Ketahui, 7 Hal Ini Ternyata Jadi Penyebab Sesak Napas secara Tiba-tiba!

Sesak napas mendadak dapat terjadi karena beberapa penyebab
Salah satu penyebab sesak napas yang terjadi tiba-tiba adalah anemia.

Sesak napas terjadi ketika paru - paru tidak mendapat udara yang cukup. Saat mengalami sesak napas, anda akan merasa kesulitan bernapas, seperti tercekik, dan dada terasa tertekan. Selain itu, napas pun akan menjadi cepat dan pendek.

Secara medis, sesak napas dikenal sebagai dispnea. Kondisi ini bisa terjadi akibat terlalu banyak mengeluarkan tenaga, terlalu lama di ketinggian, maupun sebagai gejala dari berbagai kondisi yang anda miliki.

[[artikel-terkait]]

7 Penyebab sesak napas mendadak

Sesak napas dibagi menjadi dua, yaitu sesak napas tiba-tiba (akut) dan sesak napas jangka panjang (kronis). Sesak napas tiba-tiba memang hanya terjadi sebentar, kira-kira beberapa menit hingga beberapa jam.

Akan tetapi, hal ini ternyata dapat menjadi tanda dari kondisi medis yang serius. Sesak napas tiba-tiba bisa disertai dengan gejala lain, seperti batuk, ruam atau demam.

Sesak napas yang tiba-tiba menyerang, tentu akan membuat anda kaget dan panik. Lalu, apa penyebab sesak napas tiba-tiba? Sesak napas tiba-tiba (akut) ternyata dapat disebabkan oleh.

1. Asma

Banyak orang yang datang ke unit gawat darurat karena sesak napas akibat asma, mungkin termasuk anda. Asma terjadi ketika saluran udara mengalami peradangan, sehingga membengkak, menyempit, dan menghasilkan lendir berlebih.

Tak hanya menyebabkan sesak napas, asma juga mengakibatkan dada sesak, batuk, dan bunyi mengi pada napas, yang biasanya berbunyi "ngik-ngik".

Beberapa penderita asma mengalami sesak napas hanya pada kondisi tertentu, seperti setelah berolahraga. Sementara, yang lainnya bisa mengalami sesak napas kronis.

2. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan pada arteri pulmonalis, yang memasok darah ke paru-paru. Penyumbatan ini dapat mencegah oksigen mencapai jaringan paru-paru, sehingga membuat Anda mengalami sesak napas.

Tak hanya itu, anda juga akan merasa pusing, nyeri dada hebat, detak jantung meningkat atau tak teratur, hingga mengalami batuk yang disertai darah dan lendir.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan kantung udara pada satu atau kedua paru-paru, mengalami peradangan. Kantung udara pun dapat terisi dengan cairan atau nanah, sehingga menyebabkan Anda kesulitan bernapas.

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan demam, nyeri dada, batuk berdahak atau nanah, dan kedinginan. Pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur.

4. Gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika otot jantung melemah, dan tidak dapat memompa cukup darah, untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap darah dan oksigen.

Gagal jantung biasanya disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, seperti penyakit jantung koroner. Jika mengalami gagal jantung, anda akan merasa sesak napas dan kelelahan.

5. Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi ketika zat ini menumpuk di aliran darah anda. Jika di udara terlalu banyak karbon monoksida, maka tubuh anda akan menggantikan oksigen dalam sel darah merah, dengan karbon monoksida.

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna maupun berbau, yang dihasilkan oleh pembakaran bensin, kayu, arang, atau bahan bakar lainnya.

Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang serius, bahkan kematian. Keracunan karbon monoksida juga dapat menyebabkan anda sesak napas, pusing, kelelahan, sakit kepala, mual dan muntah, penglihatan kabur, bahkan hilang kesadaran.

6. Hipotensi

Hipotensi atau tekanan darah rendah dapat menyebabkan gangguan jantung serius, dan kegagalan organ, karena oksigen dan nutrisi tidak mencapai organ penting. Hal tersebut terjadi pada hipotensi parah.

Hipotensi juga menimbulkan gejala sesak napas, yang membuat napas anda cepat dan pendek, pusing, mual, kelelahan, serta penglihatan kabur.

7. Anemia

Anemia terjadi karena penurunan jumlah sel darah merah yang bersirkulasi dalam tubuh. Biasanya anemia disebabkan oleh penyakit lain yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah merah sehat, atau meningkatkan kerusakan dan kehilangan sel darah merah.

Anemia dapat menyebabkan anda mengalami sesak napas, kulit pucat, detak jantung cepat, pusing, sakit kepala, dan sakit dada.

Selain ketujuh penyebab di atas, sesak napas tiba-tiba juga dapat terjadi akibat kegelisahan, tersedak atau menghirup sesuatu yang menghalangi jalan napas, reaksi alergi, serangan jantung, paru-paru yang kolaps, dan hernia hiatal.

Anda harus berhati-hati jika secara mendadak sesak napas datang menyerang.

Mengatasi sesak napas mendadak

Dalam mengatasi sesak napas  mendadak, terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Usahakan jangan panik karena hanya akan memperburuk kondisi Anda. Berikut hal yang bisa Anda lakukan jika sesak napas menyerang tiba-tiba:

  • Teknik bernapas melibatkan mulut

Teknik bernapas ini mudah dilakukan, dan dapat membantu pernapasan Anda menjadi lebih efektif. Terlebih dahulu, duduklah di kursi dengan tegak namun sandarkan bahu agar otot leher dan bahu menjadi rileks. Tarik napas secara perlahan melalui hidung tanpa membuka mulut selama 2 hitungan. Lalu, keluarkan perlahan melalui mulut hingga 4 hitungan. Ulangi cara ini kurang lebih selama 10 menit.

  • Duduk dengan sedikit membungkuk ke depan

Duduk dapat membantu tubuh Anda rileks dan membuat bernapas lebih mudah. Duduklah di kursi dengan telapak kaki menapak pada lantai. Sedikit bungkukan dada dengan condong ke depan. Tahan siku di lutut agar tangan menyangga dagu. Bernapaslah lebih dalam, dan buat tubuh tetap rileks.

  • Berdiri dengan bersandar pada dinding

Berdiri dengan bersandar pada dinding dapat membuat tubuh dan saluran pernapasan Anda rileks. Berdiri dan bersandarlah pada dinding hingga pinggul menempel. Buat kaki terbuka cukup lebar, dan tangan berada di samping paha. Condongkan badan sedikit ke dapan, namun pastikan tetap rileks.

  • Minum kopi

Bagi penderita asma, kafein yang terkandung dalam kopi dapat melemaskan otot-otot di saluran napas. Hal ini bisa membantu mengatasi sesak napas yang terjadi.

  • Batuk

Batuk dapat membantu mengeluarkan banyak lendir dalam tenggorokan atau paru-paru yang mungkin menjdi penyebab sesak napas Anda. Dengan melakukan batuk yang terkontrol, maka Anda dapat bernapas lebih baik.

Jika sesak napas tak juga hilanh bahkan semakin memburuk, sebaiknya segera hubungi bantuan medis darurat. Dokter akan memberi penanganan yang tepat untuk sesak napas yang Anda alami.

 

WebMD. https://www.webmd.com/lung/shortness-breath-dyspnea
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/causes/sym-20050890
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/carbon-monoxide/symptoms-causes/syc-20370642
Diakses pada 13 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
Diakses pada 13 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314963.php
Diakses pada 13 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159609.php
Diakses pada 13 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/158800.php
Diakses pada 13 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/153796.php
Diakses pada 13 Mei 2019

Docs Opinion. https://www.docsopinion.com/2017/04/24/shortness-of-breath-dyspnea/
Diakses pada 13 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-treatments-for-shortness-of-breath.
Diakses pada 25 Desember 2019

Artikel Terkait