5 Penyebab Sesak Napas setelah Makan yang Perlu Anda Waspadai

0,0
25 Jun 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sesak napas setelah makan harus diwaspadai.Sesak napas setelah makan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis.
Sesak napas atau dispnea adalah kondisi medis yang biasanya disebabkan oleh buruknya kualitas udara, suhu ekstrem, berolahraga berat tanpa jeda, sedang berada di dataran tinggi, hingga penyakit tertentu. Namun, sebagian orang dapat mengalami sesak napas setelah makan.Bagi Anda yang bertanya-tanya kenapa setelah makan dada terasa sesak, ketahuilah bahwa ada sejumlah kondisi medis yang jadi penyebabnya. Mari kita kenali lebih lanjut mengenai berbagai penyebab sesak napas setelah makan dan cara mengatasinya.

5 penyebab sesak napas setelah makan yang patut diwaspadai

Mulai dari alergi makanan, GERD, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), berikut penyebab sesak napas setelah makan yang patut diwaspadai.

1. Alergi makanan

Salah satu penyebab umum dada sesak setelah makan dan sulit bernapas adalah alergi makanan. Gejalanya dapat muncul beberapa menit atau jam setelah mengonsumsi makanan yang memicu alergi.Hati-hati, sesak napas setelah makan dapat mengindikasikan anafilaksis, yakni reaksi alergi yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa. Kondisi ini memerlukan bantuan medis secepatnya.Berikut adalah sejumlah tanda dan gejala anafilaksis perlu Anda waspadai.
  • Sesak napas
  • Batuk terus-menerus
  • Denyut nadi lemah
  • Suara serak
  • Ruam dan pembengkakan pada kulit
  • Sulit menelan
  • Tenggorokan terasa sesak
  • Mual, muntah, dan diare
  • Sakit perut
  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah rendah
  • Pingsan
  • Henti jantung.
Cara terbaik untuk mencegah munculnya reaksi alergi makanan adalah menghindari makanan pemicunya. Sebab, tidak ada obat-obatan yang bisa menyembuhkan alergi makanan.

2. Menghirup partikel makanan

Terkadang, sebagian orang dapat menghirup partikel makanan atau cairan saat sedang makan. Kondisi ini dikenal dengan sebutan aspirasi paru atau pulmonary aspiration.Orang yang memiliki paru-paru sehat umumnya dapat mengeluarkan partikel makanan tersebut dengan mudah melalui batuk. Namun, mereka tetap dapat mengalami sesak napas dan sakit tenggorokan setelahnya.Di sisi lain, jika kondisi ini terjadi pada seseorang yang memiliki paru-paru tidak sehat, mereka dapat kesulitan mengeluarkan partikel makanan tersebut dan berpotensi mengalami pneumonia aspirasi.Pneumonia aspirasi terjadi saat partikel menyebabkan infeksi kantung udara di dalam satu atau kedua paru-paru. Berbagai gejala yang perlu diwaspadai dari kondisi ini, di antaranya:
  • Nyeri dada
  • Mengi
  • Sesak napas
  • Batuk berdahak yang mengeluarkan lendir berwarna hijau, berdarah, dan berbau tak sedap
  • Bau napas tak sedap
  • Sulit menelan
  • Demam
  • Keringat berlebihan
  • Lelah.
Pengobatan pneumonia aspirasi didasari oleh tingkat keparahan dan kesehatan penderitanya. Dokter biasanya dapat memberikan obat antibiotik untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

3. GERD

GERD dapat menyebabkan dada sesak setelah makan. Sebab, lemahnya otot di antara kerongkongan dan lambung bisa membuat isi lambung bergerak ke arah yang salah.GERD juga menyebabkan gejala lain, seperti sensasi terbakar di dada, hingga merasa adanya makanan yang tersangkut di tenggorokan.Beberapa obat yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi GERD meliputi antasida yang bisa menetralisir asam lambung dan obat penghambat pompa proton (lansoprazole dan omeprazole) yang bisa menurunkan produksi asam lambung.

4. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah penyakit paru progresif yang bisa membuat tubuh kesulitan memasukkan dan mengeluarkan udara dari paru-paru.Sesak napas yang dirasakan penderita PPOK dapat membuat mereka kelelahan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan berbagai aktivitas sehari-hari terasa berat.Selain itu, bernapas dan mencerna makanan sekaligus membutuhkan banyak energi. Inilah alasan mengapa penderita PPOK dapat mengalami sesak napas setelah makan.Gejala PPOK lainnya meliputi:
  • Batuk terus-menerus
  • Rasa sesak di dada
  • Mengi.
Saat lambung terisi penuh atau perut sedang kembung, perasaan sesak napas pada penderita PPOK bisa terasa semakin parah.Untuk mencegahnya, cobalah mengonsumsi makanan dengan porsi yang kecil tapi lebih teratur. Hindari juga makanan yang menyebabkan penumpukan gas dan perut kembung.Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Foundation merekomendasikan berbagai tips untuk penderita PPOK agar terhindar dari sesak napas setelah makan, di antaranya:
  • Istirahat 30 menit sebelum dan sesudah makan
  • Makan dengan perlahan
  • Mengurangi makanan bergula tinggi yang bisa menyebabkan kelelahan
  • Jangan rebahan setelah makan
  • Hindari makan saat sedang sesak napas karena bisa membuat gas terperangkan di dalam tubuh.

5. Hernia hiatus

Hernia hiatus adalah kondisi lambung menonjol ke rongga dada melalui dinding otot yang memisahkan diafragma dan perut. Hal ini dapat menyebabkan sesak napas setelah makan.Hernia hiatus terbagi dalam beberapa jenis, salah satunya hernia paraesofagus yang dapat terjadi ketika lambung terjepit di sebelah pipa makanan. Saat kondisinya semakin parah, lambung dapat menekan diafragrma dan paru-paru sehingga menyebabkan nyeri dada dan sesak napas.Berbagai gejala hernia paraesofagus ini bisa terasa semakin parah setelah makan. Sebab, lambung yang terisi penuh semakin menekan diafragma.Beberapa kasus hernia paraesofagus tidak membutuhkan pengobatan. Namun, penderitanya perlu menjalani prosedur pembedahan jika mengalami sejumlah gejala berikut:
  • Nyeri dada
  • Nyeri di bagian perut tengah dan atas
  • Sulit menelan
  • Sakit maag
  • Mengidap gastroesophageal reflux disease (GERD).

Kapan harus ke dokter?

Siapa pun yang mengalami sesak napas setelah makan disarankan untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Nantinya, dokter dapat melakukan berbagai tes untuk mengetahui penyebabnya.Jika berbagai gejala di bawah ini muncul bersamaan dengan dada sesak setelah makan, sebaiknya jangan tunda kunjungan Anda ke dokter.
  • Rasa nyeri dan tekanan pada dada
  • Sulit bernapas saat sedang tidur telentang
  • Mengi
  • Pusing
  • Demam, menggigil, dan batuk
  • Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki
  • Munculnya kebiruan di bibir atau ujung jari.
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
penyakitsesak napaspenyakit paru obstruktif kronis
Healthline. https://www.healthline.com/health/what-does-shortness-of-breath-feel-like#causes
Diakses pada 11 Juni 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324127#inhaling-food-particles
Diakses pada 11 Juni 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/shortness-of-breath-or-wheezing-after-eating-1324160
Diakses pada 11 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/diagnosis-treatment/drc-20373229
Diakses pada 11 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait