logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Pria

5 Penyebab Sperma Berdarah (Hematospermia) yang Harus Diwaspadai

open-summary

Sperma atau air mani berdarah disebut hematospermia. Walaupun umumnya tidak berbahaya, hati-hati jika terjadi secara berulang karena bisa disebabkan oleh infeksi dan harus ditangani secara medis.


close-summary

31 Jan 2023

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

penyebab sperma berdarah

Sperma berdarah (hematospermia) bisa terjadi karena infeksi atau peradangan

Table of Content

  • Penyebab sperma berdarah
  • Cara mengatasi sperma berdarah

Sperma berdarah (hematospermia) adalah munculnya bercak darah pada air mani yang keluar saat ejakulasi. Kondisi ini bisa membuat seorang pria panik. Namun, darah di air mani tidak selalu menandakan masalah serius, terutama pada pria di bawah usia 40 tahun.

Advertisement

Meski demikian, kamu perlu waspada jika sperma mengeluarkan darah secara terus -menerus disertai gejala lainnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab serta cara mengatasi sperma berdarah.

Penyebab sperma berdarah

Hematospermia adalah kondisi munculnya darah dalam air mani atau sperma. Ini bisa terjadi pada pria di segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada pria berusia 30-40 tahun.

Ada berbagai macam penyebab sperma berdarah. Apalagi, mengingat air mani perlu melewati serangkaian tabung menuju uretra untuk ejakulasi. Ini bisa mengakibatkan pembuluh darah pecah dan mengeluarkan darah sehingga bercampur dengan air mani.

Mengutip Cleveland Clinic, tak selamanya hematospermia menandakan adanya masalah serius. Hal ini tergantung seberapa sering kamu mengalaminya dan jumlah darah yang keluar.

Jika disertai gejala, seperti buang air kecil terasa sakit dan tidak tuntas, ejakulasi menyakitkan, pembengkakan, serta demam, bisa jadi hematospermia tergolong parah dan disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu. 

Berikut adalah macam-macam penyebab sperma berdarah yang perlu diketahui pria:

1. Infeksi dan peradangan

Vesikula seminalis adalah salah satu organ reproduksi pria yang berperan dalam produksi sel sperma dan penyimpanannya. Peradangan vesikula seminalis adalah penyebab umum sperma atau air mani berdarah.

Peradangan ini dapat membuat air mani bercampur darah yang terlihat saat seseorang mengalami ejakulasi.

Infeksi serta peradangan pada kelenjar, saluran, tabung, atau organ apa pun dalam alat kelamin pria bisa menyebabkan munculnya darah pada air mani, seperti:

  • Prostatitis, radang kelenjar prostat yang meneybabkan nyeri, hingga disfungsi seksual
  • Epididimitis, radang epididimis yang disebabkan infeksi bakteri
  • Penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, atau herpes
  • Urethritis, radang uretra yang menyebabkan gatal, sakit, hingga rasa terbakar

2. Masalah pembuluh darah

Masalah pembuluh darah pada alat kelamin pria, seperti kista, dapat menyebabkan hematospermia. 

Pembuluh darah dari prostat ke tabung kecil yang membawa sperma juga bisa saja mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan adanya darah dalam air mani.

Baca Juga

  • Berbagai Tips Menjaga Kesehatan Lansia agar Tetap Bugar di Usia Senja
  • Cara Membangun Tim Kerja yang Baik
  • Hati-Hati, Ini Penyakit Penis yang Dapat Menyerang Pria

3. Tindakan medis

Sperma bercampur darah juga dapat terjadi setelah melakukan prosedur medis. Ini termasuk kondisi yang umum. 

Sekitar 4 dari 5 pria diketahui mengeluarkan sperma berwarna merah darah untuk sementara waktu setelah melakukan biopsi prostat. 

Tindakan medis yang dilakukan untuk masalah kemih juga dapat menyebabkan trauma ringan yang menyebabkan pada perdarahan. Terapi radiasi, vasektomi, dan suntikan wasir juga dapat menyebabkan munculnya darah di sperma.

4. Penyumbatan

Salah satu tabung atau saluran kecil pada saluran reproduksi dapat tersumbat. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah, lalu darah bocor ke sperma. 

Pembesaran prostat jinak (benign prostate hyperplasia) juga bisa membuat uretra terjepit sehingga berpotensi menyebabkan munculnya darah dalam sperma.

5. Polip dan tumor

Meski jarang terjadi, polip atau tumor di prostat, testis, epididimis, atau vesikula seminalis dapat menyebabkan sperma berdarah. Hal ini juga mungkin menjadi tanda dari kanker testis, kandung kemih, kanker organ reproduksi lainnya.

Kondisi kesehatan yang memengaruhi seluruh tubuh juga bisa menyebabkan hematospermia. Ini termasuk hipertensi, hemofilia, leukimia, penyakit hati kronis, atau bahkan HIV.

Sekitar 15% kasus sperma atau air mani berdarah tidak diketahui apa penyebabnya. Sebagian besar kondisi kesehatan ini pun bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan medis.

Cara mengatasi sperma berdarah

Pengobatan dan perawatan hematospermia akan dilakukan sesuai dengan penyebab, volume darah, seberapa lama darah muncul, usia penderita, dan gejala lainnya.

Jika kamu berusia di bawah 40 tahun, tidak memiliki gejala saluran kemih, faktor risiko kondisi medis lainnya, dan hanya satu kali mengalami sperma berdarah, kemungkinan besar tidak perlu menjalani perawatan apa pun.

Alasannya, karena kondisi tersebut bisa sembuh dengan sendirinya. Apabila kondisinya cukup parah, dokter akan melakukan diagnosis meliputi:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes infeksi menular seksual (IMS) 
  • Tes urine (urinalisis), 
  • Tes skrining(ultrasonografi transrektal, CT scan, atau MRI) 

Setelah mengetahui diagnosis, dokter akan melakukan pengobatan yang tepat sebagai cara mengatasi sperma berdarah, meliputi:

Pengobatan medis

Dokter mungkin saja akan meresepkan obat khusus, jika penyebab sperma berdarah adalah infkesi.

Ini meliputi antibiotik, obat antiinflamasi, atau obat untuk mengecilkan pembesaran prostat.

Sementara, jika sperma berdarah disebabkan oleh sumbatan, dokter mungkin akan merekomendasikan tindakan operasi sesuai dengan gejala.

Pengobatan rumahan

Apabila penyebab sperma berdarah adalah trauma ringan, cukup beristirahat dan membiarkan tubuh pulih dengan sendirinya. Kalau ada pembengkakan di selangkangan, oleskan es batu ke area tersebut selama 10 hingga 20 menit sekali. Saat gejala memburuk, segera ke dokter.

Munculnya darah pada sperma seringkali tak diperhatikan, sehingga jarang disadari oleh para pria.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kamu untuk mulai waspada. Segera konsultasikan pada dokter jika merasa ada hal yang tak biasa pada sperma atau pun munculnya gejala lain yang dirasakan.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sperma berdarah atau hematospermia?  Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan organ intimmasalah seksualtips kesehatanmenjaga kesehatanspermakesehatan pria

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 24 Jam

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved