13 Penyebab Sperma Sedikit yang Perlu Diwaspadai Kaum Adam


Penyebab air mani sedikit saat ejakulasi bisa bermacam-macam, mulai dari penyakit seperti varikokel, hingga gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol.

(0)
21 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jika jumlah sperma sedikit, maka kesuburan pria akan menurunJumlah sperma sedikit bisa dipengaruhi berbagai faktor mulai dari penyakit hingga lingkungan
Sedikitnya jumlah air mani yang keluar bagi banyak orang mungkin diartikan sebagai rendahnya volume sperma saat ejakulasi. Namun sebenarnya, jumlah sperma sedikit, atau low sperm count, adalah kondisi yang berbeda.Saat seorang pria mengalami ejakulasi, yang keluar dari penis sebenarnya bukan hanya sperma, melainkan juga air mani, alias cairan semen. Ya, sperma dan air mani adalah dua hal yang berbeda, tapi berhubungan.Dari total volume yang keluar saat ejakulasi tersebut, sperma hanya terdiri dari sekitar 1%-nya. Kondisi ini dinamakan hypospermia, dan tidak terlalu berpengaruh pada kesuburan.Sementara itu, jumlah sperma yang kurang dari normal disebut oligospermia dan berpengaruh cukup signifikan terhadap kesuburan seorang pria. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab air mani dan sperma sedikit yang perlu diwaspadai.

Penyebab air mani sedikit

Normalnya, dalam satu mililiter semen terdapat sekitar 15 juta sel sperma. Kurang dari itu, seseorang bisa disebut memiliki jumlah sperma yang sedikit.Semakin sedikit jumlah sperma yang diproduksi, semakin kecil pula kemungkinan sperma berhasil mencapai dan membuahi sel telur. Itu sebabnya, kehamilan akan lebih sulit terjadi.Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan jumlah produksi sperma menurun, mulai dari masalah kesehatan hingga kebiasan buruk. 
Varikokel, seperti varises tapi di testis
Varikokel bisa membuat jumlah sperma sedikit

1. Varikokel

Varikokel terjadi ketika pembuluh darah vena pada skrotum membesar secara berlebihan hingga menghambat aliran darah yang ada di testis. Hal ini menyebabkan suhu testis jadi naik dan memengaruhi produksi sperma.

2. Infeksi

Beberapa jenis infeksi bisa mengganggu produksi sperma atau menimbulkan luka yang menghambat jalur yang dilewati sperma. Infeksi yang dimaksud di antaranya:

3. Gangguan ejakulasi

Salah satu jenis gangguan ejakulasi yang menjadi penyebab air mani sedikit  adalah ejakulasi retrogradePada kondisi ini, sperma yang seharusnya keluar lewat ujung penis saat ejakulasi, justru masuk ke dalam kandung kemih. Alhasil, sperma yang berhasil keluar hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali.

4. Tumor

Tumor jinak ataupun ganas seperti kanker, sama-sama bisa memengaruhi organ reproduksi pria. Selain itu, pengobatan yang diterima pasien tumor dan kanker juga bisa berdampak pada menurunnya produksi sperma.

5. Gangguan hormon

Hormon berperan penting dalam proses produksi sperma. Itu sebabnya, ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, jumlah sperma bisa ikut berkurang.
Konsumsi obat-obatan bisa membuat produksi sperma menurun
Obat-obatan tertentu bisa mengurangi produksi sperma

6. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat juga turut menjadi penyebab air mani sedikit. Jenis obat yang dimaksud antara lain:
  • Beta-blocker
  • Antibiotik
  • Obat darah tinggi

7. Paparan zat kimia dan logam

Paparan zat kimia seperti pestisida, bahan pembersih, dan cat, dapat membuat jumlah sperma jadi sedikit. Selain itu, paparan logam berat seperti timbal juga bisa menyebabkan hal yang sama.

8. Testis yang kepanasan

Temperatur testis sangat berpengaruh pada produksi sperma. Jika terlalu panas, maka produksi sperma (spermatogenesis) otomatis akan berkurang. Penyebab naiknya temperatur testis antara lain kebiasaan memangku laptop dalam jangka waktu lama dan menggunakan celana terlalu ketat.

9. Konsumsi alkohol berlebihan dan penyalahgunaan narkoba

Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti ganja dan kokain bisa membuat jumlah sperma sedikit, begitu pula dengan konsumsi alkohol berlebihan.
Obesitas bisa memengaruhi jumlah sperma
Obesitas bisa membuat produksi sperma berkurang

10. Berat badan berlebih

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas menjadi penyebab air mani dan jumlah sperma sedikit.Selain itu, orang yang obesitas juga biasanya mengalami gangguan produksi hormon, yang juga berhubungan dengan produksi sperma.

11. Kebiasaan merokok

Menurut penelitian tahun 2012 yang dimuat dalam The Journal of Medical Research mengungkapkan bahwa kebiasaan merokok berdampak pada menurunnya jumlah sperma yang mampu dihasilkan oleh testis.Jika Anda adalah seorang perokok aktif dan sering kali mendapati air mani yang dikeluarkan berjumlah sedikit, maka sudah saatnya bagi Anda untuk menghentikan kebiasaan tersebut jika ingin kuantitas dan kualitas sperma tetap terjaga.

12. Faktor psikologis

Faktor psikologis juga bisa memengaruhi jumlah sperma yang diproduksi. Stres emosional berkepanjangan dan depresi bisa berpengaruh pada keseimbangan hormon di tubuh, yang kemudian berdampak pada sedikitnyai jumlah sperma  yang diproduksi.

13. Paparan radiasi

Terkena paparan radiasi bisa jadi penyebab air mani sedikitBahkan, dibutuhkan waktu hingga bertahun-tahun agar produksi sperma bisa kembali seperti semula. Apabila paparan radiasi terjadi dalam dosis besar, produksi sperma bisa berkurang secara permanen.[[artikel-terkait]]

Air mani sedikit pertanda jumlah sperma rendah?

Sedikitnya air mani yang keluar mungkin kerap membuat Anda berpikir jumlah sperma juga rendah. Hal ini mungkin saja benar, tapi tidak dapat dipastikan secara kasatmata.Sperma dan air mani adalah dua hal yang berbeda. Air mani bisa dilihat secara kasat mata, sementara sperma tidak.Itu sebabnya, guna mengetahui jumlah sperma di dalam air mani, Anda perlu menjalani tes kesuburan pria secara khusus. 

Cara menambah jumlah sperma

Olahraga bisa mengembalikan produksi sperma
Olahraga bisa mengembalikan produksi sperma
Apabila Anda sudah didiagnosis mengalami oligospermia, beberapa langkah perawatan di bawah ini bisa menjadi cara menambah sperma:

• Operasi

Kondisi seperti varikokel dapat diatasi dengan operasi. Saat operasi, dokter akan menutup pembuluh darah yang membesar dan mengalihkan aliran darah ke pembuluh darah lain yang normal.

• Obat

Dokter bisa meresepkan obat antibiotik untuk meredakan infeksi yang menjadi penyebab jumlah sperma menjadi sedikit. Pemberian jenis obat lain sesuai kondisi pasien pun dapat dilakukan.Hal ini mungkin tidak secara otomatis membuat produksi sperma meningkat, tapi akan mencegah jumlah sperma terus berkurang.

• Terapi hormon

Ketidakseimbangan hormon sering kali menjadi dalang sedikitnya sperma yang dihasilkan. Terapi hormon bisa menjadi salah satu solusinya. Saat kadar hormon kembali seimbang, maka produksi sperma bisa kembali normal.

• Perubahan gaya hidup

Bagi pria yang mengalami kelebihan berat badan, mengubah gaya hidup bisa menjadi opsi yang efektif untuk mengembalikan produksi sperma. Selain dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan penambah sperma, perubahan gaya hidup juga bisa dilakukan dengan berhenti merokok dan minum alkohol.

• Lebih sering berhubungan seks

Jika Anda dan pasangan sedang berusaha punya momongan tapi jumlah sperma sedikit, cobalah untuk lebih sering berhubungan seks, yaitu 3-4 kali dalam seminggu. Dengan begitu kemungkinan terjadinya pembuahan akan semakin besar.Catat juga waktu ovulasi atau masa subur pasangan, dan lakukanlah hubungan intim saat memasuki masa subur. Hal ini juga akan meningkatkan potensi kehamilan.

• Jangan gunakan pelumas saat berhubungan intim

Beberapa produk pelumas atau lubrikan dapat memengaruhi fungsi dan pergerakan sperma. Pastikan Anda memilih produk yang aman sesuai dengan rekomendasi dokter.[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Kurangnya jumlah sperma yang diproduksi bisa diatasi selama Anda mencari pengobatan yang tepat. Jadi, jika Anda dan pasangan belum juga mendapatkan momongan yang didambakan, berkonsultasilah dengan dokter.Selain itu, Anda dan istri sebaiknya juga melakukan  tes kesuburan untuk membantu menentukan pengobatan yang paling tepat agar kehamilan bisa cepat tercapai.Tanya seputar penyebab air mani sedikit dan masalah reproduksi pria lainnya dengan dokter terbaik langsung dari smartphone Anda di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ! Dengan fitur chat dokter, konsultasi medis jadi lebih mudah dan cepat.  Download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.
masalah infertilitasspermareproduksi priamasalah reproduksikesehatan pria
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/symptoms-causes/syc-20374585
Diakses pada 8 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/oligospermia
Diakses pada 8 Mei 2020
Fertillitypedia. https://fertilitypedia.org/edu/symptoms/low-semen-volume
Diakses pada 8 Mei 2020
Fertilitypedia. https://fertilitypedia.org/edu/diagnoses/hypospermia
Diakses pada 8 Mei 2020
Journal of International Medical Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23321190/#:~:text=Alcohol%20consumption%20resulted%20in%20significant,numbers%20of%20morphologically%20abnormal%20sperm.
Diakses pada 8 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait