Inilah Berbagai Penyebab Sering Mengantuk Sepanjang Hari

Penyebab sering mengantuk dapat diakibatkan oleh gaya hidup yang buruk
Sering mengantuk dapat mengindikasikan suatu kondisi tertentu

Mengantuk dan kelelahan adalah dua hal yang biasanya sering disebutkan bergantian untuk menggambarkan kondisi letih. Meski kedua hal tersebut sama-sama dapat diatasi dengan tidur, namun mengantuk dan kelelahan adalah dua hal yang berbeda.

Ketika kita mengantuk, dibutuhkan usaha lebih untuk tetap dapat sadar, sementara saat tubuh dalam kondisi kelelahan, kesadaran seseorang bisa tetap terjaga meski terasa capek. Kelelahan dapat diakibatkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan dan bekerja dalam durasi yang panjang, misalnya setelah berolahraga secara intens atau melakukan pekerjaan tanpa istirahat. Namun mengantuk adalah kondisi yang berbeda karena yang dibutuhkan hanyalah tidur. Kondisi ini mengganggu konsentrasi, produktivitas, dan keselamatan seseorang.

Penyebab Sering Mengantuk

Mengantuk secara umum adalah hal yang normal. Kondisi ini dapat terjadi ketika memang sudah waktunya seseorang untuk tidur, atau saat seseorang kurang tidur. Rasa mengantuk yang berlebihan atau sering mengantuk dapat mengindikasikan kurang tidur hingga gejala penyakit tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab sering mengantuk yang bisa Anda identifikasi.

1. Gaya Hidup

Gaya hidup tertentu dapat menjadi penyebab sering mengantuk, seperti bekerja dalam kurun waktu yang sangat panjang, mengubah waktu kerja menjadi malam hari (shift malam), atau melakukan perjalanan panjang sehingga menyebabkan jetlag. Dalam kasus seperti ini, rasa mengantuk yang dialami akan perlahan-lahan berkurang saat tubuh Anda beradaptasi dengan jadwal aktivitas baru.

2. Kesehatan Mental

Mengantuk berlebihan juga dapat dialami dalam kondisi mental dan emosi yang kurang sehat, seperti pada kasus depresi atau pada tingginya tingkat stres dan kecemasan. Rasa jemu juga dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan.

3. Kondisi Kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan, seperti diabetes, hipotiroid, dan nyeri kronis juga dapat memengaruhi sistem metabolisme tubuh dan kondisi mental sehingga menjadi penyebab sering mengantuk.

4. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan, seperti antihistamin, obat penenang, dan obat tidur, memiliki efek yang menimbulkan rasa kantuk. Peringatan terhadap penggunaan obat-obat ini dijelaskan secara lengkap pada kemasannya, sehingga tidak disarankan untuk menggunakannya saat sedang menyetir. Konsultasikan dengan dokter jika tetap mengalami rasa kantuk berlebihan padahal penggunaan obat telah dihentikan.

5. Gangguan Tidur

Penyebab sering mengantuk juga dapat diakibatkan karena adanya gangguan tidur. Gangguan-gangguan tidur tersebut, meliputi:

  • Insomnia

Insomnia merupakan salah satu gejala gangguan tidur karena kualitas tidur seseorang yang kurang baik sehingga membuat penderitanya merasa tidak segar ketika bangun dari tidur.

  • Sleep Apnea

Gangguan tidur ini mengakibatkan penderita mendengkur keras, henti napas sesaat, suara seperti tersedak, dan terbangun mendadak. Penderita biasanya berulangkali mengalami henti napas sepanjang tidur sehingga mengganggu tidurnya. Henti napas ini mengakibatkan pasokan oksigen ke otak berkurang sehingga sepanjang hari terasa mengantuk. Sleep apnea juga bisa meningkatkan risiko darah tinggi, stroke, dan serangan jantung.

6. Restless Leg Syndrome (RLS)

RLS disebabkan karena adanya keinginan untuk menggerakkan kaki selama berbaring. Ada sensasi merayap, panas, terbakar atau nyeri pada kaki penderita. Pada beberapa penderita, sensasi ini juga menyebabkan gerakan menendang. Proses yang terjadi selama tidur ini menyebabkan kondisi badan yang tidak segar saat terbangun sehingga menyebabkan rasa kantuk sepanjang hari.

7. Parasomnia

Parasomnia merupakan kondisi yang menyebabkan perilaku yang tidak normal saat tidur, seperti tidur sambil berjalan atau berbicara sambil berjalan. Beberapa gejala lainnya, seperti melambaikan tangan saat tidur akibat respons terhadap mimpi, menendang, atau memukul merupakan gangguan tidur yang kemungkinan memiliki hubungan dengan penyakit Parkinson.

8. Narkolepsi

Gejala utama narkolepsi adalah terlalu banyak tidur di siang hari atau terjadi serangan kantuk di siang hari sehingga menyebabkan penderita tiba-tiba dapat tertidur selama waktu beraktivitas normal. Beberapa penderita narkolepsi mengalami ‘tindihan’ di mana penderita tidak dapat bergerak ketika tertidur atau ingin terbangun. Gejala lainnya meliputi mimpi yang terlalu jelas atau halusinasi selama tertidur.

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/narcolepsy
Diakses pada April 2019

WebMd. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/narcolepsy#1
Diakses pada April 2019

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/narcolepsy/
Diakses pada April 2019

NIH (National Institute of Neurological Disorders and Stroke). https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Narcolepsy-Fact-Sheet
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed