Bunda, Perhatikan Hal Ini Saat Pusar Bayi Berdarah

(0)
16 Jun 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pusar bayi berdarah akibat infeksiPusar bayi berdarah bisa diakibatkan oleh infeksi. Jika hal ini terjadi, datanglah ke dokter.
Pusar bayi berdarah bisa membuat orangtua merasa gundah, apalagi jika tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghentikan perdarahan itu.Perlu diketahui, pusar bayi berdarah biasanya disebabkan oleh masalah sepele. Namun ada juga kasus yang menyebabkan pusar bayi berdarah terjadi karena masalah yang serius, seperti infeksi.Oleh karena itu, kenalilah penyebab dan pertolongan pertama pusar bayi berdarah menurut ahli yang harus diketahui orangtua ini.

Pusar bayi berdarah, apa saja penyebabnya?

Di dalam rahim, tali pusar memiliki tugas yang sangat penting. Tali pusar seakan menjadi “mediator” yang mampu mendistribusikan nutrisi penting dari tubuh sang ibu, ke tubuh bayi.Saat terlahir dari rahim ibunya, bayi tak lagi membutuhkan tali pusar karena nutrisi akan langsung diberikan lewat air susu ibu (ASI). Jadi, jangan heran ketika dokter memotong tali pusar setelah persalinan usai.Pusar bayi berdarah bisa terjadi setelah tali pusar terlepas dari tubuhnya. Biasanya, perdarahan itu akan terlihat dari titik di mana tali pusar terlepas. Kondisi ini umumnya terjadi karena tali pusar ditarik atau dilepas sebelum kering dan puput sendiri.Pusat bayi juga bisa bernanah karena pusar yang luka puputnya belum kering dibiarkan lembap sehingga terinfeksi jamur.Selain itu, pusar bayi berdarah juga bisa disebabkan oleh gesekan popok atau kain pakaian yang mengenai pusar bayi. Umumnya, darah yang keluar hanya sedikit.Namun jika perdarahan dari pusar tak kunjung henti, ada risiko menyebabkan infeksi yang harus dikhawatirkan.
Jika benar pusar bayi berdarah diakibatkan oleh infeksi, maka akan ada gejala lain yang menyertainya, seperti:
  • Area kulit yang mengelilingi pusar terlihat merah
  • Kulit di pusar bayi terasa lebih hangat dibandingkan area kulit lainnya
  • Munculnya cairan keruh seperti nanah yang berbau tak sedap di pusar
  • Bayi terlihat tak nyaman atau rewel saat pusarnya tersentuh
Jika pusar bayi berdarah disebabkan oleh infeksi, segeralah datang ke dokter untuk meminta diagnosis dan pengobatan, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Pertolongan pertama ketika pusar bayi berdarah

Pusar bayi berdarah
Pusar bayi berdarah
Pusar bayi mengeluarkan darah dapat terjadi di berbagai waktu. Maka dari itu, memahami pertolongan pertama pusar bayi berdarah sangat penting untuk orangtua.Jika perdarahannya normal, maka orangtua harus membersihkan bagian dalam dan sekitar pusar dengan kain bersih. Berikan tekanan lembut pada pusar, untuk menghentikan perdarahannya.Setelah itu, pastikan bahwa popok atau kain pakaian bayi tidak tergesek ke pusarnya. Sebab hal inilah yang bisa menyebabkan pusar bayi berdarah.Anda tidak perlu mengaplikasikan povidon iodine (obat merah), bedak, ramuan, alkohol, atau obat luar apapun pada tali pusat yang berdarah.Namun jika perdarahan tidak kunjung berhenti, bisa jadi kondisi itu disebabkan oleh infeksi. Dalam kondisi tersebut, segera kunjungi dokter untuk meminta pertolongan.

Cara mencegah pusar bayi berdarah

Pusar bayi
Pusar bayi berdarah
Saat membersihkan pusar bayi, ada hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah pusar bayi berdarah. Jangan sampai Anda tidak cermat ketika membersihkan pusar bayi. Selalu bersihkan dengan benar, untuk menghindari infeksi. Berikut ini langkah-langkah membersihkan pusar bayi, untuk mencegahnya dari perdarahan.
  • Menjaga pusar bayi tetap kering

Menurut IDAI, menjaga pusar bayi tetap kering akan membuat sisa dari tali pusar bayi yang menempel, akhirnya terlepas. Hal ini tentu mencegah datangnya pusar bayi berdarah.
  • Mengunakan spons

Pada saat bayi baru lahir, orangtua disarankan untuk tidak memandikan dengan mencelupkan tubuhnya ke dalam air. Sebab, hal ini bisa membuat pusar bayi lembap dan tidak kering seketika, sehingga risiko pusar bayi berdarah pun semakin tinggi.Oleh karena itu, gunakanlah spons bersih untuk memandikan bayi, agar pusar bayi bisa segera kering dan terhindar dari perdarahan.
  • Memberikan udara

Jika tubuh bayi selalu diselimuti pakaian, maka pusar yang baru terlepas dari talinya itu akan sulit untuk kering. Sesekali bukalah bajunya, agar pusar bayi terpapar udara untuk membantu proses pengeringannya.
  • Rajin mengganti popok

Jika dibiarkan, popok yang kotor akibat urine dan feses bisa membuat kulit pusar bayi teriritasi dan terjangkit infeksi. Alhasil, pusar bayi berdarah pun terjadi.Maka dari itu, gantilah popok bayi serajin mungkin, untuk menghindari adanya infeksi yang menyerang pusar bayi.
  • Jangan menarik pusar bayi secara paksa

Menarik sisa pusar bayi secara paksa hanya akan melukai kulit bayi, risiko pusar bayi berdarah pun meningkat. Biarkan sisa pusar bayi lepas dengan sendirinya, untuk menghindari infeksi.Perlu diingat juga, saat menggunakan popok, pastikan bagian depan popoknya tidak menutupi pusar bayi. Sebab, gesekan popok inilah yang bisa membuat pusar bayi berdarah akibat iritasi dan infeksi.Selain itu, jangan sekali-kali mengoleskan alkohol ke bagian pusar bayi. Sebab, alkohol bisa memperlambat proses pengeringan pusar bayi, sehingga perdarahan bisa terjadi."Ketika pusar bayi berdarah, tindakan yang harus dilakukan pertama kali adalah menghentikan perdarahan dengan cara menekan pusar dengan lembut,” ujar medical editor SehatQ, dr. Anandika Pawitri.Ia menjelaskan, perdarahan biasanya akan berhenti dengan sendirinya. Yang perlu diingat juga, bersihkan pusar bayi dengan air biasa, tanpa perlu menggosok-gosoknya. Meski demikian, meneteskan sedikit cairan antiseptik juga bisa dilakukan.Namun, Anda juga harus mewaspadai tanda infeksi seperti kulit di pusar yang memerah, bengkak, ada nanah, bayi tampak nyeri ketika pusar disentuh, atau bahkan ada perubahan ketia menyusui.Menurut dr. Anandika, mengoleskan salep antibiotik di pusar bayi yang berdarah juga boleh dilakukan. Namun, jika dalam beberapa hari tidak membaik, Anda perlu memeriksakan bayi ke dokter untuk mencari tahu penyebab lainnya.

Catatan dari SehatQ:

Pusar bayi berdarah tidak boleh diremehkan, apalagi jika infeksi yang menjadi penyebabnya. Segeralah datang ke dokter jika Ayah dan Bunda merasa khawatir atas penyebab pusar bayi berdarah, untuk menghindari kondisi yang lebih serius.
bayi & menyusuitumbuh kembang bayitali pusar bayi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323513
Diakses pada 2 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/newborn-belly-button-bleeding#umbilical-cord-bleeding
Diakses pada 2 Juni 2020
Children's Hospital Colorado. https://www.cincinnatichildrens.org/health/u/cord-care
Diakses pada 15 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait