Hampir Dialami Semua Orang, Ini Penyebab Susah BAB Setelah Operasi


Setelah operasi, seseorang bisa merasakan perubahan signifikan pada tubuhnya. Salah satu efek samping yang umum adalah susah BAB setelah operasi. Mengatasi sembelit setelah operasi bisa memperbanyak konsumsi serat hingga obat laksatif.

(0)
19 May 2021|Azelia Trifiana
Konstipasi setelah operasi umum terjadiKonstipasi setelah operasi umum terjadi
Setelah operasi, seseorang bisa merasakan perubahan signifikan pada tubuhnya. Salah satu efek samping yang umum adalah susah BAB setelah operasi. Mengatasi sembelit setelah operasi bisa memperbanyak konsumsi serat hingga obat laksatif.Tak kalah penting, indikator mengalami sembeli bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Frekuensi buang air besar tiap individu berbeda, jadi jika ragu sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Mengenali sembelit setelah operasi

Berikut beberapa indikator seseorang mengalami susah BAB setelah operasi, di antaranya:
  • Frekuensi BAB kurang dari 3 kali per minggu
  • Frekuensi BAB jauh berkurang dari sebelumnya
  • Harus mengejan saat BAB
  • Perut terasa kembung dan penuh gas
  • Sakit perut
  • Sakit di area anus
  • Feses keras
  • Sensasi belum tuntas meski sudah BAB
Sayangnya, feses juga cenderung menjadi lebih keras ketika durasi antara tiap BAB semakin jauh. Sebab, semakin banyak cairan terserap kembali ke aliran darah sehingga feses mengering di usus.

Penyebab sembelit setelah operasi

Ada beberapa alasan mengapa seseorang rentan mengalami sembelit setelah operasi, di antaranya:
  • Konsumsi obat

Obat pereda nyeri setelah operasi dikenal dapat menimbulkan efek samping konstipasi. Salah satu sebabnya adalah karena obat semacam ini mengurangi pergerakan makanan di saluran cerna sehingga feses menjadi lebih kering.Tak hanya itu, obat pereda nyeri juga meningkatkan cairan yang diserap dari saluran cerna. Dengan demikian, keinginan untuk BAB menurun sehingga berdampak pada konstipasi.
  • Konsumsi makanan dan minuman

Sebelum operasi, pasien akan diminta untuk tidak makan dan minum. Kemudian pascaoperasi, dokter juga kadang menginstruksikan untuk membatasi makan dan minum. Kombinasi berkurangnya cairan dan juga makanan ini berlawanan dengan siklus tubuh dalam buang air besar.Semakin sedikit asupan cairan berarti feses menjadi padat dan sulit dikeluarkan. Sementara ketika asupan makanan berkurang, artinya mekanisme saluran cerna juga jadi lebih lambat.
  • Tidak aktif bergerak

Aktif bergerak merupakan salah satu aktivitas yang melancarkan BAB. Namun bagi orang yang baru selesai operasi, tentu perlu berhati-hati dalam mulai kembali beraktivitas. Penurunan aktivitas ini turut berperan dalam terjadinya sembelit.
  • Anestesi

Obat bius atau anestesi juga membuat otot lumpuh sementara. Artinya, makanan di saluran cerna berhenti bergerak. Hingga usus dan seluruh elemen dalam saluran pencernaan kembali aktif, tidak akan ada pergerakan yang memicu BAB.

Cara mengatasi konstipasi setelah operasi

jogging
Perbanyak olahraga dapat membantu mengurangi konstipasi
Perubahan gaya hidup dan pola makan dapat membantu mencegah konstipasi setelah operasi. Namun ini tidak bisa terjadi secara instan sehingga perlu waktu. Beberapa hal yang dapat Anda upayakan adalah:

1. Aktif bergerak

Perlahan namun pasti, ajak tubuh untuk kembali bergerak. Tapi, sesuaikan dengan kondisi tubuh dan luka pascaoperasi. Apabila ragu, tanyakan ke dokter gerakan semacam apa yang masih aman. Bukan hanya dapat meredakan konstipasi, ini juga baik untuk proses pemulihan karena mengurangi risiko penyumbatan darah.

2. Ganti obat

Jenis obat pascaoperasi dapat membuat sistem cerna lebih lambat. Oleh sebab itu, ada baiknya membatasi konsumsinya. Terlebih menurut studi, 40% orang yang mengonsumsi opioid sebagai pereda nyeri merasakan sembelit. Anda bisa mendiskusikan alternatif obat pereda nyeri menjadi ibuprofen atau acetaminophen.

3. Konsumsi laksatif

Ada pula pilihan obat pencahar yang bisa dikonsumsi setelah operasi. Jenisnya beragam bergantung pada seberapa parah kondisinya. Apabila produk pencahar di pasaran tidak efektif, dokter juga bisa meresepkan obat yang bisa memperbanyak penyerapan cairan ke usus.

4. Pilihan makanan

Pastikan mengonsumsi makanan kaya serat serta banyak minum air putih sesuai anjuran dokter. Contoh jenis makanan yang direkomendasikan adalah whole grain, buah segar, sayur, dan kacang-kacangan.Di sisi lain, hindari makanan seperti produk olahan susu, nasi putih, roti, dan makanan diproses berlebih karena bisa memperburuk sembelit.Idealnya, sembelit akan merespons perubahan pola makan dan obat yang dikonsumsi. Namun, perhatikan juga apabila ada tanda-tanda terjadinya komplikasi seperti nyeri luar biasa di anus hingga perdarahan.Seberapa cepat proses pemulihan dari konstipasi bergantung pada kondisi kesehatan, level aktivitas, pilihan makanan, dan durasi mengonsumsi obat pereda nyeri.

Catatan dari SehatQ

Terkadang, konstipasi setelah operasi tidak terhindarkan. Namun, Anda bisa mendiskusikan dengan dokter apa saja pilihan makanan dan langkah pencegahannya. Ketika sedang mengonsumsi obat pereda nyeri, tambahkan asupan cairan untuk mengimbangi efeknya.Dengan mekanisme dan penanganan yang tepat, BAB Anda bisa kembali lancar. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar gejala komplikasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/digestive-health/constipation-after-surgery#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 4 Mei 2021
Pharmacy Times. https://www.pharmacytimes.com/view/management-of-opioid-induced-constipation
Diakses pada 4 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/constipation-after-surgery
Diakses pada 4 Mei 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/treat-constipation-after-surgery-4147277
Diakses pada 4 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait