Sakit kepala saat lapar umum dialami banyak orang
Belum makan atau melewati makan adalah salah satu penyebab sakit kepala saat perut lapar

Salah satu tanda yang umum terjadi saat perut lapar adalah bunyi perut keroncongan. Akan tetapi pada beberapa orang, terkadang kerap juga merasakan pusing atau sakit kepala ketika belum makan atau melewatkan waktu makan. Mengapa bisa demikian?

Ketahui penyebab sakit kepala saat lapar

Pusing saat perut lapar adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak orang sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Ada beberapa penyebab pusing saat perut lapar dapat terjadi. 

Mulai dari dehidrasi, kekurangan asupan kafein, hingga akibat melewatkan waktu makan. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Dehidrasi

Salah satu penyebab sakit kepala saat perut lapar adalah kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi. 

Jika Anda tidak mencukupi kebutuhan asupan cairan dalam tubuh, lapisan tipis pada jaringan otak akan mengencang dan menekan reseptor rasa sakit. Akibatnya, Anda akan merasa pusing. 

Dehidrasi juga menjadi penyebab umum jenis sakit kepala lainnya, seperti banyak menenggak minuman beralkohol. 

2. Kekurangan asupan kafein pada peminum kopi rutin

Kafein bersifat sebagai stimulan pada tubuh, terutama pada beberapa orang yang terbiasa minum kopi tiga hingga empat gelas setiap harinya. 

Ketika Anda tidak mengonsumsi kafein dalam waktu beberapa saat, maka pembuluh darah di otak dapat mengencang sehingga menyebabkan sakit kepala. 

3. Belum makan atau melewatkan waktu makan

Ini merupakan penyebab umum Anda merasa sakit kepala saat lapar. Ya, tubuh membutuhkan persediaan energi yang cukup dalam bentuk makanan yang berperan sebagai bahan bakar guna mendukung segala aktivitas fisik yang Anda jalani. 

Ketika Anda belum makan sama sekali atau terakhir makan beberapa jam yang lalu, persediaan dan cadangan energi dalam tubuh, terutama gula, akan menurun. 

Kondisi tersebut tentu akan membuat kadar gula dalam darah ikut merosot. Padahal, gula darah diandalkan sebagai sumber energi. 

Saat kadar gula darah turun maka tubuh akan melepaskan hormon yang membuat tekanan darah meningkat dan pembuluh darah menyempit. Seluruh kondisi ini merupakan sebuah sinyal penanda dari otak bahwa Anda sedang lapar yang memicu munculnya rasa sakit kepala. 

Hal tersebut juga dapat memicu kekambuhan sakit kepala saat perut lapar. Bahkan, rasa lapar terkadang dapat membuat sebagian besar orang mengalami migrain. 

Oleh sebab itu, sebaiknya jangan sampai Anda telat makan atau tidak mengisi perut sama sekali. Pasalnya kebiasaan tersebut bisa menyebabkan risiko hipoglikemia dan sakit kepala pun menyerang. 

Apa saja gejala sakit kepala saat perut lapar?

Ketika perut terasa lapar, Anda mungkin tidak hanya mengalami sakit kepala. Namun, bisa pula membuat Anda mengalami berbagai gejala lainnya, seperti:

  • Sakit kepala yang teramat sangat.
  • Kepala terasa sakit seolah diikat kencang oleh tali.
  • Merasa adanya tekanan di dahi atau sisi kepala.
  • Mengalami ketegangan di area leher dan bahu.

Jika penurunan kadar gula darah tidak kunjung kembali ke tingkat normal maka gejala dapat berkembang semakin memburuk. Tak hanya sakit kepala, penurunan kadar gula darah saat lapar juga menimbulkan berbagai gejala, seperti: 

  • Lemas atau lesu.
  • Sakit perut.
  • Tubuh merasa dingin.
  • Tubuh menjadi goyah.

Berbagai gejala tersebut umumnya tidak datang dalam satu waktu secara bersamaan. Awalnya, sakit kepala akan muncul terlebih dahulu saat perut lapar. Kemudian, akan diikuti oleh gejala lainnya. 

Bagaimana cara mengatasi sakit kepala saat lapar? 

Beberapa cara mengatasi sakit kepala saat lapar, antara lain:

1. Segera makan 

Satu-satunya cara untuk mengatasi sakit kepala saat perut lapar hanyalah dengan makan. Setelah tubuh mendapatkan asupan makanan, umumnya sakit kepala dan gejala lainnya akan berangsur hilang setelah 30 menit kemudian. 

Anda hanya perlu makan tepat waktu, dan sebaiknya tidak menunda makan agar mencegah timbulnya pusing saat lapar. 

2. Sediakan camilan

Jika perlu, usahakan untuk selalu menyediakan camilan atau makanan dalam porsi sedikit yang berfungsi sebagai pengganjal isi perut sementara waktu. 

Dengan begitu, apabila di jam makan Anda masih disibukkan dengan melakukan aktivitas lain dan belum sempat makan berat, persediaan camilan bisa sedikit membantu. 

3. Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh

Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan minum air putih. Penting bagi Anda untuk minum cairan sebanyak delapan gelas per hari. Hal tersebut dapat mencegah dehidrasi yang menjadi penyebab munculnya sakit kepala saat lapar. 

4. Menambah asupan kafein 

Anda juga bisa menambah asupan kafein dengan minum teh atau kopi. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa teh dan kopi merupakan jenis cairan diuretik sehingga menyebabkan Anda sering buang air kecil. 

5. Minum obat pereda nyeri

Jika sakit kepala tak berangsur hilang setelah 30 menit mengonsumsi makanan berat, Anda bisa minum obat pereda nyeri tanpa resep dokter, seperti ibuprofen, naproxen, acetaminophen, atau aspirin. 

Meski demikian, berhati-hatilah apabila Anda sering minum obat untuk meredakan sakit kepala guna mengatasi rasa lapar. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan munculnya kondisi sakit kepala berulang. 

Alih-alih mengobati sakit kepala saat lapar, sebaiknya Anda melakukan langkah pencegahan dengan makan tepat waktu. 

Kapan harus ke dokter? 

Sakit kepala saat lapar memang bukan suatu kondisi yang perlu dikhawatirkan. Namun, segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami sakit kepala berulang yang membutuhkan konsumsi obat terus menerus. 

Terlebih jika sakit kepala saat perut lapar disertai dengan berbagai gejala serius lainnya, seperti ruam, demam, mati rasa, penglihatan kabur atau ganda, leher kaku, atau gangguan bicara. Hal tersebut bisa jadi merupakan tanda atau gejala kondisi kesehatan serius yang membutuhkan konsultasi dengan dokter segera. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/hunger-headache-2
Diakses pada 17 Desember 2019

Live Strong. livestrong.com/article/375852-why-do-i-get-a-headache-when-im-hungry/
Diakses pada 17 Desember 2019

Artikel Terkait