logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Kesehatan Mental

6 Penyebab Sering Menangis Sendiri

open-summary

Sering menangis sendiri bisa disebabkan oleh pseudobulbar affect yang muncul akibat cedera saraf. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat perubahan hormon seseorang.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Karlina Lestari

8 Mar 2023

penyebab menangis sendiri

Tidak selamanya tentang gangguan mental

Table of Content

  • Penyebab seseorang sering menangis sendiri
  • Akibat terlalu sering menangis

Kejadian atau momen penuh kesedihan membuat seseorang tiba-tiba menangis. Pada kasus tertentu, seseorang bisa saja sering menangis sendiri tanpa ada alasan maupun penyebab yang pasti. Biarpun begitu, kondisi ini tetap bisa dilihat secara medis. Simak ulasannya di bawah ini!

Advertisement

Penyebab seseorang sering menangis sendiri

Sering menangis sendiri berhubungan erat dengan hal emosional. Penelitian yang terbit pada jurnal Emotion Review memaparkan, tangisan emosional adalah keluarnya air mata dari kelenjar air mata tanpa adanya iritasi pada mata.

Tangisan ini diikuti dengan perubahan pada beberapa otot wajah. Perubahan lainnya terjadi pada suara saat berbicara yang diikuti dengan isakan. Menariknya, hanya manusia yang mampu menangis akibat adanya emosi tertentu.

Meski terlihat tak beralasan, rupanya ada penyebab mengapa seseorang sering menangis sendiri. Inilah penyebab seseorang kerap menangis tiba-tiba:

1. Stereotip gender

Rupanya, hormon seks pada manusia pun merupakan penyebab seseorang sering menangis sendiri. Hal ini pun diungkapkan pada jurnal Psychotherapy and Psychosomatic. Dalam hal ini, penelitian ini menemukan bahwa perempuan lebih sering menangis sendiri. Secara biologis, tubuhnya menghasilkan hormon prolaktin lebih banyak daripada laki-laki.

Hormon yang biasanya dihasilkan saat menyusui ini rupanya mampu menghambat produksi dopamin. Jika hormon dopamin kurang, hal ini menyebabkan seseorang merasa sedih hingga menangis yang tidak bisa dijelaskan.

Penelitian yang terbit pada jurnal Motivation and Emotion juga menyatakan, perempuan cenderung lebih mudah menangis terutama ketika berempati dengan orang lain saat dalam situasi stres. Hal ini juga diperkuat oleh stereotip budaya di berbagai negara bahwa perempuan cenderung lebih lemah dan emosional, sementara laki-laki sebagai sosok tangguh bermental baja yang tidak seharusnya menangis.

2. Depresi

Ya, gangguan mental ini menyebabkan seseorang sering menangis sendiri. Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi 5, tanda-tanda depresi adalah:

  • Merasa sedih, hampa, dan tidak punya harapan dan terlihat menangis.
  • Kehilangan minat pada hal-hal aktivitas sehari-hari.
  • Tidak bisa tidur atau justru terlalu banyak tidur.
  • Gelisah dan merasa pergerakan tubuh menjadi lambat.
  • Terlalu lelah dan kehilangan energi setiap hari.
  • Tidak mampu berpikir ataupun konsentrasi setiap hari.
  • Merasa tidak berharga dan kerap menyalahkan diri sendiri.
  • Kerap berpikir kematian, seperti ide bunuh diri maupun percobaan bunuh diri.

Tanda-tanda depresi tersebut setidaknya terjadi selama dua minggu berturut-turut. Selain itu, penderita depresi setidaknya mengalami empat tanda-tanda tersebut dan mengalami kesusahan saat beraktivitas sehari-hari.

Selain sebagai salah satu tanda gejala depresi, sering menangis sendiri ini juga erat kaitannya dengan tingkat depresi yang dialami seseorang. Penelitian yang terbit pada Journal of Abnormal Psychology menemukan, orang yang depresi cenderung mengungkapkan perasaan negatif mereka dengan penuh emosi. Salah satu cara mereka untuk meluapkan emosi adalah dengan menangis.

3. Pseudobulbar affect

Fenomena sering menangis sendiri juga terjadi pada pengidap gangguan pseudobulbar affect. Pada kondisi ini, penderita pseudobulbar sering tertawa ataupun menangis tiba-tiba. Tawa dan tangisnya datang di saat situasi yang tidak tepat.

Penyebab pseudobulbar affect diketahui akibat adanya cedera pada saraf yang mengatur emosi. Meski pseudobulbar affect juga melibatkan tawa, sering menangis sendiri tanpa ada sesuatu yang terlihat menyedihkan lebih mendominasi pada penderita.

Hal ini membuat banyak pengidap pseudobulbar didiagnosis mengidap depresi di awal. Nyatanya, pseudobulbar affect terjadi dalam waktu yang singkat. Tidak seperti depresi yang terus-menerus.

Meski demikian, riset yang dipaparkan pada jurnal Therapeutics and Clinical Risk Management membuktikan, 30% hingga 35% orang dengan pseudobulbar cenderung mengidap depresi. Penelitian ini juga menemukan, pseudobulbar affect cenderung berisiko pada orang dengan Parkinson, Alzheimer, stroke, dan tumor otak.

4. Gangguan kecemasan

Riset yang terbit pada jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan, seseorang yang mengalami kecemasan lebih rentan sering menangis sendiri. Penelitian ini menemukan, orang yang cemas cenderung tidak bisa lepas dari orang lain.

Saat mereka merasa tidak berada bersama orang yang dipercaya, mereka cenderung menangis sebagai ekspresi dari rasa terancam dan sedih. Selain itu, mereka lebih sering menangis dengan alasan perasaan negatif yang mereka rasakan. Pengidap kecemasan berlebih juga menangis lebih lama karena mereka cenderung lebih mudah merasa terancam terus-menerus.

Selain itu, mereka lebih sensitif terhadap emosi negatif. Mereka pun menanggapi ancaman dan emosi negatif dengan menangis kencang dan emosional. Tangisan yang lama pada penderita kecemasan juga terjadi karena mereka berjuang untuk mengatur dan mengurangi perasaan negatif.

5. PMS

Salah satu tanda umum saat perempuan akan haid adalah perubahan emosional yang mungkin termasuk sering menangis sendiri tiba-tiba. Hal ini diakibatkan adanya gejolak hormon seks, yaitu estrogen.

Riset yang terbit pada International Journal of Environmental Research and Public Health menemukan, sebelum menstruasi, perempuan mengalami fase luteal, yaitu fase setelah ovarium melepas sel telur dan sebelum menstruasi. Saat fase luteal, estrogen pun menurun. Estrogen erat kaitannya dengan serotonin.

Saat estrogen rendah pada fase luteal, serotonin pun ikut menurun. Hal ini menyebabkan wanita cenderung rentan secara emosional, seperti sering menangis sendiri sebelum menstruasi. Serotonin bekerja untuk memicu rasa puas, senang, dan optimisme. Kekurangan serotonin sebelum menstruasi menyebabkan seseorang mengalami sindrom pramenstruasi. Salah satu tandanya adalah menangis terus-menerus.

6. Gejala stroke ringan

Siapa sangka, penyakit kardiovaskular juga bisa menyebabkan tangisan secara tiba-tiba. Studi yang terbit pada Journal of Neurology, Neurosurgery, & Psychiatry menemukan, seseorang yang mengalami stroke ringan cenderung menunjukkan tanda-tanda menangis tiba-tiba.

Penyebabnya adalah karena pengidap stroke ringan mengalami mati rasa pada wajah bagian kiri dan nyeri pada leher kiri dan lengan dan diikuti dengan menangis tiba-tiba. Bahkan, tangisan ini terjadi berkali-kali sehingga pengidap pun menjadi sering menangis sendiri. Penelitian ini menemukan menangis tiba-tiba diakibatkan adanya cedera pada bagian otak kiri karena aliran darah ke otak yang terhambat. Namun, hal ini sangat jarang terjadi.

Akibat terlalu sering menangis

Menangis terkadang erat kaitannya dengan pelepasan rasa stres. Namun, terlalu banyak menangis sendiri memiliki dampak yang membuat tubuh tidak nyaman. Inilah akibat terlalu sering menangis:

  • Sakit kepala sebab menangis tiba-tiba erat kaitannya dengan kesedihan. Saat sedih, tubuh menghasilkan hormon stres, kortisol yang ditandai rasa sakit pada kepala saat menangis.
  • Imunitas menurun sebab menangis terlalu sering menyebabkan antibodi imunoglobulin A berkurang. Antibodi ini bekerja sebagai garda terdepan pertahanan tubuh.
  • Perubahan mood dan mood buruk yang berlarut-larut dapat memunculkan energi negatif sehingga tidak bersemangat menjalani hari-hari.

Selain itu, akibat terlalu sering menangis yang bisa dirasakan tubuh adalah:

  • Hidung meler.
  • Mata merah.
  • Bengkak di sekitar mata dan wajah.
  • Kemerahan di sekitar wajah.

Baca juga: Manfaat Menangis untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Sering menangis sendiri terkadang tidak ada alasan yang pasti. Namun, rupanya menangis tiba-tiba ini juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental maupun keadaan tubuh. Jika belakangan sering menangis sendiri disertai dengan tanda-tanda gangguan kesehatan mental lainnya, segera hubungi psikolog dan psikiater.

Advertisement

kesehatan mental

Ditulis oleh Ade Irawan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved