Pusar Bayi Bau dan Berair Bisa Jadi Tanda Infeksi, Kenali Gejalanya

(0)
pusar bayi bau dan berair dibersihkan oleh orangtuaPusar bayi bau dan berair dapat disebabkan oleh infeksi maupun gangguan kesehatan tertentu
Saat akan memandikan bayi atau mengganti popoknya, Anda mungkin menyadari pusar si Kecil bau dan berair. Keluarnya bau tidak sedap dari pusar bayi sebenarnya hal yang normal, terutama jika tali pusat belum puput. Namun, pada kasus tertentu infeksi bisa jadi penyebab pusar bayi berair dan bau. Pusar yang terinfeksi tidak boleh dibiarkan karena dapat berbahaya bagi kesehatan si Kecil. Maka itu, orang tua perlu kenali penyebab dan cara mengobati pusar berair pada bayi.

Pusar bayi bau dan berair bisa jadi tanda infeksi 

Pada bayi baru lahir, tali pusat yang menghubungkan plasenta ibu dengan janin akan terputus. Ketika terlepas, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi bayi ikut terhenti. Kondisi ini membuat tali pusat akan dan meninggalkan benjolan seperti daging yang layu dan kering pada pusar bayi.Pada umumnya, daging tersebut memang akan menyebabkan pusar bayi bau. Selama tidak menunjukkan gejala infeksi, bau pada pusar sebenarnya dapat diabaikan saja hingga tali pusat puput dengan sendirinya.Tali pusat akan puput sendiri biasanya pada 10-14 hari setelah lahir atau bisa sedikit lebih lambat dari waktu tersebut.Namun, jika penyebab pusar bayi berair dan bau adalah infeksi Anda perlu waspada dan segera memeriksakan bayi ke dokter.Adapun tanda pusar bayi bau dan basah berair karena infeksi umumnya akan disertai dengan gejala:
  • Demam
  • Kemerahan pada pusar
  • Pusar bengkak
  • Gatal dan mengeluarkan cairan berwarna kuning atau nanah kehijauan
  • Rewel dan merasa tidak nyaman atau sangat mengantuk
Keropeng dan pusar bayi berdarah sedikit terutama pada pangkal tunggul merupakan hal yang normal, terutama ketika sudah siap lepas. Jika perdarahan terus berlanjut dan tidak berhenti bahkan sesudah Anda menekannya dengan lembut, mungkin ini bisa jadi tanda adanya luka dan jangan dibiarkan agar tidak terjadi infeksi.

Infeksi penyebab pusar bayi berair dan bau

Pusar bayi yang bau dan berair dapat disebabkan oleh adanya infeksi maupun gangguan kesehatan tertentu. Penyebab pusar bayi berair dan bau tersebut adalah di antaranya:

1. Infeksi jamur

Infeksi jamur yang paling umum menyebabkan pusar bayi berair dan bau adalah infeksi jamur candida. Infeksi ini ditandai dengan rasa gatal dan menyakitkan atau rasa terbakar di area pusar.Jamur candida albican tumbuh subur di area kulit yang hangat, lembap. Jamur ini sebenarnya normal berada di kulit. Namun jika terdapat luka atau jumlah jamur terlalu banyak, maka dapat meningkatkan risiko infeksi. Maka untuk menghindari pusar bayi terinfeksi jamur, selalu jaga tali pusat agar tetap kering.

2.Infeksi bakteri

Infeksi bakteri pada tali pusat ditandai dengan pusar bayi bengkak dan nyeri serta mengeluarkan cairan berwarna kuning seperti nanah. Infeksi ini juga akan menyebabkan pusar bayi berbau busuk. Bau ini disebabkan oleh keberadaan bakteri.Bakteri bisa berkembang biak dengan baik di pusar bayi yang lembap karena keringat maupun endapan sabun dan kotoran lain. 

3. Patent urachus

Penyebab pusar bayi bau yang lebih berat adalah karena kondisi tabung urachus gagal menutup dengan baik. Tabung urachus adalah tabung kecil yang menghubungkan kandung kemih janin ke tali pusat. Gagal menutupnya tabung ini bisa menyebabkan pusar bayi berbau tidak sedap dan basah berair.

Cara mengobati pusar bau pada bayi

Cara mengobati pusar berair pada bayi tidak membutuhkan obat khusus. Jika tali pusar bayi kotor atau mengeluarkan cairan, Anda dapat membersihkan pusar bayi dengan lembut menggunakan kapas atau cotton bud dan air hangat.Pastikan Anda menggunakan cotton bud yang baru atau handuk bersih saat membersihkannya. Hindari penggunaan alkohol karena dapat membuat kulit bayi kering dan bisa menyebabkan iritasi.Setelah membersihkannya, jangan lupa untuk segera mengeringkan pusar dengan baik agar tidak terus-terusan lembap.Jika bayi Anda mengalami gejala infeksi, segera bawa ke dokter anak terdekat. Jangan menundanya karena infeksi pada pusar bayi bisa menyebabkan kondisi yang serius ketika bakteri sudah memasuki aliran darah.Infeksi ini akan lebih berisiko tinggi pada bayi prematur karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.Apabila infeksi disebabkan oleh jamur, dokter akan meresepkan obat anti jamur untuk bayi. Sedangkan apabila disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian salep antibiotik mungkin akan diresepkan. Jika disebabkan oleh patent urachus, penanganan dengan cara operasi mungkin akan dibutuhkan.

Cara merawat tali pusat bayi baru lahir agar tidak terinfeksi

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara terbaik merawat tali pusat bayi baru lahir adalah dengan membiarkannya tetap kering dan tidak basah maupun lembap. Ini karena kondisi basah dan lembab dapat memicu pertumbuhan kuman dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi.Saat memandikan bayi di rumah, usahakan tali pusat tidak basah dan hindari merendam bayi saat mandi atau menggunakan sabun mandi apapun untuk membersihkan tali pusat. Selain itu, pemberian bedak, minyak maupun jamu-jamuan tidak diperlukan karena akan membuat pusar bayi basah dan bau.Selalu cuci tangan ketika Anda hendak membersihkan tali pusat. Pilihlah pakaian dan popok bayi yang nyaman dan lembut untuk menghindari gesekan dengan pusar bayi yang bisa menyebabkan luka.Jangan pernah mencoba untuk menarik tali pusat bayi meskipun tampaknya tanggul tersebut sudah siap lepas. Setelah tali pusat puput, tetap jaga kebersihan pusar bayi dengan menjaga area tersebut tetap kering, misalnya dengan tidak memakaikan popok hingga menutupi pusar. Jika Anda ingin bertanya langsung pada dokter terkait perawatan tali pusat bayi atau seputar cara mengobati pusar bayi yang bau, chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya gratis di Google Play dan Apple Store.
tali pusar bayitali pusat bayipusar bayimerawat bayiinfeksibayi baru lahir
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir Diakses pada 12 Januari 2021Raising children. https://raisingchildren.net.au/newborns/health-daily-care/hygiene-keeping-clean/umbilical-care#. Diakses pada 12 Januari 2021The New Times. https://www.newtimes.co.rw/section/read/204994 Diakses pada 12 Januari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/infected-umbilical-cord#seeking-help Diakses pada 12 Januari 2021Children's Health. https://www.childrens.health.qld.gov.au/fact-sheet-caring-for-your-babys-umbilical-cord-stump-and-belly-button/ Diakses pada 12 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait