13 Penyebab Sperma Sedikit yang Perlu Diwaspadai Kaum Adam

Jika jumlah sperma sedikit, maka kesuburan pria akan menurun
Jumlah sperma sedikit bisa dipengaruhi berbagai faktor mulai dari penyakit hingga lingkungan

Sedikitnya jumlah sperma yang keluar bagi banyak orang mungkin diartikan sebagai rendahnya volume sperma saat ejakulasi. Namun sebenarnya, jumlah sperma sedikit atau low sperm count adalah kondisi yang berbeda.

Saat seorang pria mengalami ejakulasi, yang keluar dari penis bukan hanya sperma namun juga semen. Dari total volume yang keluar saat ejakulasi tersebut, sperma hanya terdiri dari sekitar 1% nya. Kondisi ini dinamakan hypospermia dan tidak terlalu berpengaruh pada kesuburan.

Sementara itu, jumlah sperma yang kurang dari normal disebut oligospermia dan berpengaruh cukup signifikan terhadap kesuburan seorang pria. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini terjadi dan para pria perlu mewaspadainya.

Penyebab sperma sedikit

Seseorang dikatakan memiliki jumlah sperma yang terlalu sedikit apabila dalam satu mililiter semen terkandung kurang dari 15 juta sperma. Semakin sedikit jumlah sperma yang diproduksi, maka kemungkinan adanya sperma yang berhasil mencapai sel telur juga akan semakin kecil. Sehingga, kehamilan akan sulit tercapai meski kemungkinannya masih ada.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan jumlah sperma jadi sedikit:

Varikokel, seperti varises tapi di testis
Varikokel bisa membuat jumlah sperma sedikit

1. Varikokel

Varikokel terjadi ketika pembuluh darah vena pada skrotum membesar secara berlebihan hingga menghambat aliran darah yang ada di testis. Hal ini menyebabkan suhu testis jadi naik dan memengaruhi produksi sperma.

2. Infeksi

Beberapa jenis infeksi bisa mengganggu produksi sperma atau menimbulkan perlukaan yang menghambat jalur yang dilewati sperma. Infeksi yang dimaksud di antaranya epididimitis, orchitis, gonorrhea, dan HIV.

3. Gangguan ejakulasi

Salah satu jenis gangguan ejakulasi yang membuat jumlah sperma berkurang adalah ejakulasi retrogade. Pada kondisi ini, sperma yang seharusnya keluar lewat ujung penis saat ejakulasi, justru masuk ke dalam kandung kemih.

4. Tumor

Tumor jinak maupun ganas seperti kanker, sama-sama bisa memengaruhi organ reproduksi pria. Selain itu, pengobatan yang diterima pasien tumor dan kanker juga bisa berdampak pada produksi sperma.

5. Gangguan hormon

Hormon berperan penting dalam proses produksi sperma. Sehingga, saat ada ketidakseimbangan hormon, jumlah sperma bisa ikut berkurang.

Konsumsi obat-obatan bisa membuat produksi sperma menurun
Obat-obatan tertentu bisa mengurangi produksi sperma

6. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan beberapa jenis obat juga bisa membuat jumlah sperma menurun. Jenis obat yang dimaksud antara lain beta blocker, antibiotik, dan obat darah tinggi.

7. Paparan zat kimia dan logam

Paparan zat kimia seperti pestisida, bahan pembersih, dan cat, dapat membuat jumlah sperma jadi sedikit. Selain itu, paparan logam berat seperti timbal juga bisa menyebabkan hal yang sama.

8. Testis yang kepanasan

Temperatur testis sangat berpengaruh pada produksi sperma. Jika terlalu panas, maka produksi sperma otomatis akan berkurang. Penyebab naiknya temperatur testis antara lain kebiasaan memangku laptop dalam jangka waktu lama dan menggunakan celana terlalu ketat.

9. Konsumsi alkohol berlebihan dan penyalahgunaan narkoba

Penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja dan kokain bisa membuat jumlah sperma sedikit, begitu pula dengan konsumsi alkohol berlebihan.

Obesitas bisa memengaruhi jumlah sperma
Obesitas bisa membuat produksi sperma berkurang

10. Berat badan berlebih

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga dapat membuat produksi sperma menurun. Selain itu, orang yang obesitas juga biasanya mengalami gangguan produksi hormon, yang juga berhubungan dengan produksi sperma.

11. Kebiasaan merokok

Produksi sperma pria yang punya kebiasaan merokok, tidak sebaik pria yang tidak merokok, sehingga jumlah sperma yang dihasilkan pun lebih sedikit.

12. Faktor psikologis

Faktor psikologis juga bisa memengaruhi jumlah sperma yang diproduksi. Stres emosional berkepanjangan dan depresi bisa berpengaruh pada keseimbangan hormon di tubuh, yang kemudian akan memengaruhi jumlah produksi yang diproduksi.

13. Paparan radiasi

Terkena paparan radiasi bisa mengurangi jumlah sperma yang diproduksi. Bahkan, dibutuhkan waktu hingga bertahun-tahun agar produksi sperma bisa kembali seperti semula. Apabila paparan radiasi terjadi dalam dosis besar, produksi sperma bisa berkurang secara permanen.

Cara menambah jumlah sperma

Olahraga bisa mengembalikan produksi sperma
Olahraga bisa mengembalikan produksi sperma

Untuk mengetahui jumlah sperma yang diproduksi, Anda perlu menjalani pemeriksaan sperma secara khusus. Kondisi ini seringkali tidak disadari karena pemeriksaan biasanya baru dijalani oleh pasangan yang kesulitan memiliki momongan.

Apabila Anda sudah didiagnosis mengalami oligospermia, beberapa langkah perawatan di bawah ini bisa menjadi pilihan.

• Operasi

Kondisi seperti varikokel dapat diatasi dengan operasi. Saat operasi, dokter akan menutup pembuluh darah yang membesar dan mengalihkan aliran darah ke pembuluh darah lain yang normal.

• Obat

Dokter bisa meresepkan obat antibiotik untuk meredakan infeksi yang mengakibatkan jumlah sperma menjadi sedikit. Pemberian jenis obat lain sesuai kondisi pasien pun dapat dilakukan.

Hal ini mungkin tidak secara otomatis membuat produksi sperma meningkat, tapi akan mencegah jumlah sperma terus berkurang.

• Terapi hormon

Ketidakseimbangan hormon seringkali menjadi dalang sedikitnya sperma yang dihasilkan. Sehingga, terapi hormon bisa menjadi salah satu solusinya. Saat kadar hormon kembali seimbang, maka produksi sperma bisa kembali normal.

• Perubahan gaya hidup

Bagi pria yang mengalami kelebihan berat badan, mengubah gaya hidup bisa menjadi opsi yang efektif untuk mengembalikan produksi sperma. Selain dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, perubahan gaya hidup juga bisa dilakukan dengan berhenti merokok dan minum alkohol.

• Lebih sering berhubungan seks

Jika Anda dan pasangan sedang berusaha punya momongan tapi jumlah sperma sedikit, maka cobalah untuk lebih sering berhubungan seks yaitu 3-4 kali dalam seminggu. Dengan begitu kemungkinan terjadinya pembuahan akan semakin besar.

Catat juga waktu ovulasi atau masa subur pasangan, dan lakukanlah hubungan intim saat memasuki masa subur. Hal ini juga akan meningkatkan potensi kehamilan.

• Jangan gunakan pelicin saat berhubungan intim

Beberapa produk pelicin atau lubrikan dapat memengaruhi fungsi dan pergerakan sperma. Sehingga pilihlah produk yang aman dan sesuai dengan rekomendasi dokter.

Kurangnya jumlah sperma yang diproduksi bisa diatasi selama Anda mencari pengobatan yang tepat. Jadi, jika Anda dan pasangan belum juga mendapatkan momongan yang didambakan, berkonsultasilah dengan dokter. Anda dan istri perlu melakukan pemeriksaan kesuburan untuk membantu menentukan pengobatan yang paling tepat agar kehamilan bisa cepat tercapai.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/symptoms-causes/syc-20374585
Diakses pada 8 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/oligospermia
Diakses pada 8 Mei 2020

Fertillitypedia. https://fertilitypedia.org/edu/symptoms/low-semen-volume
Diakses pada 8 Mei 2020

Fertilitypedia. https://fertilitypedia.org/edu/diagnoses/hypospermia
Diakses pada 8 Mei 2020

Artikel Terkait