Gampang mengantuk tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga dialami oleh remaja
Gampang mengantuk bisa mengindikasikan adanya gangguan tidur

Pelajar yang gampang ngantuk dan tertidur di kelas seringkali dicap sebagai murid yang malas. Padahal, tidak mustahil jika mereka mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur pada orang dewasa mungkin lebih banyak menarik perhatian, namun pada remaja gangguan ini seringkali diabaikan.

Anak dan remaja membutuhkan waktu tidur lebih banyak dari orang dewasa karena tubuhnya (termasuk otak) masih berkembang. Berikut adalah kebutuhan tidur berdasarkan golongan usia:

  • Anak usia 5-12 tahun membutuhkan tidur 10-11 jam
  • Remaja membutuhkan 9-10 jam
  • Orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur

Penyebab remaja gampang ngantuk tampaknya berhubungan dengan kurangnya jam tidur, misalnya akibat jam sekolah yang terlalu pagi, aktivitas setelah sekolah yang banyak, harus mengerjakan pekerjaan rumah, dan belajar hingga larut malam.

Masalah ini tidak hanya disebabkan oleh keadaan-keadaan di atas. Saat memasuki masa pubertas, jam biologis remaja bergeser sehingga waktu tidurnya mundur menjadi lebih malam. Hal inilah yang sering menyulitkan remaja untuk bangun pagi.

Hormon melatonin diproduksi juga dilepas di waktu yang lebih malam pada remaja, jika dibandingkan anak-anak dan orang dewasa. Jadi, meski mereka kurang tidur, mereka juga kesulitan untuk tidur lebih awal. Sehingga kondisi kurang tidur remaja semakin buruk.

Gangguan Tidur pada Remaja yang Menyebabkan Mudah Ngantuk

Remaja juga dapat mengalami gangguan tidur. Berikut gangguan tidur yang dapat dialami oleh remaja, yang mungkin menjadi penyebab anak Anda gampang ngantuk di sekolah.

1. Insomnia

Insomnia diartikan sebagai sulit untuk tertidur lelap dan menjaga agar tetap tidur. Penyebab umum dari penyakit ini adalah stres. Hanya saja, stres yang dialami remaja tentunya berbeda dengan yang dialami orang dewasa. Selain itu, insomnia juga dapat disebabkan oleh keluhan fisik, seperti hidung tersumbat atau sakit kepala, gangguan emosi (misalnya masalah dengan keluarga atau teman), bahkan kondisi kamar yang tidak nyaman.

Insomnia kronis adalah insomnia yang terus berlangsung lebih dari 1 bulan. Penyebab insomnia kronis yang harus diwaspadai pada remaja adalah masalah kesehatan mental, efek samping obat, atau penggunaan narkoba. Jangan sepelekan jika anak Anda tampak sulit tidur dan gampang ngantuk di pagi hari

2. Restless Legs Syndrome (RLS)

Pada kondisi ini, seorang remaja menjadi kurang tidur akibat sering terbangun di malam hari ketika kakinya bergerak tanpa disadari. Sebenarnya RLS dapat dirasakan sebagai kaki kesemutan, gatal, kram, atau panas. Dengan bergerak, sensasi tidak nyaman tersebut dapat ditekan.

3. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah periode berhentinya napas saat tidur. Remaja yang kelebihan berat badan atau obesitas dapat mengalami sleep apnea. Penyebab sleep apnea lain yang sering ditemukan adalah pembesaran adenoid (amandel). Gejala penyakit ini dapat berupa rasa lelah dan mudah mengantuk di pagi hari, mendengkur, kesulitan bernapas saat tidur, dan keringat berlebih.

4. Refluks

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung bergerak naik ke kerongkongan, yang menyebabkan rasa panas di daerah leher dan dada. Saat berbaring, gejala GERD biasanya bertambah berat sehingga dapat mengganggu tidur

5. Mimpi Buruk

Mimpi buruk yang sering dapat mengganggu tidur remaja. Mimpi buruk sering dipicu oleh stres, narkoba, dan alkohol. Kurang tidur juga dapat menyebabkan mimpi buruk.

6. Narkolepsi

Narkolepsi pada remaja jarang terjadi, namun jika ada, kondisi ini sering tidak terdeteksi. Gejala narkolepsi biasanya pertama kali muncul di usia 10-25 tahun. Remaja dengan narkolepsi dapat tiba-tiba jatuh tertidur saat beraktivitas. Waktu tidur malam juga akan terganggu akibat sering terbangun di malam hari.

7. Tidur Berjalan

Tidur berjalan atau sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak. Namun remaja juga dapat mengalami gangguan tidur ini. Walaupun tidak berbahaya, kadang Anda harus membantu mereka untuk kembali ke tempat tidurnya dan menyingkirkan benda-benda yang berbahaya jika tertabrak atau terinjak.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/ccf/media/files/Sleep_Disorders_Center/09_Adolescent_factsheet.pdf
Diakses pada Mei2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/sleep-problems.html
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed