Penyebab Pusing dan Mual yang Mungkin Tidak Terpikirkan oleh Anda

Pusing dan mual dapat disebabkan infeksi saluran pencernaan, diabetes, gangguan telinga, dan kehamilan
Pusing dan mual biasanya dapat sembuh dengan sendirinya.

Pusing merupakan kondisi yang sering kita alami. Seringkali pusing yang dialami disertai perasaan mual hingga muntah. Pusing dan mual yang terjadi dapat berlangsung sementara ataupun bertahan dalam waktu lama. Berbagai penyebab dapat mendasari kondisi ini, mulai dari masalah sederhana hingga berat dan mengancam nyawa.

Penyebab Pusing dan Mual

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab pusing dan mual yang umumnya menimpa kebanyakan orang:

1. Infeksi Saluran Cerna (Gastroenteritis)

Infeksi yang terjadi pada saluran cerna dapat menyebabkan mual dan muntah. Pada saat terjadi infeksi, tubuh akan merespons dengan menghasilkan peradangan. Gastroenteritis dapat terjadi dalam derajat ringan hingga berat. Salah satu gejala utamanya adalah mual dan muntah.

Apabila seseorang mengalami muntah hebat dan berulang kali, dapat terjadi pusing akibat tubuh mengalami kekurangan cairan (dehidrasi). Gastroenteritis ini merupakan infeksi yang dapat disebabkan oleh bakteri, seperti E.coli dan Salmonella; atau oleh virus, seperti rotavirus.

2. Ketoasidosis Diabetik

Pada penderita diabetes, terjadi gangguan dalam metabolisme glukosa dalam tubuh akibat kekurangan insulin. Kondisi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar gula darah melambung sangat tinggi dan menimbulkan gangguan metabolik, yaitu ketoasidosis diabetik. Kondisi ini merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang mengancam nyawa.

Gejala yang dialami pada ketoasidosis diabetik umumnya berupa pusing dan mual. Selain itu, gejala-gejala ketoasidosis diabetik lainnya meliputii:

  • Nyeri perut
  • Sangat haus dan mulut kering
  • Frekuensi buang air kecing meningkat
  • Kebingungan
  • Napas dan urine berbau keton
  • Kulit terasa kering

3. Gangguan Telinga Dalam

Telinga dalam berperan penting dalam mengatur keseimbangan tubuh. Masalah pada bagian tubuh ini, baik diakibatkan oleh cedera maupun infeksi, dapat menyebabkan pusing atau vertigo. Seseorang seringkali juga mengalami mual dan muntah akibat pusing yang dialaminya. Jika pusing yang dialami terasa sangat berat atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera menghubungi dokter.

4. Gangguan Hati

Hati berperan sebagai organ yang melakukan detoksifikasi terhadap racun dan zat sisa dalam tubuh. Ketika fungsi hati mengalami gangguan, seseorang dapat mengalami pusing dan mual. Anda dapat mengenali adanya masalah pada hati lewat berbagai tanda, seperti urine berwarna gelap, nyeri pada perut kanan atas, serta kulit dan mata tampak kuning. Adanya batu pada saluran empedu juga dapat menyebabkan gangguan hati dan menimbulkan pusing dan mual.

5. Motion Sickness (Mabuk Perjalanan)

Pusing dan mual yang terjadi pada mabuk perjalanan berlangsung sementara dan akan menghilang dengan sendirinya. Mabuk perjalanan terjadi ketika seseorang berada di mobil, pesawat, perahu, atau kendaraan lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan sinyal yang dikirim oleh bagian tubuh seperti resep.

6. Kehamilan

Pusing dan mual saat hamil dapat disebabkan oleh morning sickness dan peningkatan sensitivitas terhadap bau. Morning sickness merupakan kondisi mual dan muntah yang dialami saat kehamilan, biasanya disertai dengan pusing. Kondisi ini seringkali terjadi pada masa awal kehamilan dan biasanya terjadi pada pagi hari. Dalam kondisi tertentu, mual dan pusing yang dirasakan juga dapat terjadi sepanjang hari.

Peningkatan hormon beta HCG saat hamil menyebabkan terjadinya mual. Selain itu, kadar progesteron yang meningkat akan memperlambat pengosongan lambung. Meningkatkan konsumsi vitamin B6 dapat membantu mengurangi gejala mual dan pusing yang Anda alami saat hamil. Pusing dan mual saat hamil juga bisa disebabkan karena perubahan sensitivitas terhadap bau. Adanya peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan peningkatan sensitivitas penciuman menjadi lebih tajam.

Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pusing dan mual adalah dengan menghindari makanan atau benda berbau tajam (seperti ikan, daging, parfum, dan asap rokok) yang dapat membuat rasa mual. Selain itu, cobalah untuk makan dalam jumlah sedikit tetapi sering. Peningkatan sensitivitas ini akan berlangsung sepanjang kehamilan dan kembali normal beberapa waktu setelah melahirkan.

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami pusing disertai mulai. Pusing dan mual umumnya membaik dengan beristirahat dan mencegah tubuh dari dehidrasi. Yang terpenting adalah memerhatikan tanda darurat dan segera berkonsultasi kepada ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dizziness-and-nausea
Diakses pada April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322638.php
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed