logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Penyebab Sembelit atau Konstipasi Berbeda-beda pada Anak dan Orang Dewasa

open-summary

Penyebab sembelit atau konstipasi berbeda pada anak dan orang tua. Sembelit pada anak-anak disebabkan oleh konsumsi susu atau takut menggunakan toilet, sementara orang tua disebabkan oleh kurang serat dan terlalu lama duduk.


close-summary

12 Apr 2019

| Aby Rachman

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Penyebab sembelit atau konstipasi berbeda pada anak dan orang tua

Konstipasi dapat menyerang siapa saja

Table of Content

  • Penyebab umum sembelit atau konstipasi
  • Penyebab sembelit pada anak
  • Ciri sembelit dan cara mengatasinya
  • Catatan dari SehatQ

Sembelit adalah kondisi saat Anda kesulitan buang air besar. Seseorang dikatakan mengalami sembelit atau konstipasi apabila frekuensi buang air besarnya kurang dari tiga kali seminggu.

Advertisement

Sesekali mengalami konstipasi adalah hal yang umum. Namun, pada beberapa orang, kondisi ini bisa bertahan hingga beberapa minggu atau bahkan lebih, hingga mengganggu aktivitas hariannya.

Selain frekuensi yang kurang, sembelit juga biasanya ditandai dengan tinja yang keras dan kering, muncul rasa nyeri saat mengejan, dan perut masih terasa penuh sehabis buang air besar.

Penyebab umum sembelit atau konstipasi

Sembelit disebabkan oleh berbagai faktor. Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya konstipasi, antara lain:

  • Kurang mengonsumsi serat
  • Kurang minum cukup cairan 
  • Dehidrasi
  • Kurang aktivitas fisik, misalnya jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga
  • Kebiasaan menahan saat ada keinginan untuk buang air
  • Kebiasaan duduk terlalu lama
  • Kehamilan
  • Lansia atau berusia 60 tahun ke atas
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti narkotika, diuretik, suplemen zat besi, antasida, dan obat-obatan untuk tekanan darah, kejang, dan depresi

Pada konstipasi yang terjadi secara kronis atau terus-menerus, penyebabnya mungkin bisa lebih serius. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya antara lain:

  • Sindrom iritasi usus
  • Kanker kolorektal
  • Diabetes
  • Penyakit Parkinson
  • Multiple sclerosis
  • Stres, cemas, dan depresi
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif
  • Gangguan pada kolon dan rektum 

Sistem pencernaan manusia sebenarnya dapat bekerja dengan sangat efisien. Dalam waktu beberapa jam, sistem pencernaan dapat menyerap nutrisi dari asupan yang Anda makan dan minum, memproses nutrisi tersebut masuk ke dalam aliran darah, dan yang tidak diserap akan dibuang.

Bahan sisa tersebut melewati sekitar 6 meter usus sebelum akhirnya disimpan sementara di usus besar, di mana kandungan air akan dikeluarkan. Residunya akan diekskresikan melalui usus dalam satu atau dua hari.

Proses pengeluaran sisa makanan berupa kotoran ini akan bergantung pada pola makan, usia, dan aktivitas harian Anda. Biasanya, pola buang air besar tiap orang berbeda, hal ini dapat berarti tiga kali sehari hingga tiga per minggu.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa jika residu makanan yang menjadi feses tersimpan lama di usus besar, maka akan semakin sulit tinja untuk keluar karena sudah terlalu keras akibat air yang terlalu banyak terserap. Hal inilah yang menyebabkan sembelit atau konstipasi.

Kotoran yang normal seharusnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Normalnya, Anda seharusnya tidak kesulitan saat mengeluarkannya.

Baca Juga

  • 5 Penyebab Bayi Menangis saat BAB yang Perlu Diketahui Orangtua
  • Penyebab Sakit Perut Setelah Makan dan Cara Mengatasinya
  • Penyebab Ambeien, Jenis, Hingga Cara Mengatasinya

Penyebab sembelit pada anak

Penyebab terjadinya sembelit atau konstipasi pada anak terutama bayi, berbeda dengan orang dewasa. Untuk itu, Anda juga perlu memperhatikannya lebih rinci agar lebih waspada ketika kondisi ini menimpa si Kecil.

Rutinitas buang air besar seseorang cenderung bervariasi tergantung pada usia, pola makan, dan aktivitas fisik. Bayi yang diberi susu botol misalnya, cenderung memiliki kotoran yang lebih keras dan sering mengalami sembelit dibandingkan bayi yang diberi ASI.

Selain itu, sebagian anak juga mengalami sembelit karena terlalu sering menahan buang air besar di sekolah. Begitu pula dengan balita yang sering sembelit selama toilet training karena tidak mau atau takut untuk menggunakan toilet.

Anak-anak juga dapat mengalami sembelit karena mengonsumsi makanan tertentu, seperti produk susu.

Ciri sembelit dan cara mengatasinya

Apa saja tanda sembelit pada orang dewasa maupun anak-anak? Bagi orang yang mengalami konstipasi, Anda mungkin akan mengalami salah satu atau beberapa gejala penyakit sembelit berikut ini:

  • Buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu
  • Feses kering, keras, dan/atau kental
  • Sulit buang air besar
  • Sakit dan nyeri saat buang air besar
  • Sakit perut atau kram
  • Perut kembung
  • Mual
  • Merasa belum sepenuhnya mengosongkan isi perut setelah buang air besar

Jika Anda mengalami ciri-ciri sembelit di atas, tidak ada salahnya mengubah pola hidup dengan lebih banyak minum air putih, konsumsi buah dan sayur, dan aktif berolahraga. 

Anda juga bisa minum obat pencahar, suplemen serat, atau obat lain untuk mengatasi sembelit yang dijual di apotek. Jika tak kunjung hilang dalam beberapa hari, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. 

Catatan dari SehatQ

Setelah mengetahui penyebab sembelit baik pada orang dewasa maupun anak-anak, Anda diharapkan dapat lebih waspada dan bisa menghindarinya. Pastikan menjalani gaya hidup yang sehat dengan makan cukup serat dan minum banyak air putih.

Selain itu, jangan menahan jika memang hasrat ingin buang air besar sudah muncul. Jika konsitpasi tak kunjung reda setelah berminggu-minggu atau bahkan bulan, segera periksakan kondisi Anda ke dokter terdekat untuk memastikan penyebab dan mendapatkan perawatan yang paling sesuai.

Anda juga bisa berkonsultasi melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!

Advertisement

sembelitkonstipasi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved