9 Penyebab Sakit Perut pada Anak dan Cara Mengobatinya

Sakit perut pada anak dapat menyebab diare
Diare merupakan salah satu penyebab sakit perut pada anak

Saat anak mengeluhkan sakit perut, orangtua tentu harus memberikan perhatian khusus. Pada umumnya, sakit perut pada anak terjadi ketika jajan sembarangan atau terlalu banyak makan pedas.

Meski merupakan kondisi yang sering terjadi pada anak, sakit perut dapat mengindikasikan adanya masalah yang terjadi pada tubuh mereka. Beberapa penyebab sakit perut pada anak bahkan merupakan kondisi serius yang perlu segera ditangani.

Penyebab sakit perut pada anak

Hampir setiap anak pernah mengalami sakit perut. Kondisi ini bisa terjadi di area mana saja antara dada dan selangkangan. Namun, sebagian besar rasa sakit yang tak membutuhkan perawatan khusus terletak di tengah perut.

Sakit perut pada anak juga bisa terasa bermacam-macam, seperti halnya kram, kembung, sensasi dikoyak-koyak, ataupun diremas. Selain itu, ada kemungkinan gejala lan yang menyertai, seperti pucat, berkeringat, lesu, mual, muntah, demam, dan semacamnya.

Ada beberapa penyebab anak sakit perut, mulai dari yang umum hingga kondisi yang harus segera ditangani. Berikut beberapa penyebabnya:

  • Sembelit

Sembelit menjadi penyebab utama anak sakit perut. Jika anak tidak BAB selama beberapa hari, atau susah mengeluarkan BAB sehingga perutnya terasa sakit, maka kemungkinan anak terkena sembelit.

  • Diare

Diare seringkali disebabkan oleh infeksi. Ketika anak mengalami diare, mereka akan mengalami sakit perut dan mengeluarkan BAB yang berair secara berulang kali.

  • Stres

Banyak anak yang mengalami sakit perut karena stres. Kondisi ini dapat membuat otot-otot perut menjadi tegang hingga menyebabkan sakit. Sakit perut karena stres juga biasa terjadi pada orang dewasa.

  • Masalah di sekitar perut

Sakit perut pada anak juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih atau usus yang tersumbat. Selain itu, iritasi usus, radang usus, ataupun GERD juga dapat membuat anak sakit perut hingga mungkin memerlukan bantuan medis.

  • Makanan tertentu

Mengonsumsi makanan tertentu dapat menyebabkan anak sakit perut. Sebagian anak menderita sakit perut karena makan terlalu banyak, mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau berminyak, atau mengonsumsi makanan yang tidak higienis.

  • Intoleransi atau alergi makanan

Sebagian anak memiliki mencerna makanan tertentu atau intoleransi. Misalnya, anak dengan intoleransi laktosa akan kesulitan mencerna laktosa pada susu sehingga timbul gejala berupa sakit perut.

Selain intoleransi, anak dengan alergi makanan tertentu juga dapat mengalami sakit perut. Ini disebabkan karena salah satu reaksi alergi tubuh adalah sakit perut.

  • Usus buntu

Jika sakit perut pada anak terasa mulai dari pusar dan bergerak ke sisi kanan bawah perut, kondisi ini bisa menandakan usus buntu. Bukan hanya sakit perut, usus buntu juga disertai oleh gejala lain, seperti demam, muntah, sakit yang semakin memburuk, dan hilang nafsu makan.

  • Keracunan

Keracunan bahan kimia, tanaman beracun, obat-obatan, ataupun makanan basi bisa menyebabkan sakit perut pada anak. Keracunan bisa terjadi secara ringan hingga serius yang dapat membahayakan jiwa.

  • Infeksi di bagian tubuh lain

Infeksi di bagian tubuh lain juga bisa menyebabkan anak sakit perut. Sakit tenggorokan, radang paru-paru, infeksi telinga, atau batuk, kadang dapat menyebabkan masalah di perut.

Mengatasi sakit perut pada anak

Sakit perut pada anak seringkali diobati dengan perawatan di rumah. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit perut pada anak, di antaranya:

  • Pastikan anak beristirahat dengan cukup. Berbaring dapat membantu meringankan sakit perut pada anak. Ketika anak beristirahat dengan cukup, maka sistem kekebalan tubuhnya juga dapat meningkat.

  • Jaga anak tetap terhidrasi. Saat anak sakit perut apalagi terkena diare, orangtua tentu harus menjaganya tetap terhidrasi. Berikan anak air putih atau air jahe yang dapat meringankan sakit perutnya. Hindari kopi dan minuman bersoda yang dapat memperparah sakit perut pada anak.

  • Memberi anak obat. Anda dapat memberi obat sakit perut pada anak yang dikhususkan untuk anak atau diresepkan oleh dokter. Namun, jangan lupa untuk selalu mengikuti petunjuk kemasan atau sesuaikan dengan resep dokter.

Biasanya sakit perut pada anak akan membaik dengan cepat, namun juga bisa berlangsung lebih dari 24 jam.

Sebaiknya segera periksakan anak ke dokter jika sakit perutnya parah, demam tinggi, dan mengalami diare atau muntah lebih dari 24 jam. Dokter akan melakukan penanganan untuk anak Anda. Sakit perut parah yang tak segera diobati dapat mengancam jiwa.

Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/abdominal-pain.html
Diakses pada 23 Oktober 2019

Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/abdominal_pain_in_children/article_em.htm#what_natural_home_remedies_treat_stomach_pain_in_children
Diakses pada 23 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed