7 Penyebab Perut Buncit pada Lansia dan Cara Mengatasinya

Penyebab perut buncit pada lansia beragam, mulai dari penumpukan lemak hingga penumpukan cairan atau asites
Asites atau penumpukan cairan di perut bisa jadi salah satu penyebab perut buncit pada lansia

Menjumpai perut buncit pada lansia bukanlah hal yang sulit. Lansia memang cenderung lebih banyak menyimpan lemak, dibandingkan anak muda. Tapi sebenarnya, lemak bukanlah satu-satunya penyebab perut buncit pada lansia.

Ada juga beberapa kondisi penyakit, yang dapat menimbulkan pembengkakan pada area perut, sehingga perut menjadi terlihat buncit. Salah satunya asites, yang merupakan kondisi penumpukan cairan berlebih di rongga perut.

Selain asites, masih ada beberapa kondisi lainnya, yang bisa menjadi biang kerok perut buncit pada lansia.

Kondisi yang bisa jadi penyebab perut buncit pada lansia

Baik lemak, hormon, maupun kondisi lainnya, berikut ini 7 penyebab perut buncit pada lansia yang perlu Anda ketahui.

1. Asites

Asites atau penumpukan cairan di perut bisa terjadi sebagai akibat dari adanya gangguan pada hati, seperti sirosis. Sirosis bisa terjadi, apabila hati Anda mengalami kerusakan atau perlukaan yang parah.

Saat asites pertama kali muncul, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Namun, seiring berjalannya waktu, cairan akan semakin menumpuk dan menyebabkan perut lama-kelamaan terlihat membesar, dan membuat Anda tidak nyaman dan sesak.

2. Hormon dan penuaan

Jika wanita lebih cenderung menumpuk lemak di area paha dan pinggul, maka lain halnya dengan pria. Penumpukan lemak berlebih pada pria, cenderung terlihat di area perut.

Pria yang berusia di atas 40 tahun akan mengalami penurunan produksi hormon testosteron. Sehingga, kelebihan kalori yang dimiliki, akan disimpan sebagai lemak visceral.

Lemak visceral, yang juga dikenal sebagai lemak aktif, adalah lemak yang tersimpan di rongga perut dan dapat memengaruhi fungsi hormon di tubuh. Lemak visceral tidak hanya berperan sebagai penyebab perut buncit, tapi juga bisa meningkatkan risiko komplikasi diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

3. Gaya hidup yang kurang aktif

Gaya hidup yang kurang aktif disebut juga sebagai gaya hidup sedentary. Jika kurang berolahraga atau kurang bergerak, maka lemak akan tertumpuk di perut, dan membuat perut menjadi buncit.

Melakukan gaya hidup lebih aktif, bukan berarti Anda harus menjadi atlet atau berolahraga setiap saat. Anda cukup menyisihkan waktu 150 menit per minggu atau sekitar 20 menit per hari untuk lebih banyak bergerak.
Mulailah dari gerakan-gerakan sederhana, seperti lebih banyak berjalan atau naik tangga.

4. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, zat gula yang terdapat pada susu sapi. Beberapa gejala yang bisa muncul akibat kondisi ini, di antaranya adalah rasa kembung dan penumpukan gas di perut.

Gejala-gejala tersebut, kemudian dapat membuat perut terlihat lebih buncit. Jika melihat pembesaran di perut, 2 jam setelah mengonsumsi susu maupun produk olahannya, maka kemungkinan Anda memiliki intoleransi laktosa.

5. Irritable bowel syndrome

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit kronispada saluran pencernaan, yang menyebabkan kram dan nyeri di perut. IBS juga dapat menyebabkan perut terasa kembung dan penuh dengan gas. Hal ini yang membuat IBS juga menjadi salah satu penyebab perut buncit pada lansia.

6. Pola makan kurang sehat

Mengonsumsi jenis makanan maupun minuman yang kurang sehat memang bisa memicu penumpukan lemak di tubuh. Namun, jenis-jenis makanan maupun minuman tertentu, lebih mungkin menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di perut.

Jenis asupan tersebut di antaranya soda, minuman berenergi dalam kemasan, dan minuman kemasan rasa buah. Selain itu, makanan seperti roti tawar dan pasta, juga disebut bisa memicu penumpukan lemak di perut.

7. Kebiasaan buruk

Memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, tidak hanya merugikan untuk kesehatan paru-paru Anda. Kebiasaan ini juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di perut.

Selain merokok, kebiasaan bergadang atau justru terlalu sering tidur, juga dapat menyebabkan perut menjadi buncit. Stres, meski terlihat tidak berhubungan, ternyata juga dapat memicu penumpukan lemak di perut.

Sebab saat stress, tubuh akan lebih banyak mengeluarkan hormon kortisol, yang dikenal berkaitan dengan penumpukan lemak di perut.

Cara mengecilkan perut buncit pada lansia

Untuk menghilangkan perut buncit pada lansia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti berikut ini.

1. Perawatan sendiri di rumah

Tergantung dari penyebab perut buncit yang dialami, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Jika perut buncit yang dialami disebabkan karena makan terlalu banyak, Anda cukup menunggu hingga makanan tersebut selesai dicerna.
  • Untuk mencegah kembung atau makan terlalu banyak, Anda juga dapat memotong makanan menjadi kecil-kecil. Selain itu, Anda juga sebaiknya makan lebih pelan-pelan.
  • Apabila perut buncit disebabkan oleh penumpukan gas, maka hindari makanan maupun minuman yang mengandung gas seperti soda, alkohol, kopi, kol, brokoli, dan permen karet.
  • Sementara itu, apabila perut bengkak akibat intoleransi laktosa, maka Anda sebaiknya menghindari makanan dan minuman yang terbuat dari produk susu.

2. Perawatan medis

Pada kasus asites, apabila beristirahat dan perubahan pola makan tidak juga membantu mengatasi perut buncit yang dialami, maka Anda sebaiknya segera menghubungi dokter. Selanjutnya, dokter dapat memberikan obat golongan diuretik untuk membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan di tubuh.

Apabila asites yang dialami cukup parah, maka cairan berlebih di perut juga akan dihilangkan melalui prosedur paracentesis atau pengambilan cairan.

3. Olahraga teratur

Untuk perut buncit yang terjadi akibat penumpukan lemak di perut, maka olahraga adalah jalan paling efektif untuk menghilangkannya. Lakukan olahraga yang bisa melatih jantung (kardio) seperti lari, bersepeda, berenang, atau aerobik.

Olahraga kardio tersebut juga akan lebih baik bila dikombinasikan dengan latihan kekuatan otot, seperti angkat beban, squat, atau pushup.

4. Lakukan relaksasi

Apabila perut buncit muncul akibat stres, maka metode seperti meditasi, menarik napas dalam-dalam, dan cara mengatasi stres lainnya, bisa membantu menghilangkan perut buncit yang dialami, selain olahraga dan mengatur pola makan.

Mengenali penyebab perut buncit pada lansia dapat membantu Anda mencari solusi yang lebih tepat dan efisien untuk kondisi ini. Tidak hanya untuk menghilangkan timbunan lemak, berolahraga teratur dan mengonsumsi makanan sehat, juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Healthline. https://www.healthline.com/symptom/abdominal-swelling
Diakses pada 17 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320929.php
Diakses pada 17 Juli 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/149541-what-causes-men-to-have-hard-fat-bellies/
Diakses pada 17 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed