Penyebab Sakit Saat BAB dan Cara Mengatasinya

(0)
03 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Merasa sakit saat BAB dapat disebabkan oleh berbagai halSembelit bisa menyebabkan sakit saat BAB
Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami sakit saat buang air besar. Sesekali merasakan sakit saat BAB merupakan hal yang normal. Biasanya hal tersebut disebabkan oleh asupan yang dikonsumsi. Akan tetapi, jika rasa sakit muncul setiap kali buang air besar, maka Anda perlu waspada. Sebab terdapat beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit saat BAB. Hal ini tentu saja penting untuk Anda ketahui agar bisa segera diatasi.

Penyebab sakit saat BAB dan cara mengatasinya

Sakit saat buang air besar tentu bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan kesulitan dalam mengeluarkan feses. Adapun penyebab sakit saat BAB yang dapat terjadi, antara lain:

1. Sembelit

Sembelit terjadi ketika Anda lebih jarang buang air besar daripada biasanya entah karena kekurangan serat atau suka menahan BAB. Hal ini menyebabkan feses menjadi lebih keras, kering, dan besar karena menumpuk sehingga sulit dikeluarkan.Tak hanya menyebabkan sakit saat BAB, sembelit juga dapat disertai gejala lain seperti rasa belum tuntas setelah buang air besar, kembung, serta kram pada perut atau punggung bagian bawah. Dalam mengatasi sembelit, Anda disarankan banyak minum air putih, mengonsumsi makanan tinggi serat, mengurangi asupan kafein dan alkohol, serta mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi obat pencahar untuk memperlancar buang air besar.

2. Diare

Diare terjadi ketika Anda buang air besar terlalu sering serta mengeluarkan feses yang lunak dan encer. Kondisi ini tak selalu menyebabkan sakit saat BAB. Akan tetapi, terlalu sering buang air besar dan menyeka anus dapat membuat kulit di sekitarnya teritasi hingga BAB pun menjadi sakit.Anda dapat mengonsumsi obat diare yang dijual bebas atau atas resep dokter guna mengatasinya. Selain itu, pastikan tetap terhidrasi dengan minum air putih atau larutan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Sementara, dalam mencegah diare jagalah kebersihan tangan dan asupan yang Anda konsumsi.

3. Fisura ani

Fisura ani merupakan robekan pada kulit di sekitar anus yang umumnya disebabkan oleh konstipasi atau penetrasi anal. Gejala yang dapat ditimbulkan dari kondisi ini, yaitu sakit yang menyengat di area anus saat BAB, adanya darah pada feses, anus terasa gatal, dan sensasi terbakar di sekitar anus.Menggunakan pelunak feses, minum banyak air putih, dan mengonsumsi makanan tinggi serat dapat membuat BAB lebih lancar sehingga tak terasa sakit lagi. Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan krim atau salep hidrokortison untuk mengurangi peradangan dan juga salep pereda nyeri.

4. Wasir

Wasir adalah pembengkakan pada pembuluh darah di sekitar anus atau rektum. Kondisi ini bisa menyebabkan sakit saat BAB dan duduk menjadi terasa tidak nyaman. Gejala lain yang mungkin Anda rasakan, yaitu gatal dan nyeri anus yang hebat, adanya benjolan di dekat anus, bahkan keluarnya darah saat buang air besar. Mandi dengan air hangat, mengoleskan krim pereda nyeri, mengonsumsi lebih banyak serat, melakukan mandi sitz (merendam bokong dalam air hangat), dan mengompres wasir dengan air dingin dapat membantu Anda mempercepat proses penyembuhan. Dokter juga mungkin akan meresepkan ibuprofen atau naproxen untuk mengurangi peradangan. Namun pada kasus yang parah, wasir perlu diangkat melalui operasi.

5. Inflammatory bowel disease (IBD)

Inflammatory bowel disease (IBD) atau radang usus adalah peradangan pada saluran pencernaan. Jenis penyakit radang usus yang paling umum, yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn. Kondisi ini bisa menyebabkan diare, sakit saat BAB, kram perut, sulit menahan buang air besar, penurunan berat badan secara tiba-tiba, dan pendarahan saat BAB. Dalam mengatasinya, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengurangi peradangan dan meredakan gejala. Sebagian penderita juga mungkin perlu mengonsumsi kortikosteroid sebagai pengobatan jangka panjang.

6. Intoleransi atau sensitivitas terhadap makanan

Orang yang memiliki intoleransi atau sensitivitas terhadap makanan bisa mengalami buang air besar atau diare yang menyakitkan jika mengonsumsi makanan tertentu, misalnya produk susu. Bentuk perawatan terbaik untuk kondisi ini, yaitu dengan menghindari berbagai asupan yang dapat memicu terjadinya reaksi.

7. Proktitis

Proktitis terjadi ketika lapisan rektum mengalami peradangan. Gejala yang dapat terjadi, yaitu sakit saat buang air besar, diare, keluarnya lendir dari anus, pendarahan saat BAB, dan merasa ingin terus buang air besar. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual, perawatan radiasi kanker, atau radang usus. Pengobatan pun dilakukan berdasarkan penyebabnya.

8. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang melapisi rahim berkembang di area tubuh lain. Para peneliti memperkirakan bahwa 3,8-37 persen kasus endometriosis memengaruhi usus besar. Selain membuat buang air besar sakit, kondisi ini juga bisa menyebabkan munculnya lendir dalam feses, pendarahan dari dubur, diare atau sembelit, dan perut kembung. Dokter cenderung mengobati endometriosis usus menggunakan terapi hormon atau pembedahan.

9. Infeksi

Beberapa infeksi dapat menyebabkan nyeri pada dubur sebelum, selama, atau setelah buang air besar, meliputi:
  • Abses anal, yaitu kantung berisi nanah di sekitar anus atau dubur yang disertai pembengkakan
  • Infeksi menulars seksual (IMS) seperti klamidia, gonore, herpes, dan sifilis 
  • Infeksi jamur
Segera periksakan diri pada dokter jika Anda mengalami infeksi tersebut. Dokter mungkin akan meresepkan obat antibiotik dalam bentuk krim atau pil untuk mengatasinya. Dalam beberapa kasus, abses yang dalam mungkin memerlukan operasi.

10. Kanker anus 

Kanker anus dapat menyebabkan buang air besar terasa sakit. Tak hanya itu, gejala lain yang mungkin terjadi antara lain nyeri atau iritasi pada anus, pendarahan saat BAB, penurunan berat badan, merasakan adanya tekanan di anus, sembelit parah, dan tak mampu menahan urine.Pengobatan sedini mungkin sangatlah diperlukan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker. Dokter biasanya memberi perawatan kemoterapi, terapi radiasi atau operasi pengangkatan tumor guna menghilangkan sel kanker yang ada.

11. Masalah kulit

Beberapa masalah kulit, seperti eksim, psoriasis, herpes simpleks tipe 2, dan kutil dapat memengaruhi area sekitar anus. Selain timbulnya rasa sakit sebelum, selama, dan setelah buang air besar, Anda juga bisa merasakan gatal dan pendarahan di sekitar area tempat feses keluar. Tentu saja pengobatan dilakukan berdasarkan masalah kulit yang Anda alami.

Catatan SehatQ

Sakit saat buang air besar bisa saja bersifat sementara dan tak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu minum air putih dengan cukup, mengonsumsi asupan tinggi serat, dan melakukan pola hidup sehat. Akan tetapi, jika sakit saat BAB disebabkan oleh kondisi tertentu, maka Anda harus mengobati kondisi yang mendasarinya tersebut. Bila sakit saat BAB tak kunjung pulih, disertai gejala lain atau semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan menemukan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat untuk keluhan Anda.
penyakitsembelitdiareproktitiskanker anuswasir
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-does-it-hurt-when-i-poop#endometriosis
Diakses pada 20 Mei 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326439#possible-causes
Diakses pada 20 Mei 2020
Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/painful-bowel-movements-causes#1
Diakses pada 20 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait