Sakit kepala belakang dapat disebabkan oleh kerusakan saraf dan radang sendi tulang belakang
Sakit kepala belakang yang parah bisa membuat kepala terasa berdenyut dan seperti ditusuk-tusuk

Sakit kepala adalah hal yang umum terjadi dan dialami oleh hampir sebagian besar masyarakat. Tingkat sakit kepala ada yang ringan dan ada pula yang parah, tetapi bagaimanapun juga, sakit kepala sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tahukah Anda bahwa daerah-daerah kepala yang mengalami sakit kepala memiliki penyebab yang berbeda-beda? Salah satu keluhan yang sering dialami adalah sakit kepala belakang. Terkadang sakit kepala belakang dapat menjalar ke bagian tubuh atau kepala lainnya.

Penyebab Sakit Kepala Belakang

Penyebab sakit kepala belakang beragam dan memiliki penanganan yang berbeda-beda pula. Berikut adalah penyebab-penyebab dari sakit kepala belakang:

1. Postur Tubuh yang Buruk

Jangan sepelekan postur tubuh karena postur tubuh yang buruk dapat menjadi penyebab sakit kepala belakang dan leher. Postur tubuh yang buruk dapat memberikan tekanan pada punggung, bahu, dan leher yang menyebabkan sakit kepala belakang.

Biasanya, sakit kepala belakang yang dialami dapat berupa rasa sakit yang tumpul pada bagian bawah tengkorak.

2. Migrain

Migrain merupakan sakit kepala yang muncul pada satu daerah kepala saja. Umumnya migrain dialami dalam bentuk sakit kepala bagian kiri atau sakit kepala belakang.

Saat mengalami migrain, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, rasa sakit berdenyut-denyut yang parah, sensitif terhadap cahaya atau suara, dan mata yang berair.

Selain gejala di atas, penderita juga dapat mengalami aura atau gangguan saraf yang ditandai dengan gangguan visual, sensasi, pergerakan, atau cara berbicara.

3. Neuralgia Oksipital (Occipital Neuralgia)

Penyebab sakit kepala belakang ini seringkali salah dikira sebagai migrain. Namun, neuralgia oksipital merupakan kondisi yang muncul karena rusaknya saraf pada tulang belakang yang menuju ke kulit kepala.

Umumnya, penderita akan mengalami sakit kepala belakang di bagian leher yang tajam dan berdenyut-denyut. Sakit kepala belakang tersebut nantinya akan menyebar ke kulit kepala.

Gejala lain yang mungkin dialami selain sakit kepala belakang yang menjalar ke kulit kepala adalah, sensitif terhadap cahaya, rasa sakit saat menggerakkan leher, kulit kepala yang lunak, dan rasa sakit di belakang mata.

Penderita juga mungkin akan merasakan rasa sakit yang menusuk dan terasa seperti kejutan listrik di leher dan kepala bagian belakang. Rasa sakit tersebut dapat berlangsung terus-menerus atau silih berganti.

4. Sakit Kepala Servikogenik (Cervicogenic Headache)

Sakit kepala belakang ini disebabkan oleh pergeseran piringan sendi (herniated disks) pada tulang leher belakang yang menyebabkan ketegangan dan rasa sakit pada leher yang memicu sakit kepala belakang.

Penderita akan merasa lebih kesakitan jika berbaring dan mungkin akan mengalami gejala lain seperti sakit di belakang mata atau pelipis, rasa tidak nyaman pada bahu atau lengan bagian atas, dan tekanan berat pada bagian atas kepala saat berbaring.

5. Radang Sendi (arthritis)

Radang sendi pada bagian belakang leher dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian belakang leher yang memicu sakit kepala belakang. Biasanya saat bergerak, penderita akan merasa lebih sakit lagi.

6. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang merupakan penyebab sakit kepala belakang yang cukup umum. Penderita dapat merasakan rasa sakit yang menekan dan tumpul serta ketegangan pada kepala dan leher. Sakit kepala tegang dapat berlangsung selama satu minggu atau hanya selama 30 menit. 

Jika Anda merasa terganggu dengan sakit kepala belakang yang dirasakan, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pain-in-back-of-head#causes
Diakses pada 10 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/symptoms-causes/syc-20353977
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/symptoms-causes/syc-20360201
Diakses pada 10 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321017.php
Diakses pada 10 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed