5 Penyebab Sesak Napas saat Tidur dan Cara Mengatasinya

(0)
31 Oct 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sesak napas saat tidur dapat disebabkan oleh macam-macam penyakitSesak napas saat tidur dapat menurunkan kualitas tidur
Sesak napas merupakan salah satu gangguan yang dapat menurunkan kualitas tidur. Sesak napas saat tidur dapat disebabkan oleh beberapa kondisi yang mendasarinya. Masalah ini umumnya tidak berbahaya, tetapi tidak jarang juga menandakan adanya gangguan kesehatan serius.Sesak napas saat tidur bisa merupakan gejala dari macam-macam penyakit, termasuk gangguan jantung dan paru, sleep apnea, gangguan kecemasan, kegemukan, atau kambuhnya alergi.

Penyebab sesak napas saat tidur

Berdasarkan American Family Physician, sekitar 85 persen penyebab sesak napas saat tidur berhubungan dengan masalah-masalah berikut:
  • Masalah paru-paru
  • Masalah jantung
  • Masalah kesehatan mental.
Berikut adalah sejumlah penyebab umum sesak napas saat tidur yang perlu Anda ketahui.

1. Gangguan paru

Gangguan paru bisa disebabkan oleh hal ringan hingga penyebab yang mengancam jiwa. Kondisi ini juga bisa dikarenakan alergi atau infeksi bakteri dan virus. Beberapa gangguan paru yang dapat menyebabkan sesak napas saat tidur, yaitu:
  • Asma

Asma merupakan kondisi terjadi peradangan pada paru yang menyebabkan sesak napas. Asma yang kambuh saat tidur dapat disebabkan oleh posisi tidur yang menekan diafragma, penumpukan dahak di tenggorokan, perubahan hormon saat malam hari, kondisi sekitar yang memicu asma, atau karena penyakit refluks asam lambung.
  • Emboli paru

Emboli paru adalah gangguan berupa gumpalan darah yang terbentuk pada paru sehingga menyebabkan sakit dada, batuk, pembengkakan, dan sesak napas saat tidur. Kondisi ini harus segera ditangani oleh tim medis.
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK adalah penyakit peradangan paru kronis yang menyebabkan hambatan aliran udara pada paru. Salah satu jenis PPOK yang dapat menyebabkan sesak napas saat tidur adalah emfisema, yaitu kerusakan kantong udara (alveolus) pada paru-paru.

2. Gagal jantung

Gagal jantung adalah kondisi saat jantung gagal memompa aliran darah ke seluruh tubuh. Sesak napas saat tidur adalah salah satu gejala utamanya. Selain itu, kondisi ini bisa ditandai dengan batuk atau bersin tanpa henti; mual; jantung berdebar; serta kaki bengkak.

3. Sleep apnea

Sleep apnea adalah kondisi sesak napas saat tidur dikarenakan terjadinya penyempitan jalan aliran udara sehingga menurunkan tingkat oksigen. Masalah ini dapat ditandai dengan sering terbangun saat tidur untuk menghela napas.Kondisi ini menyebabkan penderitanya tidak mendapatkan kualitas tidur yang dibutuhkan dan sering kali terbangun dalam keadaan letih di pagi hari. Selain itu, sakit kepala atau bangun dalam kondisi tidak nyaman juga bisa menjadi gejala sleep apnea.

4. Obesitas

Obesitas atau kegemukan dapat menyebabkan sesak napas saat tidur. Masalah ini ditimbulkan sebagai efek kegemukan pada area perut yang menyebabkan paru-paru kesulitan mengembang seluruhnya.

5. Gangguan panik dan kecemasan

Sesak napas saat tidur bisa diakibatkan oleh gangguan kesehatan mental, seperti serangan panik dan kecemasan. Tidak hanya itu, gangguan kecemasan juga dapat membuat Anda merasa mual dan merasa seperti hendak pingsan.   

Cara mengatasi sesak napas saat tidur

Meditasi untuk mengobati sesak napas saat tidur
Meditasi dapat bantu atasi sesak napas karena gangguan panik atau cemas
Cara mengatasi sesak napas saat tidur dilakukan berdasarkan penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan rencana perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.Berikut adalah jenis-jenis perawatan sesak napas saat tidur yang dilakukan berdasarkan penyebabnya.

1. Gangguan paru

Tindakan penanganan gangguan paru dapat beragam. Mulai dari menghindari pemicu, menggunakan bantal untuk penopang, hingga memperbanyak ventilasi udara.Dokter juga mungkin akan memberikan antibiotik, obat batuk, pereda demam, dan pereda nyeri untuk beberapa kondisi.Untuk mengatasi PPOK yang tidak dapat disembuhkan, pasien dapat diberi perawatan untuk meringankan gejala, termasuk pemberian inhaler dan terapi oksigen.

2. Gagal jantung

Untuk menangani gagal jantung, dokter dapat menyarankan perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan, seperti penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), penghambat reseptop angiotensin II (ARB), beta bloker, antagonis aldosteron, dan diuretik, untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh.

3. Sleep apnea

Penderita sleep apnea mungkin memerlukan alat bantu untuk mengatasi sesak napas saat tidur. Perubahan gaya hidup sehari-hari, misalnya menurunkan berat badan dan berhenti merokok, juga dapat membantu.

4. Alergi

Untuk menghindari sesak napas saat tidur karena alergi yang kambuh, Anda harus memeriksa kondisi di sekitar tempat tidur. Pastikan sekeliling selalu bebas alergen dan gunakan perlengkapan tidur yang hipoalergenik. Dokter biasanya memberikan obat antihistamin untuk meredakan gejala.

5. Gangguan kecemasan dan serangan panik

Sesak napas karena gangguan kecemasan dan serangan panik dapat diatasi dengan berkonsultasi pada psikolog atau psikiater. Anda juga dapat melatih pernapasan atau mencoba latihan lain yang dapat menenangkan pikiran, seperti meditasi dan yoga.Segera kunjungi instalasi gawat darurat apabila sesak napas saat tidur terjadi mendadak, semakin berat, dan tidak membaik dengan upaya perawatan yang biasa Anda lakukan.Jika Anda punya pertanyaan seputar sesak napas saat tidur lainnya, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
sesak napassleep apneagagal jantung
Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep/shortness-of-breath-at-night
Diakses 17 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/breathing-difficulty-lying-down
Diakses 17 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325539
Diakses 17 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait