7 Penyebab Rahang Kaku dan Berbunyi Ini Perlu Anda Waspadai

(0)
29 Sep 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Rahang kaku dan berbunyi dapat disebabkan banyak kondisi medis.Rahang kaku dan berbunyi harus segera ditangani, supaya tidak mengganggu aktivitas!
Rahang kaku dan berbunyi dapat terjadi secara bersamaan. Keduanya bisa menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, terutama saat sedang mengunyah makanan.Rasa nyeri yang ditimbulkan rahang kaku dan berbunyi juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada bagian tubuh lainnya, seperti kepala, telinga, gigi, wajah dan leher.

7 penyebab rahang kaku dan berbunyi

Rahang kaku dan berbunyi dapat disebabkan banyak hal, seperti peradangan, gangguan cemas, cedera, hingga mengunyah terlalu kencang.Untuk lebih jelasnya, simak beragam penyebab rahang kaku dan berbunyi di bawah ini.

1. Stres dan gangguan cemas

Masalah kesehatan mental, seperti stres atau gangguan cemas, ternyata bisa menyebabkan rahang kaku dan berbunyi. Sebab, saat seseorang mengalami stres dan gangguan cemas, mereka cenderung menggertakkan gigi mereka. Lambat laun, otot menjadi tegang dan rahang bisa menjadi kaku.Selain itu, stres dan gangguan cemas dapat menyebabkan seseorang mengepalkan tangannya secara berlebihan sehingga otot-otot leher dan bahu bisa kaku atau tegang.

2. Gangguan sendi rahang

Gangguan sendi rahang (temporomandibular joint disorder) bisa menyebabkan munculnya rasa nyeri pada rahang dan otot di sekitarnya.Selain itu, gangguan ini dapat mengakibatkan munculnya rasa nyeri di bagian telinga, leher, maupun wajah. Saat penderita gangguan sendi rahang mengunyah makanan, rasa sakit akan semakin parah dan gerakan rahang akan berbunyi.Gangguan sendi rahang dapat disebabkan oleh cedera, kebiasaan menggertakkan gigi, hingga infeksi yang mengundang peradangan atau penyakit autoimun.

3. Tetanus

Rahang kaku dan berbunyi dapat disebabkan tetanus
Rahang kaku dan berbunyi? Hati-hati tetanus
Tetanus adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Tetanus dapat menyebabkan munculnya racun yang bisa menyebabkan rahang kaku dan berbunyi, bahkan rasa nyeri.Tergantung dari keparahan infeksinya, tetanus dipercaya dapat membuat penderitanya susah membuka mulut dan menelan makanan.Untungnya, tetanus dapat dicegah dengan vaksin. Berikut ini adalah vaksin yang direkomendasikan untuk pencegahan tetanus berdasarkan golongan usia:
  • Vaksin DTaP untuk anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun
  • Vaksin Tdap untuk anak berusia 11-12 tahun
  • Vaksin Td untuk orang dewasa (dilakukan setiap 10 tahun sekali).
Sempatkan diri Anda atau anak Anda untuk datang ke dokter dan meminta vaksin di atas. Hal ini dilakukan guna mencegah datangnya bakteri Clostridium tetani yang dapat menyebabkan tetanus.

4. Bruxism

Bruxism adalah sebutan medis untuk kebiasaan menggesekkan atau menggertakkan gigi. Kondisi ini dapat terjadi saat tidur atau terbangun, meskipun Anda tak akan menyadarinya.Jika tidak segera ditangani, bruxism bisa menyebabkan rahang kaku dan berbunyi. Tidak hanya itu, bruxism bahkan bisa mengakibatkan sakit kepala dan nyeri pada telinga.

5. Mengunyah berlebihan

Hati-hati, mengunyah makanan berlebihan dapat menyebabkan rahang kaku dan berbunyi. Terutama saat Anda mengonsumsi makanan bertekstur keras yang sulit untuk dihancurkan oleh gigi. Hal ini dapat menyebabkan rahang bagian bawah mengalami ketegangan.

6. Radang sendi

Radang sendi atau rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang otot dan persendian.Menurut sebuah penelitian, hampir 80 persen penderita rheumatoid arthritis juga mengidap gangguan sendi rahang. Itu artinya, radang sendi juga bisa menyebabkan rahang kaku.Anda juga perlu berhati-hati jika memiliki radang sendi karena kondisi ini juga bisa mengakibatkan rapuhnya tulang rahang.

7. Osteoarthritis

Osteoarthritis juga bisa sebabkan rahang kaku dan berbunyi
Osteoarthritis bisa sebabkan rahang kaku dan berbunyi
Meski jarang terjadi, ternyata osteoarthritis dapat menyebabkan rahang kaku dan berbunyi. Sama seperti radang sendi, pasien osteoarthritis juga dapat mengidap gangguan sendi rahang.Selain itu, gangguan sendi rahang pada pasien osteoarthritis juga bisa menyebabkan hilangnya fungsi tulang rahang.

Cara mengatasi rahang kaku dan berbunyi

Terdapat berbagai macam cara untuk mengatasi rahang kaku dan berbunyi, meliputi:
  • Kompres hangat atau dingin yang ditempelkan ke bagian rahang
  • Obat-obatan nonsteroid antiinflamasi dan pereda nyeri
  • Obat-obatan resep dari dokter seperti antidepresan atau penenang otot
  • Suntik botox
  • Olahraga kepala dan leher
  • Akupunktur.
Untuk mendapatkan perawatan terbaik untuk rahang kaku dan berbunyi, datanglah ke dokter. Di sana, Anda dapat mendapatkan rekomendasi pengobatan rahang kaku terbaik.

Catatan dari SehatQ:

Rahang kaku dan berbunyi dapat disebabkan banyak penyakit, mulai dari bruxism, TMD, hingga radang sendi. Konsultasikan masalah ini ke dokter untuk meminta obat-obatan dan penanganan terbaik.
penyakitradang sendidislokasi rahangnyeri rahang
Healthline. https://www.healthline.com/health/tight-jaw
Diakses pada 15 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325568#-stress-or-anxiety
Diakses pada 15 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait