Deteksi Penyebab Sakit Kepala pada Lansia untuk Mencegah Kondisi yang Lebih Buruk

Sakit kepala pada lansia dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang lebih serius
Sakit kepala memiliki berbagai penyebab yang berbeda

Sakit kepala merupakan kondisi yang pernah dialami hampir semua orang. Sakit kepala lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria, dan paling banyak dialami pada usia 21 sampai 34 tahun. Pada kelompok usia lanjut, kejadian sakit kepala menjadi lebih jarang. Akan tetapi, sakit kepala pada lansia dapat mengindikasikan kondisi kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Sakit Kepala pada Lansia

Berikut ini merupakan penyebab sakit kepala yang lebih sering terjadi pada lansia. Penyebab ini termasuk kondisi-kondisi kesehatan serius yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

1. Migrain Usia Lanjut

Migrain yang terjadi pada lansia dapat digolongkan sebagai gejala neurologis. Migrain dapat disertai gangguan penglihatan (kebutaan sementara dan kehilangan lapang pandang satu sisi), rasa kesemutan, baal, sensasi tertusuk jarum, rasa berat pada anggota gerak, gangguan bicara, pusing berputar atau vertigo, dan tinitus atau telinga berdenging.

Penyebab sakit kepala ini juga dapat terjadi pada stroke dan transient ischemic attack (TIA). Jika sakit kepala dialami secara berulang, segeralah ke dokter, dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi gejala yang dialami.

2. Penyakit Serebrovaskular

Sakit kepala merupakan gejala yang sering menyertai seseorang dengan penyakit serebrovaskular seperti stroke. Sakit kepala yang dirasakan bersifat ringan hingga sedang. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan. Sakit kepala yang dirasakan pada umumnya terjadi hanya satu sisi, disertai dengan mual, muntah dan kelemahan pada salah satu sisi tubuh.

3. Trauma Kepala

Trauma kepala merupakan salah satu penyebab sakit kepala yang sering terjadi. Sebanyak besar orang akan merasakan sakit kepala setelah mengalami trauma kepala. Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami trauma kepala akibat jatuh. Setidaknya lansia berusia 65 tahun ke atas pernah mengalami jatuh satu kali dalam satu tahun.

Salah satu trauma kepala yang menyebabkan sakit kepala adalah subdural hematoma. Pada subdural hematoma, pembuluh darah yang pecah adalah vena, karena aliran vena lebih lambat dibandingkan dengan arteri, gejalanya seringkali hanya pusing padahal seiring dengan semakin banyaknya darah yang keluar gejala akan memburuk. Kondisi ini dapat mengancam nyawa apabila dibiarkan. Lansia dengan demensia juga berpotensi mengalami sakit kepala akibat trauma tanpa menyadari dirinya pernah terjatuh.

4. Obat-obatan

Konsumsi obat-obatan analgesik yang terlalu banyak pada lansia dapat menyebabkan medication overuse headache (MOH). MOH adalah sakit kepala yang dirasakan selama 15 hari setelah penggunaan analgesik selama sepuluh sampai lima belas hari. MOH dapat menyebabkan sakit kepala primer, yaitu migrain kronis, sakit kepala tipe tegang, dan sakit kepala tipe kluster. Konsumsi obat-obatan ini biasanya bertujuan untuk meredakan nyeri yang tidak berkaitan dengan sakit kepala (misalnya nyeri sendi atau nyeri pinggang).

5. Arteritis Temporal

Sakit kepala merupakan gejala paling sering yang ditemukan pada arteritis temporal. Penyakit ini menyebabkan pembuluh darah arteri yang membawa oksigen ke seluruh tubuh menyempit dan mengalami pembengkakan. Sakit kepala umumnya terjadi pada arteri temporal berukuran sedang dan besar yang berjalan di kedua sisi kepala.

Arteritis temporal terjadi pada seseorang berusia di atas 50 tahun. Sakit kepala yang terjadi dideskripsikan sebagai sakit berdenyut, yang dapat terjadi hilang timbul atau terus-menerus, pada satu atau kedua sisi.

6. Sakit Kepala Hypnic

Sakit kepala hypnic termasuk penyebab sakit kepala yang jarang terjadi. Jenis sakit kepala ini menyerang kelompok usia antara 40 hingga 79 tahun. Seseorang akan merasakan sakit kepala hanya saat tidur dan bangun dan terjadi dalam waktu yang tetap.Biasanya sakit kepala ini muncul pada jam 01.00 - 03.00 dini hari.

Sakit kepala dapat menyerang satu atau kedua sisi kepala, dapat berdenyut maupun tidak, dan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Sakit kepala umumnya bertahan selama 2 sampai 3 jam, tetapi dapat berlangsung hingga 6 jam.

Secara umum, pengobatan sakit kepala yang terjadi pada lansia sama dengan sakit kepala yang dialami pada usia muda. Akan tetapi, kita perlu mewaspadai penyebab sakit kepala yang bersifat darurat, seperti penyakit serebrovaskular. Berkonsultasilah kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai sakit kepala Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/geriatric-headaches#1
Diakses pada April 2019

Neurology Advisor. https://www.neurologyadvisor.com/advisor-channels/headache-migraine-advisor/headache-in-the-elderly-careful-considerations-for-primary-and-secondary-causes/
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed