Penyebab Sakit Kepala pada Wanita, Pahami Gejalanya


Sakit kepala pada wanita sebagian besar disebabkan karena fluktuasi hormon. Biasanya pusing kepala terjadi saat menstruasi, menopause, maupun selama masa kehamilan.

0,0
12 Aug 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sakit kepala pada wanita sebagian besar disebabkan karena fluktuasi hormonHormon estrogen dan progesteron dikaitkan dengan wanita sering pusing kepala
Sakit kepala dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk genetis maupun dipicu oleh pola makan. Namun, penyebab sakit kepala pada wanita bisa juga dipicu oleh kadar hormon yang berfluktuasi. Kadar hormon berubah selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause. Selain itu, fluktuasi hormon juga dipengaruhi oleh kontrasepsi oral dan terapi penggantian hormon.

Penyebab sakit kepala pada wanita

Hormon estrogen dan progesteron dikaitkan dengan wanita sering pusing kepala. Estrogen mengontrol zat kimia di otak yang memengaruhi sensasi rasa sakit. Memiliki kadar estrogen yang stabil dapat mengurangi sakit kepala, sementara kadar estrogen yang turun atau berubah dapat memperburuk sakit kepala. Meskipun perubahan kadar hormon dapat memengaruhi sakit kepala, namun hal ini  tidak sepenuhnya bergantung pada hormon. Kadar hormon berubah juga disebabkan karena:
  • Siklus menstruasi

Kadar estrogen dan progesteron turun ke tingkat terendah sesaat sebelum menstruasi.
  • Kehamilan

Kadar estrogen meningkat selama kehamilan. Bagi banyak wanita, sakit kepala hormonal hilang selama kehamilan. Namun, beberapa wanita mengalami migrain pertama selama awal kehamilan dan kemudian berkurang setelah trimester pertama. Setelah melahirkan, kadar estrogen turun dengan cepat.
  • Perimenopause dan menopause

Fluktuasi kadar hormon pada perimenopause (menjelang menopause) menyebabkan wanita lebih sering mengalami sakit kepala. Sekitar dua pertiga wanita yang mengalami migrain mengatakan gejala mereka mereda saat mencapai menopause. Bagi sebagian orang, migrain justru memburuk karena melakukan terapi penggantian hormon.
  • Kontrasepsi oral dan terapi penggantian hormon

Pil KB dan terapi penggantian hormon menyebabkan kadar hormon naik dan turun. Wanita yang mengalami migrain akibat perubahan hormonal saat mengonsumsi pil KB biasanya mengalami serangan migrain selama minggu terakhir siklus, saat mengonsumsi pil plasebo yang tidak mengandung hormon.

Gejala sakit kepala hormonal

Ciri utama sakit kepala hormonal pada wanita biasanya mirip dengan migrain biasa. Gejala lain dari sakit kepala hormonal meliputi:
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan
  • Timbul jerawat
  • Nyeri sendi
  • Buang air kecil berkurang
  • Kurang koordinasi
  • Sembelit
  • Mengidam alkohol, garam, atau cokelat 

Cara menangani sakit kepala hormonal

Semakin dini Anda mulai mengobati sakit kepala Anda, semakin besar peluang untuk sembuh. Perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:
  • Minum banyak air agar tetap terhidrasi
  • Berbaringlah di ruangan yang gelap dan sunyi
  • Letakkan kantong es atau kain dingin di kepala Anda
  • Pijat area di lokasi pusing
  • Lakukan pernapasan dalam atau latihan relaksasi lainnya.
Dokter juga menyarankan mengonsumsi suplemen magnesium yang dapat membantu mengurangi intensitas sakit kepala. Mengelola stres juga dapat membantu mencegah sakit kepala atau serangan migrain.Selain perawatan di atas, Anda juga bisa mengonsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau naproxen yang akan meringankan migrain menstruasi. Obat triptans juga dapat mengobati sakit kepala hormonal. Cara kerja obat ini adalah dengan memengaruhi pelepasan bahan kimia otak tertentu dan memblokir jalur nyeri di otak Anda.

Cara meringankan sakit kepala akibat menstruasi

Untuk meringankan sakit kepala akibat menstruasi yang paling tepat adalah mengurangi gejalanya. Misalnya, jika Anda sensitif terhadap cahaya hingga menyebabkan pusing, berdiamlah di ruang gelap dan sepi. Beberapa cara lain yaitu:
  • Pertahankan kadar gula darah dengan makan camilan kecil dan sering. Jangan pernah melewatkan waktu makan
  • Pelajari teknik relaksasi
  • Hindari terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur, dan pertahankan pola tidur yang teratur.
  • Ubah pola makan jika perlu
  • Kelola stres Anda

Cara meringankan sakit kepala akibat menopause

Jika Anda perlu mengonsumsi suplemen estrogen setelah menopause, Anda harus mulai dengan dosis terendah. Anda diminta untuk meminumnya setiap hari dengan tujuan mempertahankan kadar estrogen yang stabil dan sakit kepala dapat dicegah. Namun, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Pilihan pengobatan untuk mengatasi migrain selama kehamilan

Karena sebagian besar obat migrain dapat memengaruhi bayi, Anda harus menghindarinya. Minta saran dokter sebelum mengonsumsi pereda nyeri ringan seperti asetaminofen.Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang sakit kepala pada wanita, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
migrainsakit kepalahormon
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8260-menstrual-migraines-hormone-headaches
Diakses pada 28 Juli 2021.
WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/hormonal-migraine
Diakses pada 28 Juli 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/hormonal-headaches#treatment
Diakses pada 28 Juli 2021.
WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/hormones-headaches Diakses pada 28 Juli 2021.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/in-depth/headaches/art-20046729
Diakses pada 28 Juli 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait