Sunburn rentan dialami ras kulit putih.
Sunburn rentan terjadi ketika berada di terik matahari tanpa menggunakan tabir surya.

Terkadang memiliki kulit yang berwarna sawo matang dapat memperlihatkan penampilan yang eksotis. Sudah banyak artis, mulai dari yang internasional sampai lokal yang ingin mempergelap warna kulitnya dengan berjemur di bawah sinar matahari atau tanning.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa berjemur di bawah matahari atau sekedar terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama berpotensi menimbulkan sunburn? Sunburn merupakan kondisi serius yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit.

Apa itu sunburn?

Sunburn merupakan keadaan yang terjadi saat kulit terkena paparan sinar matahari berlebihan. Saat Anda mengalami sunburn, kulit akan berwarna kemerahan, membengkak, dan terasa sakit bila disentuh.

Kondisi sunburn bervariasi, mulai dari ringan sampai berat. Namun, mengalami sunburn secara berulang dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit atau kerusakan kulit, seperti kanker kulit, kulit keriput, dan sebagainya. Oleh karenanya, sunburn merupakan kondisi yang tidak boleh disepelekan.

Selain kulit kemerahan, rasa sakit saat disentuh, dan pembengkakan pada kulit, Anda dapat merasakan gejala sunburn lainnya, seperti:

  • Kulit yang terasa hangat atau panas saat disentuh.
  • Rasa gatal atau tekstur lunak pada kulit yang mengalami
  • Munculnya lepuhan-lepuhan kecil yang berisi cairan yang dapat pecah sewaktu-waktu.

Bila parah, sunburn juga dapat memicu demam, rasa lelah, sakit kepala, dan mual. Saat Anda mengalami sunburn di mata, mata akan terasa nyeri. Tanda-tanda sunburn umumnya terjadi setelah 2-6 jam terbakar sinar matahari dan puncaknya pada 12-24 jam setelahnya.

Tingkat keparahan sunburn tergantung dari beberapa faktor, seperti intensitas cahaya ultraviolet, durasi terpapar sinar ultraviolet, dan jenis kulit Anda.

Perlahan, kulit akan mulai beregenerasi dan mengalami pengelupasan, Setelah itu, warna kulit Anda akan terlihat tampak merah kehitaman dan pola yang berbeda

Tidak hanya bagian tubuh yang terbuka saja yang bisa mengalami sunburnsunburn bisa terjadi meskipun Anda sudah menutupi tubuh Anda. Hal ini terjadi ketika Anda melapisi kulit dengan pakaian yang tipis sehingga sinar ultraviolet tetap bisa menembus masuk dan menyebabkan sunburn.

Penyebab terjadinya sunburn?

Umumnya, orang-orang sering menunding sinar matahari sebagai pelaku utama dari sunburn, faktanya, sunburn adalah kondisi yang dapat dialami ketika Anda terpapar dengan sinar ultraviolet (UV) yang tidak hanya ada di matahari tetapi juga di tanning bed

Jadi, ketika terpapar sinar matahari, maka terdapat dua jenis gelombang radiasi yang merusak kulit yaitu UVA dan UVB, ketika kulit terkena kedua radiasi ini, melanin akan keluar sebagai pelindung agar tidak terjadi kerusakan kulit. Maka dari itu, kulit akan menjadi lebih gelap ketika terkena panasnya sinar matahari.

Ketika sunburn terjadi, melanin tidak cukup untuk melindungi kulit dari paparan matahari sehingga muncul gejala-gejala sunburn. Kondisi ini sering terjadi pada:

  • Ras kulit putih, bermata biru, warna rambut merah atau pirang.
  • Tinggal di lingkungan bersuhu panas.
  • Pernah terkena sunburn sebelumnya.
  • Tidak pernah menggunakan tabir surya.
  • Sering menggunakan tanning bed.

Bagaimana cara mengatasi sunburn?

Sunburn adalah kondisi kulit yang dapat diatasi dengan beberapa cara. Untuk mencegah sunburn, Anda bisa mencoba beberapa cara di bawah untuk menanggulangi sunburn.

  • Biarkan lepuhan dan pengelupasan

Saat sunburn menimbulkan lepuhan, jangan pecahkan atau apa-apakan lepuhan. Jika lepuhan pecah, bersihkan dengan air dan sabun, hindari gesekan dengan pakaian. Jika terjadi pengelupasan, jangan mengelupasi kulit yang terbuka. Kunjungi dokter, kemungkinan akan di resepkan antibiotik jika terdapat ruam pada daerah lepuhan.

  • Hindari berendam di air hangat

Sebaiknya mandi atau berendam dalam air yang sejuk agar dapat membantu mendinginkan sunburn. Anda juga dapat meletakkan kain yang sudah dibilas dengan air dingin secara perlahan pada daerah kulit yang terkena sunburn.

  • Gunakan pelembab

Seusai mandi, oleskan pelembab pada kulit Anda. Sebaiknya gunakan pelembab yang berbahan dasar kacang kedelai atau lidah buaya untuk mendinginkan kulit yang terkena sunburn.

  • Konsumsi obat antinyeri

Apabila kulit terasa sakit karena sunburn, Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen. Beberapa obat antinyeri juga dapat langsung dioleskan pada tubuh.

  • Minum air dan tutupi kulit

Minum air secukupnya untuk menghindari dehidrasi pada kulit dan tutupi kulit dengan pakaian sampai kulit yang terkena sunburn sembuh seutuhnya.

Catatan dari SehatQ

Di balik semua itu, kabar baiknya adalah sunburn dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun jika sunburn yang dialami tidak tertahankan atau tidak kunjung sembuh dan semakin parah. Jangan sepelekan sunburn karena dapat memicu kanker kulit. konsultasikan kepada dokter kulit untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/injured-skin/treat-sunburn
Diakses pada 23 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sunburn/symptoms-causes/syc-20355922
Diakses 23 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/sunburn#1
Diakses pada 23 Desember 2019

Artikel Terkait