Sakit Perut Saat Haid Mengganggu? Kenali Berbagai Penyebabnya

Sakit perut saat haid bisa berupa kram hingga nyeri tak tertahankan
Sakit perut saat haid dapat menyerang sebagian wanita

Tidak sedikit wanita yang merasakan sakit perut saat haid, terutama pada hari-hari pertama menstruasi. Jika Anda hanya merasakan kram atau tidak nyaman, hal ini normal dan Anda tidak perlu minum obat sakit perut saat haid.

Sebaliknya, jika nyeri itu membuat Anda tidak bisa beraktivitas, Anda memang harus waspada atau bahkan wajib memeriksakan diri ke dokter.

Sakit perut saat haid, yang juga dikenal sebagai dismenore, biasanya terjadi 1-2 hari sebelum menstruasi hingga hari kedua setelah darah keluar dari vagina. Area yang terasa nyeri biasanya adalah perut bagian bawah, dan bisa juga disertai gejala lain, seperti mual, muntah, pusing, diare, dan pandangan berkunang-kunang.

Penting bagi Anda mengidentifikasi penyebab nyeri haid. Pasalnya, cara menghilangkan sakit perut saat haid akan tergantung pada penyebab nyeri haid itu sendiri.

Penyebab sakit perut saat haid

Penyebab utama sakit perut saat haid adalah aktifnya hormon prostaglandin yang memicu kontraksi pada rahim. Kontraksi ini terjadi beberapa hari sebelum menstruasi, serta bisa membuat Anda merasa sakit atau hanya begah dan tidak nyaman.

Menderita sakit perut saat haid kadang kala tidak terhindarkan bagi sebagian orang yang memang memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita dismenore. Orang-orang tersebut, di antaranya:

  • Wanita yang masih berusia di bawah 20 tahun
  • Mengalami pubertas sebelum usia 11 tahun
  • Belum pernah melahirkan
  • Memiliki anggota keluarga lain yang menderita dismenorea
  • Merokok
  • Mengalami menstruasi dengan keluar darah terlalu banyak
  • Mengalami menstruasi yang tidak rutin sebulan sekali.

Dalam beberapa kasus, Anda juga dapat mengalami sakit perut saat haid karena adanya masalah medis tertentu, seperti:

  • Premenstrual syndrome (PMS): kondisi yang awam diderita oleh wanita 1-2 minggu sebelum menstruasi ini terjadi karena adanya perubahan hormon yang drastis di dalam sistem reproduksi. Namun, PMS biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah darah menstruasi keluar.

  • Endometriosis: kondisi ini terjadi ketika sel dinding rahim berada di luar rahim, misalnya tuba falopi, ovarium, atau dinding panggul.

  • Peradangan panggul (pelvic inflammatory disease atau PID): penyebab nyeri haid yang satu ini berbentuk infeksi pada rahim, tuba falopi, atau ovarium yang biasanya disebabkan oleh bakteri pada penyakit menular seksual.

  • Fibroid rahim: fibroid merupakan tumor jinak, tapi dapat menekan rahim atau menyebabkan dismenore.

  • Adenomiosis: ini adalah penyakit langka ketika jaringan endometrium tumbuh di dinding otot rahim. Selain menjadi penyebab nyeri haid, adenomosis juga dapat membuat menstruasi lebih berat atau lebih panjang.

  • Stenosis serviks: kondisi ini menandakan leher rahim (serviks) Anda kecil dan sempit sehingga darah menstruasi tidak bisa keluar dengan lancar sehingga menyebabkan rahim tertekan dan menimbulkan sakit perut saat haid.

Jika Anda menderita sakit perut saat haid sejak pertama kali menstruasi, maka Anda mengalami dismenorea primer. Sedangkan jika nyeri haid Anda terjadi karena penyakit seperti disebutkan di atas, Anda dikatakan menderita dismenorea sekunder yang dapat sembuh jika penyebab nyeri haid tersebut bisa ditangani.

Cara menghilangkan nyeri perut saat haid

Terdapat berbagai merek obat sakit perut yang beredar di pasaran. Namun jika nyeri haid yang Anda rasakan hanya sebatas kram dan tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, berikut cara menghilangkan nyeri perut saat haid yang dapat Anda lakukan:

  • Tempelkan botol berisi air hangat di perut bagian bawah
  • Mandi air hangat
  • Melakukan olahraga ringan
  • Melakukan teknik relaksasi, misalnya meditasi dan yoga.

Bila pertolongan pertama di atas tidak juga meredakan nyeri haid, Anda dapat mengonsumsi obat sakit perut saat haid berupa obat antiperadangan nonsteroid, seperti ibuprofen atau paracetamol. Selain meringankan sakit, obat ini juga mengurangi produksi hormon prostaglandin di dalam rahim dan meminimalisir rasa kram di perut Anda.

Obat jenis ini dapat dikonsumsi selama beberapa hari hingga sakit perut saat haid mereda. Selain minum obat, Anda juga sebaiknya memperbanyak istirahat dan menghindari rokok serta alkohol. Jika konsumsi obat sakit perut saat haid ini tidak juga menyembuhkan gejala Anda, periksakan diri ke dokter.

Begitu pula jika sakit perut saat haid semakin intens atau disertai demam. Anda juga sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan bila baru merasakan nyeri haid tidak tertahankan pada usia di atas 25 tahun, atau merasakan nyeri perut saat tidak menstruasi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/painful-menstrual-periods
Diakses pada 2 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/157333.php
Diakses pada 2 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/menstrual-pain
Diakses pada 2 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/periodpain.html
Diakses pada 2 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed