Ketahui Penyebab Pilek dan Sinus Sebelum Berakibat Fatal

Penyebab pilek biasanya merupakan virus, sementara sinus bisa juga disebabkan oleh pilek
Penyebab Pilek dan sinus merupakan kedua hal yang berbeda

Hidung tersumbat terus, mata berair dan bersin tiada henti. Hati-hati jika pilek yang Anda alami tidak kunjung sembuh karena bisa jadi Anda sebenarnya sedang menderita infeksi sinus. Bagaimana cara membedakan apakah Anda pilek biasa ataupun infeksi sinus? Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.

Pilek

Jika Anda pilek, hidung pasti terus berair selama beberapa hari. Anda pasti tak akan bisa jauh-jauh dari tisu atau sapu tangan. Biasanya tubuh mulai segar di hari ke 10 atau kurang dari itu.

Beberapa gejala lainnya adalah sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, hidung tersumbat, berair, bersin, dan capek. Area sinus bisa jadi bengkak dan Anda mengalami demam ringan. Demam yang terjadi pada anak-anak bisa lebih parah daripada orang dewasa.

Penyebab Pilek

Meski banyak jenis virus yang dapat menyebabkan pilek, rhinovirus adalah salah satu penyebab yang paling umum. Virus pilek masuk ke dalam tubuh Anda melalui mulut, mata, atau hidung. Virus dapat menyebar melalui tetesan kecil di udara ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara.

Virus pilek juga bisa menyebar melalui kontak dari tangan ke tangan dengan seseorang yang terkena flu. Berbagi barang yang terkontaminasi, seperti peralatan, handuk, makanan, atau telfon, juga dapat menyebabkan pilek. Jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah melakukan kontak, maka Anda berpotensi terkena pilek.

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan kesempatan Anda terkena pilek, di antaranya:

  • Usia. Anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun memiliki risiko lebih besar terkena flu, terutama jika mereka banyak menghabiskan waktu dalam penitipan anak.
  • Sistem imun yang melemah. Memiliki penyakit kronis atau sistem imun yang lemah membuat Anda semakin rentan terkena pilek.
  • Waktu. Baik anak-anak dan orang dewasa lebih rentan terkena pilek pada musim hujan.
  • Merokok. Anda lebih rentan terkena pilek atau mengalami pilek parah jika sering merokok.
  • Paparan. Jika Anda berada di sekitar banyak orang, seperti sekolah atau dalam pesawat, Anda akan lebih rentan terpapar virus yang menyebabkan pilek.

Penanganan Pilek

Karena pilek disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak akan membantu. Obat-obatan yang dijual bebas hanya bisa meredakan gejala-gejalanya. Anda bisa memilih obat sesuai dengan sasarannya. Misalnya, obat pereda sakit kepala, obat pelega pernapasan, atau penurun panas.

Selain itu, perbanyak minum dan istirahat. Sering kali kesibukan membuat orang sulit beristirahat, padahal itu adalah obat utama dari pilek. Jika Anda terus masuk kerja, misalnya, Anda tak akan bisa istirahat di siang hari. Sementara di malam hari penderita pilek biasanya sulit tidur nyenyak.

Untuk memperlancar keluarnya cairan dari sinus, kita bisa menghirup uap dari baskom berisi air panas dan garam. Bisa juga dengan memakai neti pot ataupun botol. Penderita pilek yang mengeluarkan cairan sinusnya biasanya akan merasa lebih nyaman.

Infeksi Sinus

Jika jalan pernapasan terinfeksi, bisa jadi itu adalah infeksi sinus. Yang satu ini agak sulit untuk disembuhkan. Virus, bakteri, atau bahkan alergi bisa memicu gangguan ini.

Pilek tidak serta merta menyebabkan infeksi sinus, tetapi bisa menjadi pemicunya. Misalnya, kita jadi sering memegang hidung, dan saat itulah ada kemungkinan bakteri masuk. Karena sinus mampet, maka bakteri bertahan di sana dan berkembang. Berikut adalah gejala sinus yang biasa dirasakan:

  • Ada rasa menekan di belakang mata dan pipi
  • Hidung berair dan mampet lebih dari seminggu
  • Sakit kepala yang bertambah hebat
  • Demam
  • Batuk
  • Napas berbau
  • Cairan dari hidung ataupun bagian belakang tenggorokan berwarna kuning atau kehijauan.
  • Kecapekan
  • Sulit mencium aroma

Penanganan Infeksi Sinus

Jika Anda merasa menderita infeksi sinus, Anda harus segera ke dokter. Biasanya, infeksi sinus ini sembuh dengan sendirinya. Tetapi kadang juga butuh bantuan antibiotik.

Sembari menunggu antibiotik bekerja, mengeluarkan cairan sinus bisa membantu. Selain itu, obat-obatan steroid, dekongestan, dan pelega tenggorokan yang dijual bebas bisa meredakan gejalanya. Jika sakit tidak sembuh dengan satu atau dua paket antibiotik, pergilah ke spesialis THT. Termasuk jika Anda sering mengalami infeksi sinus.

Ada beberapa penyebab dari infeksi sinus yang berulang, seperti alergi atau akibat merokok. Hati-hati, karena infeksi sinus yang akut bisa menjadi kronis jika tidak ditangani dengan baik.

Jika infeksi sinus kronis terjadi, dan antibiotik atau perawatan lain tak bisa menyembuhkannya, cara terakhir adalah operasi. Dokter akan memperbesar pembukaan sinus, agar cairan di dalamnya bisa terbuang. Dengan cara ini, Anda akan kembali bernapas lega.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605
Diakses pada Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/features/cold-sinus-infections#1
Diakses pada Desember 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed