Penyebab Sakit Gigi Berkepanjangan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Penyebab sakit gigi berkepanjangan harus diwaspadai sebelum berkembang menjadi lebih parah
Penyebab sakit gigi berkepanjangan yang paling umum adalah gigi berlubang

Siapa bilang sakit gigi lebih baik daripada sakit hati? Bagi Anda yang pernah merasakannya, mungkin justru akan berpikir sebaliknya. Kondisi ini sebenarnya tak perlu terjadi apabila sejak awal, Anda menyadari penyebab sakit gigi berkepanjangan tersebut, dan segera mengobatinya.

Permasalahannya, saat ini banyak orang yang baru memeriksakan kondisinya ke dokter gigi apabila kerusakan giginya sudah parah. Mereka rela melewati masa sakit gigi yang berkepanjangan, sebelum akhirnya menyerah dan periksa ke dokter gigi.

Padahal, ada komplikasi yang bisa muncul sebagai bahaya gigi berlubang yang tidak segera mendapat perawatan.

Gigi berlubang, penyebab sakit gigi berkepanjangan yang paling umum

Sakit gigi sebenarnya bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti terbentur, gigi sensitif, atau gangguan pada gusi. Namun, penyebab sakit gigi berkepanjangan yang paling umum adalah gigi berlubang tanpa perawatan.

Gigi berlubang, awalnya terbentuk dari plak gigi. Plak gigi adalah lapisan yang berisi bakteri. Sehingga, jika kita tidak rutin menyikat gigi dengan cara yang benar, plak akan terus menumpuk. Lalu, bakteri di plak lama-kelamaan akan merusak lapisan gigi, dan menyebabkan gigi berlubang.

Bakteri yang ada di plak akan merusak gigi secara bertahap, dan menyebabkan:

1. Rusaknya lapisan terluar gigi (enamel)

Pertama, bakteri akan merusak lapisan gigi paling luar, yaitu enamel. Pada tahap ini, gigi belum akan terasa sakit, tapi lubang kecil sudah terbentuk. Anda mungkin akan merasakan makanan jadi sering tersangkut.

2. Rusaknya lapisan kedua gigi (dentin)

Setelah itu, bakteri akan merusak lapisan gigi kedua, yaitu dentin. Lapisan ini merupakan lapisan gigi yang sensitif. Apabila lubang sudah mencapai lapisan ini, gigi Anda akan mulai terasa sakit, terutama saat mengunyah, atau mengonsumsi makanan yang panas dan dingin.

Jika sudah mencapai dentin, dan gigi berlubang belum juga dirawat, maka inilah yang menjadi cikal bakal penyebab sakit gigi berkepanjangan.

3. Rusaknya saraf gigi (pulpa)

Banyak orang membiarkan giginya berlubang hingga sangat besar. Siapa di antara Anda yang hanya minum obat ketika gigi yang berlubang terasa sakit? Ini adalah kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sebab, meski minum obat bisa meredakan nyeri untuk sementara waktu, tapi langkah tersebut tetap tidak menyelesaikan penyebab sakit gigi yang Anda rasakan.

Lubang yang terus dibiarkan, lama-kelamaan akan meluas hingga ke lapisan terdalam gigi, yaitu pulpa atau saraf gigi. Jika sudah sampai di tahap ini, infeksi bakteri di gigi Anda bisa menyebabkan sakit gigi yang teramat sangat. Bahkan, tanpa ada rangsang nyeri apapun.

Bahaya gigi berlubang jika dibiarkan

Selain sakit gigi yang berkepanjanagan, gigi berlubang yang dibiarkan tanpa perawatan, juga bisa menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

• Penyakit gusi

Jika terus dibiarkan, bakteri yang menyebabkan gigi berlubang juga bisa menyebar hingga ke gusi dan menyebabkan infeksi di gusi serta jaringan pendukung gigi lainnya.

Apabila penyakit gusi ini sudah muncul, gusi akan terlihat kemerahan dan bengkak. Gusi Anda juga akan menjadi mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi.

Jika masih dibiarkan juga, maka radang gusi bisa berkembang menjadi periodontitis atau radang jaringan pendukung gigi. Periodontitis bisa menyebabkan gangguan tidak hanya di gusi, tapi juga ke tulang rahang.

• Abses gigi

Gigi yang berlubang besar membuat bakteri jadi lebih mudah masuk ke lapisan terdalam gigi, yaitu saraf. Saat saraf terpapar bakteri, maka akan terjadi peradangan, yang disebut pulpitis.

Pulpitis bisa menyebabkan gigi Anda terasa sangat sakit. Jika tidak segera dirawat, lama-kelamaan, saraf yang meradang akan mati. Saraf yang mati akan menjadi tempat bersarangnya bakteri.

Kumpulan bakteri di ujung saraf gigi ini, akan membentuk abses gigi. Abses gigi akan membuat gusi terlihat bengkak dan bernanah.

• Sulit mengunyah dan membuat rongga mulut menjadi kotor

Orang yang memiliki gigi berlubang, biasanya hanya akan mengunyah menggunakan satu sisi, yaitu sisi rahang yang sehat. Sehingga, sisi rahang yang terdapat gigi berlubang akan terbengkalai dan kotor akibat banyaknya karang gigi yang menumpuk. Hal ini, bisa menyebabkan bau mulut.

Mengunyah hanya dengan menggunakan satu sisi pun bukanlah cara yang ideal, dan membuat makanan tidak bisa lumat sempurna.

• Lidah dan pipi bagian dalam jadi rawan sariawan

Gigi yang berlubang, bentuknya tentu akan berubah. Tidak menutup kemungkinan, gigi yang rapuh tersebut akan patah dengan sendirinya, dan membuat gigi menjadi tajam.

Sehingga, secara tidak sadar, bagian gigi yang tajam itu akan melukai lidah dan pipi bagian dalam, hingga menyebabkan sariawan.

• Gigi goyang dan copot dengan sendirinya

Pada kondisi yang paling parah, lubang gigi yang sangat meluas akan rapuh dan hanya menyisakan sedikit bagian gigi atau bahkan hanya akar gigi. Kondisi ini akan membuat Anda terlihat ompong.

Akar gigi yang rusak, lama-kelamaan akan mengalami resorbsi atau pemendekan, sehingga membuatnya tidak lagi rekat dengan tulang rahang dan goyang. Tidak jarang, gigi tersebut bisa lepas dengan sendirinya.

Melihat berbagai bahaya gigi berlubang di atas, Anda sebaiknya segera mencari tahu penyebab sakit gigi berkepanjangan yang Anda alami. Jangan menundah hingga parah. Segera periksakan ke dokter gigi apabila gigi sudah terlihat sedikit berlubang, meski belum terasa nyeri.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892
Diakses pada 22 November 2019

Health Service Excecutive. https://www.hse.ie/eng/health/az/d/dental-caries/complications-of-tooth-decay.html
Diakses pada 22 November 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001055.htm
Diakses pada 22 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed