hal asing lagi jika frekuensi berhubungan seks mungkin semakin jarang bagi pasangan yang sudah menikah lama.Hal ini bisa terjadi akibat kesibukan masing-masing, masalah rumah tangga, penyakit yang diidap, hingga masalah libido. Penuaan juga dapat berkontribusi pada penurunan gairah seksual secara alami.Akan sangat disayangkan jika wanita sedang mengalami masa subur, tapi justru terlewatkan karena tidak berhubungan intim.Maka jika Anda berencana menjalani program hamil anak kedua, pastikan Anda meningkatkan komunikasi dengan pasangan. Riset dari The Journal of Sex Research menemukan, kepuasan dan gairah seks meningkat saat pasangan saling menjaga komunikasi.Komunikasikanlah masalah-masalah internal atau keinginan yang Anda pendam soal ranjang selama ini agar Anda berdua bisa menikmati hubungan intim dengan lebih sering dan nyaman.

8. Stres akibat sulit memiliki momongan kembali

Stres mengganggu ovarium dan sebabkan gaya hidup tidak sehat
Mengetahui bahwa Anda tidak juga sukses mendapat momongan lagi bisa jadi penyebab susah hamil anak kedua. Belum lagi jika Anda juga terus-terus mendapat pertanyaan “Kapan hamil lagi?”, “Kapan nih si Kakak dapat adik baru?”, dan lain sebagainya dari orang-orang sekitar.Sebab, tekanan mental ini lambat laun dapat menjadi stres pikiran tersendiri bagi orang tua. Saat stres, hormon kortisol meningkat. Secara tidak langsung, tingginya kortisol dapat mengganggu kerja ovarium sehingga proses ovulasi pun ikut terdampak.Selain itu, stres pun juga membuat pasangan memilih gaya hidup tidak sehat sebagai "pelarian sesaat", seperti konsumsi alkohol, merokok, begadang atau terlalu banyak tidur, dan tidak mengontrol pola makan. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi peluang kesuksesan hamil anak kedua.

Cara meningkatkan peluang kehamilan kedua

Mulai olahraga untuk mengawali gaya hidup sehat
Apabila Anda kesulitan menjalankan program kehamilan kedua, ada hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan peluang. Inilah caranya:
  • Konsumsi makanan sehat, seperti makanan rendah lemak serta kaya serat, vitamin C dan E, antioksidan, folat, dan likopen dari buah dan sayuran untuk meningkatkan kesehatan sistem reproduksi.
  • Olahraga yang cukup untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan berat badan yang ideal.

  • Stop rokok dan minuman beralkohol.
  • Jadwalkan berhubungan seks di masa subur.
  • Hindari stres dengan melakukan hal-hal yang Anda nikmati.
Apabila Anda merencanakan program hamil anak kedua dan memiliki kendala, segera konsultasikan lewat chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ,Kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik terkait alat tes kehamilan di rumah (test pack) dan perlengkapan ibu hamil lainnyaDownload aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
meningkatkan kesuburanmasalah infertilitasmerencanakan kehamilan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/expert-answers/secondary-infertility/faq-20058272 Diakses pada 06 Januari 2021MedlinePlus. https://medlineplus.gov/genetics/condition/polycystic-ovary-syndrome/ Diakses pada 06 Januari 2021The Journal of Reproductive Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2704005/ Diakses pada 06 Januari 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK556033/ Diakses pada 06 Januari 2021The American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/womens-health/faqs/having-a-baby-after-age-35-how-aging-affects-fertility-and-pregnancy Diakses pada 06 Januari 2021Reproductive Biology and Endocrinology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3717046/ Diakses pada 06 Januari 2021Asian Journal of Andrology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3739681/ Diakses pada 06 Januari 2021Embo Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3343360/ Diakses pada 06 Januari 2021Web MD. https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/sperm-and-semen-faq Diakses pada 06 Januari 2021Turkish-German Gynecological Association. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4456969/ Diakses pada 06 Januari 2021The Journal of Reproductive Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2704005/ Diakses pada 06 Januari 2021Central European Journal of Urology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4408383/ Diakses pada 06 Januari 2021Nature Reviews Urology. http://doi.org/10.1038/nrurol.2017.98 Diakses pada 06 Januari 2021Reproductive Biology and Endocrinology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3717046/ Diakses pada 06 Januari 2021Web MD. https://www.webmd.com/baby/features/infertility-stress Diakses pada 07 Januari 2021Verywell Health. https://www.verywellfamily.com/can-stress-keep-you-from-getting-pregnant-1959951 Diakses pada 07 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait