Kenali Penyebab Radang Amandel yang Bisa Terjadi pada Anak Anda

Bakteri dan virus yang masuk ke dalam mulut merupakan penyebab radang amandel pada anak
Makanan, minuman, dan benda yang masuk ke dalam mulut bisa menyebabkan radang amandel

Ketika anak memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, baik dalam bentuk makanan, minuman, ataupun benda, ada potensi mereka terpapar virus ataupun bakteri. Sebagai bentuk respons tubuh terhadap bahaya tersebut, amandel di tenggorokan menjadi pertahanan pertama dalam melawan bakteri dan virus yang masuk ke mulut. Amandel merupakan dua gumpalan jaringan berbentuk oval yang terdapat di bagian belakang tenggorokan.

Sel darah putih yang dihasilkan amandel dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi. Akan tetapi, meski bisa memerangi bakteri dan virus, amandel juga rentan terkena infeksi yang disebut dengan radang amandel.

Ketika terjadi radang amandel, amandel anak akan membengkak dan menyebabkan sakit tenggorokan. Penyebab radang amandel pada anak dipengaruhi berbagai faktor risiko yang bisa membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit ini.

Penyebab radang amandel pada anak

Penyebab radang amandel pada anak umumnya adalah infeksi virus dan bakteri. Virus menjadi penyebab paling utama dari penyakit ini, sementara 15-30% kasus radang amandel lainnya disebabkan oleh bakteri.

Radang amandel biasanya disebabkan oleh infeksi adenovirus, virus influenza, virus Epstein-Barr, virus parainfluenza, enterovirus, virus herpes simplex, dan bakteri Streptococcus grup A (bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan). Kondisi ini jarang disebabkan oleh hal lain selain infeksi. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang memengaruhi terjadinya radang amandel. Faktor-faktor tersebut, di antaranya:

  • Usia muda

Meski dapat terjadi pada segala usia, namun radang amandel lebih banyak muncul pada orang yang berusia muda, seperti anak-anak dan remaja. Radang amandel yang disebabkan oleh bakteri paling sering terjadi pada anak usia 5-15 tahun. Sementara, radang amandel yang disebabkan oleh virus lebih sering terjadi pada anak-anak yang lebih muda.

  • Sering terpapar virus atau bakteri

Ketika anak sering melakukan kontak langsung dengan teman-temannya, terutama di sekolah, maka mereka berisiko lebih besar terpapar berbagai virus atau bakteri, termasuk yang menjadi penyebab terjadinya radang amandel.

Virus atau bakteri penyebab radang amandel dapat menyebar dari orang yang terinfeksi melalui batuk, bersin, atau sentuhan. Selain itu, berbagai alat makan atau minum juga bisa menyebarkan virus ataupun bakteri yang ada.

Keadaan di atas biasanya lebih banyak terjadi di antara anggota keluarga ataupun lingkungan sekolah. Terdapat dua jenis radang amandel, yaitu radang amandel akut (terjadi secara berulang kali dalam setahun) dan radang amandel kronis (terjadi lebih lama daripada radang amandel akut).

Diagnosis radang amandel pada anak

Seringkali, orangtua keliru dalam membedakan radang tenggorokan dan radang amandel. Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Anak bisa mengalami radang amandel tanpa mengalami radang tenggorokan.

Selain itu, radang amandel juga tak hanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A yang menjadi satu-satunya penyebab radang tenggorokan, namun juga bisa diakibatkan oleh virus dan bakteri lain. Meski gejalanya hampir mirip sakit tenggorokan, terdapat gejala yang berbeda di antara keduanya, seperti:

  • Terdapat bintik-bintik merah kecil di langit-langit mulut penderita radang tenggorokan. Sementara pada penderita radang amandel, bengkak dan kemerahan terjadi di amandel.
  • Pada penderita radang tenggorokan badan bisa terasa pegal-pegal, sementara pada penderita radang amandel leher akan terasa kaku.
  • Ketika mengalami radang amandel terjadi perubahan warna putih atau kuning pada amandel dan sekitarnya, sementara saat mengalami radang tenggorokan amandel menjadi merah dengan garis-garis putih nanah.

Akan tetapi, untuk benar-benar memastikan bahwa anak Anda terkena radang amandel maka sebaiknya periksakan mereka ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis dengan cara menanyakan gejala yang dialami, memeriksa mulut, bagian belakang tenggorokan dan lehernya.

Kemudian, pemeriksaan fisik tenggorokan akan dilakukan. Dokter akan mengusap bagian belakang tenggorokan anak menggunakan alat khusus untuk mengambil sampel cairan yang ada di tenggorokannya. Sampel pun akan diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab radang amandel yang dialami anak. Tes darah juga mungkin diperlukan untuk menunjukkan infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri.

Perawatan radang amandel pada anak

Perawatan radang amandel pada anak dilakukan untuk meredakan atau mengurangi gejala, bahkan mungkin menghentikan terjadinya radang amandel yang terjadi secara berulang. Dalam perawatan ini, anak akan memerlukan:

  • Asetaminofen untuk mengurangi rasa sakit dan demam. Ketika memberi asetaminofen pada anak, ikuti petunjuk pemberian dengan benar.
  • Obat nonsteroid anti-inflamasi, seperti ibuprofen untuk mengurangi pembengakakan, sakit, dan demam. Selalu tanyakan pada dokter mengenai keamanan pemberian obat ini untuk anak Anda. Apalagi jika mereka berusia di bawah 6 bulan, maka Anda harus memberikannya sesuai dengan arahan dokter.
  • Antibiotik untuk membantu mengobati infeksi bakteri.
  • Tonsilektomi (operasi pengangkatan amandel) untuk mengangkat amandel agar radang tidak terjadi secara berulang lagi.

Ketika mengalami radang amandel, pastikan anak Anda untuk banyak beristirahat, makan, dan minum agar keadaanya segera pulih. Selain itu, anjurkan anak Anda untuk sering mencuci tangan dan jangan berbagi makanan dengan siapapun, untuk mencegah penyebaran virus atau bakteri penyebab radang amandel.

Healthline. https://www.healthline.com/health/tonsillitis#diagnosis
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/tonsillitis-vs-strep-throat#symptoms
Diakses pada Juli 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/symptoms-causes/syc-20378479
Diakses pada Juli 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/tonsillitis.html
Diakses pada Juli 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/cg/tonsillitis-in-children.html
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/tonsillitis-symptoms-causes-and-treatments#1. Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed