8 Penyebab Rambut Anak Rontok dan Cara Mengatasinya

(0)
14 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tidak hanya penyakit, rambut anak rontok juga bisa disebabkan kebiasaan menarik dan memutar rambut.Rambut anak rontok dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, seperti kurap misalnya.
Ayah dan Bunda, jika rambut anak rontok, kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan. Sebab, ada banyak kondisi yang dapat menjadi penyebab rambut rontok pada anak, beberapa di antaranya bahkan perlu segera ditangani.Namun, Ayah dan Bunda tiak perlu khawatir. Ada baiknya kita pahami dulu apa penyebab rambut anak rontok dan cara mengatasinya.

8 penyebab rambut anak rontok

Penyebab paling umum rambut anak rontok adalah kurap kulit kepala, yakni infeksi jamur yang dapat diobati. Selain itu, masih ada sejumlah penyebab rambut anak rontok yang mesti diwaspadai.Berikut adalah penyebab dan cara mengatasi rambut rontok pada anak yang harus diperhatikan oleh orangtua:

1. Kurap kulit kepala

Kurap adalah penyakit kulit yang sangat umum yang disebabkan oleh infeksi jamur. Jika kurap menyerang kulit kepala, kondisi ini dikenal dengan sebutan tinea capitis.Kurap kulit kepala dapat menyebabkan sang anak menggaruk-garuk kepalanya sehingga rambut berpotensi rontok. Tidak hanya itu, anak yang menderita kurap di kulit kepalanya cenderung akan menarik-narik rambutnya untuk mengatasi rasa gatalnya.Cara mengatasi rambut rontok pada anak ini adalah datang ke dokter. Mereka dapat memberikan krim antijamur yang bisa dioleskan langsung ke kurap di kulit kepala. Dengan begitu, bagian rambut yang rontok akan bisa tumbuh lagi.

2. Alopecia areata

Alopecia areata adalah kondisi medis yang menyebabkan sistem imun tubuh menyerang folikel rambut. Hasilnya, rambut anak rontok pun bisa terjadi.Alopecia areata biasanya dapat menyebabkan kebotakan total atau membuat rambut sangat tipis. Beberapa anak yang menderita penyakit ini juga bisa kehilangan alis dan bulu mata.Sayangnya, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan aloprecia areata. Namun, beberapa obat dapat mencegah sistem imun tubuh agar tidak menyerang folikel rambut.Dalam beberapa kasus, terapi cahaya dapat dilakukan untuk merangsang kembali pertumbuhan rambut.

3. Kebiasaan menarik atau memutar rambut

Rambut anak rontok bisa disebabkan kebiasaan menarik rambut
Jangan suka menarik rambut, karena bisa bikin rambut anak rontok
Kebiasaan menarik atau memutar rambut dapat membuat rambut anak rontok. Pada umumnya, kebiasaan ini terjadi akibat adanya gangguan kecemasan yang dirasakan oleh anak. Kondisi ini dikenal dengan sebutan trikotilomania.Untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, pertama-tama mintalah sang anak untuk menghentikan kebiasaan menarik atau memutar rambutnya.Apabila sang anak ternyata mengalami gangguan cemas, sebaiknya dukung Si Kecil untuk bisa sembuh. Anda bisa membawanya ke dokter atau psikolog untuk mengatasi gangguan cemasnya.

4. Alopecia traksi

Alopecia traksi adalah penyebab rambut anak rontok akibat kebiasaan sering mengikat rambut terlalu lama dan kencang. Selain rambut rontok, alopecia traksi dapat menyebabkan kulit kepala menjadi gatal dan merah.Untuk mengatasinya, cobalah hentikan kebiasaan mengikat rambut anak terlalu kencang. Dengan begitu, rambut tidak akan mudah rontok.Jika alopecia traksi menyebabkan infeksi pada kulit kepala, dokter bisa memberikan obat-obatan antibiotik untuk mengobatinya.

5. Cedera kulit kepala

Cedera pada kulit kepala, seperti terkena benturan keras atau terbakar api, dapat menyebabkan folikel rambut rusak. Kondisi ini dapat menyebabkan rambut anak rontok, terutama di bagian kulit kepala yang terdampak.Saat cederanya sudah sembuh, rambut seharusnya akan kembali tumbuh normal. Ingat, penanganan sedini mungkin bisa mencegah kebotakan permanen. Maka dari itu, jangan ragu untuk datang ke dokter.

6. Telogen effluvium

Telogen effluvium adalah penyebab rambut anak rontok yang bersifat sementara. Kondisi ini terjadi akibat adanya syok fisik ataupun emosional.Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan syok fisik dan emosional, seperti demam tinggi, prosedur operasi, kematian seseorang yang dicintai, cedera parah, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Hal ini bisa menyebabkan terganggunya siklus pertumbuhan rambut.Saat kondisi ini terjadi, folikel akan berhenti memproduksi rambut dan masuk ke dalam fase istirahat (disebut juga telogen). Dalam jangka waktu 6-16 minggu, rambut anak akan rontok secara perlahan sehingga dapat menyebabkan kebotakan.Sayangnya, tidak ada tes yang bisa mendiagnosis telogen effluvium. Selain itu, belum ada juga obat yang bisa menyembuhkan telogen effluvium. Namun, sesaat setelah penyebab syok fisik dan emosionalnya diatasi, rambut akan kembali tumbuh dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun.

7. Kekurangan nutrisi

Rambut anak rontok bisa terjadi akibat kekurangan nutrisi
Rambut anak rontok dapat disebabkan kekurangan nutrisi
Meski jarang terjadi, ternyata kekurangan nutrisi dapat menyebabkan rambut anak rontok. Misalnya, kekurangan vitamin H (biotin) atau zinc. Keduanya memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan rambut. Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin A malah dapat menyebabkan rambut anak rontok.Untuk mengatasinya, cobalah berikan Si Kecil makanan yang kaya akan vitamin H dan zinc. Namun untuk lebih pastinya, datanglah ke dokter untuk berkonsultasi.

8. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme menyebabkan kelenjar tiroid tak mampu memproduksi hormon tiroid. Selain mampu menyebabkan rambut anak rontok, kondisi ini juga mengundang sejumlah gejala, seperti naiknya berat badan, sembelit, lemah dan lesu, hingga kulit kepala kering.Untuk mengatasinya, dokter bisa memberikan obat-obatan hormon tiroid. Dalam beberapa bulan, rambut anak akan kembali tumbuh.

Kapan rambut anak rontok harus diatasi dokter?

Rambut anak rontok adalah kondisi medis yang sebaiknya ditangani oleh dokter. Apalagi jika jumlah rambut yang rontok sudah terlalu banyak hingga menyebabkan kebotakan dini.Datanglah ke dokter jika beberapa hal di bawah ini terjadi:
  • Sang anak mulai gelisah dengan kondisi kulit kepala gatal dan nyeri
  • Hilangnya alis dan bulu mata
  • Terlihat adanya kebotakan berpola di kulit kepala
  • Jumlah rambut yang rontok semakin banyak
  • Rambut rontok yang muncul setelah sang anak sakit atau mengonsumsi obat-obatan
  • Memiliki luka bakar atau cedera di kulit kepalanya.
Selain itu, rambut anak rontok yang disebabkan oleh alopecia areata harus didukung secara emosional, tidak hanya secara medis saja. Jadi, jangan ragu untuk datang ke dokter untuk meminta bantuan medis.Bagi Ayah dan Bunda yang ingin mengetahui penyebab rambut anak rontok lebih lanjut, cobalah konsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
rambut rontokkulit dan kecantikanbotakkesehatan rambut
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326951
Diakses pada 30 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/hair-loss-in-children#1
Diakses pada 30 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hair-loss-in-children#nonmedical-causes
Diakses pada 30 September 20
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait