Penyebab Ruam pada Bayi dan Berbagai Jenisnya yang Perlu Diketahui

(0)
17 Jul 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada berbagai jenis ruam pada bayiRuam pada bayi dapat muncul di punggung
Bayi memiliki kulit yang sangat sensitif. Kekebalan tubuh yang belum sempurna, membuat kulit bayi juga kerap mengalami gangguan seperti ruam kulit. Sebagian besar masalah ruam tidak membahayakan dan dapat disembuhkan dengan perawatan ringan. Meski demikian, ada kalanya kondisi ini mengindikasikan gangguan kesehatan yang lebih parah.

Penyebab ruam pada bayi

Ada beberapa kemungkinan penyebab ruam pada bayi, baik dikarenakan oleh iritasi ataupun infeksi. Kemungkinan penyebab tersebut meliputi panas, alergi, gesekan, kelembapan udara, bahan kimia, wewangian, dan jenis kain.Karena ada banyak kemungkinan penyebabnya, ruam pada bayi juga dapat terjadi di berbagai bagian tubuh yang perlu Anda waspadai sebagai orangtua.

Jenis-jenis ruam pada bayi dan cara mengatasinya

Ada beragam jenis ruam pada bayi. Sebagian mungkin tidak menyebabkan sakit, tapi sebagian lagi bisa menyebabkan gatal, sakit, bahkan perih sehingga membuat bayi tidak nyaman.

1. Jerawat bayi

Bisul kecil ini biasanya muncul di bagian wajah. Jerawat bayi bisa disebabkan karena paparan hormon dari ibu dan biasanya muncul saat bayi baru berusia 2-4 minggu. Jerawat bisa juga muncul saat bayi berusia 4 bulan dan berlangsung hingga 12-18 bulan.Jerawat pada bayi dapat ditangani dengan menjaga kebersihan bayi seperti biasa. Gunakan air bersih atau sabun lembut khusus bayi, serta jangan menggunakan sabun yang biasa digunakan orang dewasa.

2. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik atau kerak kepala adalah peradangan yang terjadi pada kulit kepala atau bagian lain yang biasanya muncul pada bayi di bawah 3 bulan. Kerak ini berwarna kekuningan atau kecoklatan.Untuk menghilangkan kerak kepala, cuci kulit kepala dan rambut dengan lembut menggunakan sampo khusus bayi. Bersihkan kerak kepala menggunakan sikat yang lembut. Jika masih sulit dibersihkan, berikan baby oil sampai kerak melunak sebelum dibersihkan.Biasanya, kerak kepala hilang sendiri setelah 18 bulan. Bila kerak tidak kunjung menghilang, ada kemungkinan terjadi infeksi. Segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

3. Ruam popok

Ruam popok merupakan jenis ruam pada bayi yang sering terjadi. Ruam ini dapat disebabkan oleh kondisi popok yang terlalu lembap. Selain itu, keasaman air seni dan feses bayi juga bisa menjadi penyebabnya.Ruam popok dapat ditangani dengan selalu menjaga popok tetap kering dan bersih. Ganti popok secepatnya saat kotor. Selain itu, penggunaan baby cream dapat mengurangi lecet akibat gesekan popok yang menyebabkan ruam.

4. Ruam Candidiasis

Selain ruam popok biasa, ada juga ruam popok yang disebabkan oleh jamur candida sehingga jenis ruam ini dinamakan juga candidiasis. Ruam jenis ini terlihat berbeda dari ruam popok biasa. Ruam akan terlihat sangat merah seperti radang dan biasanya terdapat benjolan kecil di tepi ruam.Jenis jamur candidiasis ini juga dapat menyebabkan oral thrush, yakni infeksi jamur yang telihat seperti bintik susu pada mulut bayi. Candidiasis tidak akan sembuh dengan hanya rutin mengganti popok dan menjaga kebersihan area popok. Untuk mengatasinya, dokter akan meresepkan krim atau obat oral antijamur.

5. Eksim

Eksim adalah kondisi kulit kering, bersisik, kemerahan, dan gatal. Seiring waktu, area yang sakit dapat menebal. Pada bayi, kondisi ini kerap dikaitkan dengan asma dan alergi. Namun demikian, tidak semua kasus berkaitan dengan keduanya. Sering kali eksim merupakan kondisi bawaan dan muncul di wajah, lengan, serta bagian belakang lutut.Untuk mencegah eksim, selalu jaga kebersihan bayi dan sekitarnya serta gunakan bahan pakaian yang lembut. Apabila masalah ini tidak kunjung sembuh atau semakin parah, hubungi dokter agar dapat diresepkan pengobatan yang sesuai dengan penyebab eksim.

6. Ruam panas (biang keringat)

Ruam panas atau biang keringat disebabkan karena tersumbatnya pori-pori atau saluran kelenjar keringat. Hal ini menyebabkan keringat tertahan di dalam kulit dan kemudian menyebabkan benjolan merah atau bisul kecil pada kulit.Selain pada bayi, biang keringat dapat terjadi pada semua orang dengan berbagai usia. Khususnya, pada saat cuaca panas dan lembap. Jenis ruam pada bayi ini sering kali ditemukan pada area-area yang tertutup pakaian, seperti leher, ketiak, dada, lengan, dan kaki, dikarenakan panas berlebih.Mengatasi biang keringat dapat dilakukan dengan menghindarkan bayi dari pemicunya, yaitu dengan menjaga kondisi di sekitar bayi lebih sejuk dan tidak terlalu lembap. Penggunaan pakaian longgar untuk bayi juga dapat membantu mengurangi biang keringat.Apabila ruam pada bayi disertai gejala lain, seperti demam, terjadi penyebaran ruam yang cepat, serta tidak ada perbaikan dalam 2-3 hari, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
ruam popokruam kulit
Healthline
https://www.healthline.com/health/how-to-spot-and-take-care-of-your-babys-rash#rash-types
diakses 5 Juli 2020
Medline Plus
https://medlineplus.gov/ency/article/003259.htm
Diakses 5 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait