logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

5 Penyebab Pusing Setelah Makan yang Bisa Terjadi

open-summary

Pusing setelah makan dapat terjadi pada sebagian orang. Kondisi ini ternyata bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tiba-tiba berdiri setelah duduk hingga penggunaan obat-obatan diabetes.


close-summary

4 Sep 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Pusing setelah makan dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan tertentu

Pusing setelah makan dapat terjadi akibat gula darah yang rendah

Table of Content

  • Penyebab pusing setelah makan
  • Cara mengatasi pusing setelah makan

Pernahkah Anda mengalami pusing setelah makan? Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan istilah vertigo postprandial. 

Advertisement

Meski pusing setelah makan umumnya jarang terjadi, kondisi ini bisa sangat mengganggu bila sewaktu-waktu Anda mengalaminya. Ada beberapa penyebab yang bisa memicu terjadinya pusing setelah makan. Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab pusing setelah makan

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan Anda merasa pusing setelah makan.

1. Tiba-tiba berdiri setelah duduk

Kebanyakan orang umumnya duduk saat makan. Setelah selesai, tidak sedikit dari mereka yang langsung berdiri untuk melakukan aktivitas lainnya.

Sayangnya, sebagian orang bisa mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat berdiri setelah duduk sehingga membuat mereka merasa pusing. Kondisi ini disebut dengan hipotensi ortostatik

Penyebab pusing setelah makan ini dapat dipicu oleh gangguan sistem saraf, dehidrasi, masalah jantung, obat hipertensi, paparan panas yang berlebihan, pembuluh darah tersumbat, anemia, dan masalah kesehatan lainnya. 

2. Sensitivitas makanan

Sensitivitas terhadap makanan tertentu, seperti cokelat, produk susu, makanan dengan monosodium glutamat, dan kacang, dapat menyebabkan sebagian orang merasa pusing atau mual setelah mengonsumsinya. 

Tak hanya itu, asupan kafein dan alkohol juga bisa memicu terjadinya kondisi ini dengan meningkatkan detak jantung. Oleh sebab itu, Anda harus memerhatikan makanan yang akan dikonsumsi.

3. Hipoglikemia reaktif

Hipoglikemia reaktif terjadi ketika gula darah turun setelah makan dan menyebabkan pusing. Penderita diabetes dan pradiabetes mungkin mengalami penurunan glukosa darah sesudah makan karena tubuh terlalu banyak memproduksi insulin

Akan tetapi, orang yang tidak terkena diabetes juga bisa mengalami kondisi ini. Misalnya, seseorang yang pernah menjalani operasi perut mungkin mencerna makanan terlalu cepat sehingga tubuh lebih sulit menyerap glukosa. 

Di samping itu, kekurangan enzim pencernaan tertentu juga bisa menurunkan glukosa darah. 

4. Hipotensi postprandial

Hipotensi postprandial terjadi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba setelah makan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke perut dan usus sehingga membuat aliran darah menjauh dari bagian tubuh lainnya.

Akibatnya, detak jantung pun bertambah cepat untuk memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Bahkan pembuluh darah juga ikut mengencang sehingga menyebabkan Anda merasa pusing setelah makan. 

Gejala-gejala lain, seperti nyeri dada, lemas, mual, dan perubahan pandangan, dapat menyertai kondisi ini. Lansia, penderita hipertensi, penyakit Parkinson, dan orang dengan gangguan sistem saraf merupakan golongan yang lebih rentan mengalami hipotensi postprandial.

5. Penggunaan obat-obatan diabetes

Beberapa obat diabetes, misalnya insulin, dapat menyebabkan pusing jika terlalu banyak menurunkan gula darah. Ketika Anda menggunakan obat tersebut tepat sebelum makan, Anda bisa merasa pusing saat obat mulai bekerja setelah makan.

Penderita diabetes yang sering merasa pusing setelah makan juga harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengubah obat atau menyesuaikan dosisnya. Penyesuaian jadwal makan juga mungkin diperlukan.

Baca Juga

  • Hormon-hormon Kehamilan Ini Memicu Diabetes Gestasional
  • Dampak Perceraian yang Bisa Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan
  • Penyakit Tidak Menular yang Berbahaya, Berujung Kematian!

Cara mengatasi pusing setelah makan

Mengatasi pusing setelah makan bergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa pilihan yang bisa Anda coba:

  • Pilih makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.
  • Minum air putih, terutama sebelum makan, dapat meningkatkan jumlah volume darah dalam tubuh sehingga tekanan darah cenderung tidak turun. 
  • Konsumsi lebih banyak makanan kecil dengan sering agar tubuh tidak menggunakan banyak energi dan aliran darah untuk mencernanya.
  • Berdiri secara perlahan pada satu jam pertama setelah makan karena pada waktu inilah pusing lebih mungkin terjadi.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang dapat memicu pusing, seperti alkohol, kafein, dan makanan tinggi natrium.
  • Jangan makan terburu-buru karena dapat memicu naiknya asam lambung yang menyebabkan pusing

Jika kondisi ini tak kunjung membaik atau sering terjadi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan yang tepat.

Advertisement

diabeteshipotensihipoglikemiapusingkafeina

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved