Apa Penyebab Pingsan? Ketahui Berdasarkan Tipenya

Tekanan darah rendah, dehidrasi, kejang, dan penyakit jantung dapat menjadi penyebab pingsan
Penyebab pingsan adalah kurangnya asupan oksigen ke otak

Tentunya Anda pernah mendengar mengenai anak-anak sekolahan yang pingsan saat upacara. Pingsan adalah keadaan saat seseorang kehilangan kesadaran dalam durasi yang singkat.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja dan biasanya sebelum pingsan terjadi, seseorang akan merasa pusing, lunglai, dan mual.

Kebanyakan kasus pingsan tidak berbahaya, tetapi sebagian lainnya dapat menjadi suatu tanda yang serius. Oleh karenanya, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami pingsan lebih dari sekali dalam sebulan.

Penyebab Pingsan

Penyebab pingsan adalah kurangnya asupan darah dan oksigen di otak. Beberapa kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan pingsan, seperti tekanan darah rendah, dehidrasi, kejang-kejang, penyakit jantung, dan sebagainya.

Tidak hanya kondisi medis, kegiatan fisik tertentu juga dapat menjadi penyebab pingsan, seperti melakukan kegiatan fisik yang menguras tenaga saat sedang panas, batuk terlalu keras, berdiri terlalu lama atau terlalu cepat, dan sebagainya.

Obat-obatan juga dapat memicu pingsan, contohnya, obat yang digunakan untuk menangani depresi, kecemasan, alergi, tekanan darah tinggi dan sebagainya.

Penyebab pingsan juga dapat dikelompokkan berdasarkan dengan tipenya. Pada tipe sinkop vasovagal (vasovagal syncope), pingsan dipicu oleh suatu trauma emosional atau stres yang menyebabkan tekanan darah menurun dan asupan oksigen ke otak terhenti.

Sementara pada tipe sinkop sinus karotis (carotid sinus syncope), penyebab pingsan adalah karena tertekannya pembuluh arteri karotis yang terletak di leher. Biasanya dapat dikarenakan menggunakan kalung yang terlalu ketat atau karena gerakan memutar kepala ke satu sisi.

Penanganan Pertama Saat Pingsan

Terlepas dari penyebab pingsan yang dialami, penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mengecek apakah orang yang pingsan masih bernapas dan tidak mengalami cedera.

Jika tidak ada cedera dan orang yang pingsan masih bernapas, Anda dapat mengangkatnya ke tempat yang lebih sejuk dan tenang.

Setelahnya, Anda dapat membaringkannya secara terlentang dan mengangkat paha penderita sampai ke jantung, sekitar 30 sentimeter. Hal ini dapat membantu sirkulasi aliran darah ke kepala orang yang pingsan.

Posisi lain yang dapat membantu sirkulasi aliran darah adalah dengan mendudukan orang yang pingsan dan menempatkan kepalanya di antara lututnya.

Jika orang yang pingsan memiliki pakaian, ikat pinggang, atau benda-benda yang mengikat, lepaskan benda-benda tersebut dari orang yang sedang pingsan.

Saat sudah tersadar, jangan segera membangunkan orang tersebut dan biarkan ia berbaring atau duduk setidaknya 10-15 menit. Anda dapat memberikannya air minum yang sejuk.

Penanganan Saat Orang yang Pingsan Tidak Bernapas atau Mengalami Cedera

Jika orang yang pingsan tidak bernapas, segera lakukan resusitasi jantung (CPR) kepada orang yang sedang pingsan dan menelpon 118 yang merupakan nomor darurat ambulans. Teruskan resusitasi jantung sampai ambulans tiba.

Anda juga harus segara menghubungi ambulans jika penyebab pingsan dikarenakan cedera tertentu, tidak kunjung sadar, atau mengalami hal lain, seperti sakit dada, memiliki diabetes, sedang hamil, memiliki detak jantung yang tidak beraturan, dan sebagainya.

Kapan Anda Perlu Berkonsultasi ke Dokter?

Penyebab pingsan dapat diakibatkan banyak hal dan terkadang merupakan gejala suatu kondisi medis yang lebih serius. Oleh karenanya, Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami pingsan lebih dari satu kali dalam sebulan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/fainting#causes
Diakses pada 11 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-fainting/basics/art-20056606
Diakses pada 11 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/understanding-fainting-basics#1
Diakses pada 11 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed