Kenali Penyebab Sariawan Beserta Gejala dan Cara Mengobatinya

Stres dan luka dianggap sebagai pemicu utama sariawan
Salah satu gejala sariawan adalah munculnya luka di mulut berbentuk bulat dan berwarna putih keabuan.

Sariawan sering dikaitkan dengan masalah kekurangan nutrisi vitamin C. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Masih ada banyak hal perlu diketahui masyarakat tentang sariawan yang kerap mengganggu kesehatan mulut ini. 

Ada dua jenis sariawan, yaitu sariawan biasa dan sariawan kompleks. Bedanya, sariawan biasa bisa sembuh dalam seminggu. Sementara, sariawan kompleks lebih sering terjadi pada orang yang sudah pernah mengalaminya (sering kambuh). Mari ketahui apa penyebab sariawan dan beberapa hal tentang sariawan di bawah ini.

Penyebab Sariawan

Sebenarnya, peneliti belum ada yang memastikan penyebab sariawan. Tetapi, cedera dan stres dianggap sebagai pemicu utama. Makanan tertentu, seperti jeruk, sayuran asam (lemon, jeruk, nanas, apel, ara, tomat, dan stroberi) dapat memperburuk sariawan. Kawat gigi atau gigi palsu juga bisa melukai permukaan mulut dan menyebabkan sariawan.

Beberapa kasus sariawan kompleks disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti gangguan sistem kekebalan tubuh; masalah gizi, seperti kekurangan vitamin B-12, zinc, asam folat, defisiensi zat besi, atau penyakit saluran pencernaan, seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn.

Apakah Herpes (Cold Sore) dan Sariawan Sama?

Jawabannya, tidak. Meski, keduanya menyerang area di sekitar bibir dan mulut, tetapi sama sekali tidak sama. Cold sore, atau istilah medisnya herpes simpleks tipe 1, memiliki karakteristik berupa bintik berisi cairan yang melepuh dan terasa sakit.

Sementara, sariawan disebabkan oleh virus. Luka sariawan juga bisa muncul di luar mulut. Umumnya di sekitar bibir, di lidah, dan di dalam mulut.

Gejala Sariawan

Gejala-gejala sariawan yang umumnya diketahui, antara lain:

  • Luka yang muncul di dalam mulut seperti lidah, langit-langit, atau pipi bagian dalam
  • Sensasi kesemutan atau panas sebelum luka muncul
  • Luka di mulut berbentuk bulat, berwarna putih atau abu-abu, dan bagian tepi berwarna kemerahan
  • Dalam kondisi sariawan yang serius, kadang menyebabkan demam, dan tubuh lemas

Cara Mengobati dan Mencegah Sariawan

Nyeri akibat sariawan biasanya berkurang dalam beberapa hari, dan luka akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, dalam waktu sekitar satu atau dua minggu. Namun, ada juga perawatan sariawan memakai metode laser yang harus mendapat saran dan rekomendasi dari dokter gigi.

Meski sariawan bisa sembuh tanpa pengobatan, Anda bisa mengurangi frekuensi dan gejalanya dengan:

  • Menghindari makanan yang dapat mengiritasi mulut. Seperti buah jeruk, sayuran asam, dan makanan pedas
  • Menghindari iritasi akibat mengunyah permen karet
  • Menyikat gigi dengan sikat berbulu halus setelah makan dan flossing setiap hari, yang akan menjaga mulut bebas dari makanan yang mungkin memicu sakit

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter gigi, apabila sariawan memiliki:

  • Luka yang besar
  • Luka yang menyebar
  • Luka yang bertahan 3 minggu atau lebih
  • Nyeri yang tak tertahankan meskipun sudah menghindari makanan pemicu dan meminum obat penghilang rasa sakit
  • Kesulitan minum air
  • Demam tinggi

Tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat mencegah munculnya sariawan. Apabila sariawan tak kunjung sembuh, jangan ragu untuk berkonsultasi segera ke dokter.

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/canker-sores#1
Diakses pada Februari 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed