Penyebab Sperma Berdarah yang Harus Anda Waspadai


Sperma berdarah (hematospermia) terjadi karena adanya gangguan medis tertentu, seperti infeksi dan masalah pada pembuluh darah di salah satu organ reproduksi pria. Pada beberapa kasus, kondisi ini harus ditangani secara medis.

0,0
07 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sperma berdarah bisa membuat para pria khawatirSperma berdarah umumnya disebabkan oleh infeksi atau peradangan
Sperma berdarah atau hematospermia bisa membuat seseorang merasa takut dan khawatir. Namun, darah dalam air mani, tidak selalu menandakan masalah serius, terutama pada pria di bawah usia 40 tahun.Meski demikian, Anda perlu waspada jika sperma mengeluarkan darah secara terus menerus dan disertai gejala lain. Terlebih jika Anda telah berusia di atas 40 tahun.Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan sperma berwarna merah darah.

Penyebab sperma berdarah

Tak selamanya hematospermia menandakan adanya masalah serius. Hal ini tergantung pada seberapa sering Anda mengalaminya dan seberapa banyak darah yang keluar.Banyaknya darah yang ada pada air mani dapat bervariasi. Darah yang muncul bisa hanya setetes, bisa juga banyak. Jika disertai gejala lain, seperti buang air kecil terasa sakit, buang air kecil terasa tidak tuntas, ejakulasi menyakitkan, pembengkakan, dan demam, bisa jadi darah pada sperma disebabkan oleh adanya masalah kesehatan tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyebab sperma berdarah yang mungkin terjadi:

1. Infeksi dan peradangan

Infeksi dan peradangan menjadi penyebab paling umum dari sperma berdarah. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi atau peradangan pada kelenjar, tabung, atau saluran yang memproduksi atau memindahkan sperma dari tubuh, termasuk prostat, uretra, vas deferens, dan vesikula seminalis. Selain itu, penyakit menular seksual (PMS) maupun infeksi virus dan bakteri lainnya, juga bisa menyebabkan munculnya darah pada sperma.

2. Masalah pembuluh darah

Masalah pembuluh darah pada alat kelamin pria, seperti kista pada pembuluh darah, dapat menyebabkan sperma berdarah. Pembuluh darah dari prostat ke tabung kecil yang membawa sperma juga bisa saja mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan adanya darah dalam air mani.

3. Tindakan medis

Sperma bercampur darah juga dapat terjadi setelah melakukan prosedur medis. Ini termasuk kondisi yang umum. Sekitar 4 dari 5 pria diketahui mengeluarkan sperma berwarna merah darah untuk sementara waktu setelah melakukan biopsi prostat. Tindakan medis yang dilakukan untuk masalah kemih juga dapat menyebabkan trauma ringan yang menyebabkan pada perdarahan. Terapi radiasi, vasektomi, dan suntikan wasir juga dapat menimbulkan darah di sperma.

4. Penyumbatan

Salah satu tabung atau saluran kecil pada saluran reproduksi dapat tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah, dan darah bocor ke sperma. Pembesaran prostat jinak (benign prostate hyperplasia) bisa membuat uretra terjepit sehingga berpotensi menyebabkan munculnya darah dalam sperma.

5. Polip dan tumor

Meski jarang, polip atau tumor di prostat, testis, epididimis, atau vesikula seminalis dapat membuat sperma bercampur darah. Hal ini bahkan juga mungkin menjadi tanda dari kanker testis, kandung kemih, dan organ reproduksi maupun saluran kemih lainnya. 

6. Kondisi medis tertentu

Kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan sperma bercampur darah, seperti tekanan darah tinggi, hemofilia, HIV, penyakit hati kronis, dan leukemia. Jika Anda mengalami masalah ini, segera konsultasikan pada dokter.Sebagian kasus hematospermia akan hilang dengan sendirinya tanpa perawatan medis. Namun, akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.[[artikel-terkait]]

Cara mengatasi sperma berdarah

Oleh karena penyebabnya berbeda-beda, cara mengatasi sperma berdarah pun berbeda-beda. Dokter akan menentukan terlebih dahulu masalah yang menyebabkan sperma Anda bercampur darah sebelum menentukan pengobatan yang tepat.Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis hematospermia, di antaranya meliputi:
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes infeksi menular seksual (IMS) 
  • Tes urine (urinalisis), 
  • Tes skrining(ultrasonografi transrektal, CT scan, atau MRI) 
Setelah melakukan diagnosis, dokter bisa memberi penanganan yang tepat untuk Anda.Dokter mungkin saja akan memberikan obat hematospermia berupa antibiotik jika sperma berdarah disebabkan oleh infkesi bakteri dan obat antiperadangan. Sementara, bila sperma yang mengandung darah disebabkan oleh adanya sumbatan, dokter akan menyarankan tindakan operasi.Di samping itu, ada juga perawatan di rumah yang bisa Anda coba, yaitu beristirahat dengan cukup. Hal ini bisa membantu kondisi tubuh Anda cepat pulih dan bugar. Selain itu, jika Anda juga mengalami pembengkakan di pangkal paha, Anda bisa mengompres area yang terdampak dengan kompres es selama 10-20 menit.Adanya darah pada sperma sering kali tak diperhatikan sehingga jarang disadari oleh para pria. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk mulai waspada dan konsultasikan pada dokter, jika dirasa ada hal yang tak biasa pada sperma ataupun munculnya gejala lain yang Anda rasakan.Dengan fitur chat dokter di aplikasi SehatQ, konsultasi mengenai permasalahan kesehatan seperti sperma berdarah mau pun yang lainnya jadi lebih mudah. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play
infeksi menular seksualspermakesehatan priareproduksi pria
Web MD. https://www.webmd.com/men/guide/blood-in-semen-hematospermia-causes-symptoms-tests-treatments#1
Diakses pada 07 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-in-the-semen#summary
Diakses pada 07 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait